Friday, March 27, 2009

Selamat Datang Kota Nganku

Selamat Datang Kota Nganku


Sebagai seorang yang mengaku petualang, saya sering sekali jalan-jalan dan jeng-jeng ke daerah atau lokasi baru. Meskipun belum ada 1% dari keseluruhan kota yang ada di indonesia, tapi lumayanlah bagi seorang pengaku-aku seperti saya.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keberadaan tugu yang berada di dekat batas kota. Ditugu itu biasanya terpampang ucapan selamat datang atau selamat jalan dengan tulisan yang cukup mencolok. Contohnya saat saya datang ke Kota Nganku. Sebelum masuk kota, ditugu saya lihat tulisan yang berbunyi SELAMAT DATANG-KOTA NGANKU. Dan saat akan keluar kota akan terpampang tulisan KOTA NGANKU-SELAMAT JALAN.

Wah, heran juga. Kenapa kota yang sebenarnya benda mati diberi ucapan selamat datang/tinggal. Alangkah baiknya kalau yang diberi ucapan adalah pengunjung kotanya. Jadi bunyinya kurang lebih akan seperti ini: SELAMAT DATANG PENGUNJUNG SEKALIAN atau misalnya kata-kata tadi terlalu panjang diubah menjadi SELAMAT DATANG DI KOTA NGANKU atau SELAMAT JALAN DARI KOTA NGANKU.

Tapi itu hanyah sekedar usulan saja loh. Kalau misalnya panjenengan atau sampeyan adalah bupati/wali kota, silahkan mengambil usulan pencerahan saya tadi. Dan tentunya tanpa bayar royalti ke saya

27 comments:

  1. pencerahan yang saya terima adalah buka aja dan gak usah kota nganku... jiyakaka...

    ReplyDelete
  2. kayaknya tidak setiap kota kok mas... di Jawa Timur, sudah menggunakan bahasa indonesia EYD

    ReplyDelete
  3. wah...ayo semuaaa....mari berpikir....(Mumet Mode ON)hhehehehehe...

    ReplyDelete
  4. Yang aneh ketika ada tulisan bebas becak, tapi becak malah ndak bebas.
    Padahal, pengertian bebas adalah boleh, semisal bebas bicara, itu kan maknanya boleh bicara, atau bebas bergaya artinya boleh bergaya semaunya.

    ReplyDelete
  5. kembali ke konsep dasar bahasa : yang lebih utama saya tau, kamu juga tau.
    hasilnya ya mirip yang ditulis diatas :D

    ReplyDelete
  6. wacana baru bosss untuk ahli bahasa

    ReplyDelete
  7. benar juga tuh kok baru nyadar ya....!

    ReplyDelete
  8. wahh usulnya bagus banget...

    ReplyDelete
  9. walah kok protes hahahahaha
    bener juga yah mestinya selamat datang di kota NGANKU
    atau selamat jalan dari kota nGanku

    ReplyDelete
  10. selamat datang di blog saya mas salam kenal tapi kalo udah kenal yah ketawa saja hahahaha

    ReplyDelete
  11. Salam Kenal dulu Mister Pencerah...
    Pencerahannya sering saya baca loch..

    ReplyDelete
  12. betul-betul betul
    btw kapan kira2 mau melihat keindahan sumatera utara???

    ReplyDelete
  13. SELAMAT DATANG DI KOTA BLOGKU atau SELAMAT JALAN DARI DARI BLOGKU...Memang kita harus memapaki bahasa Indonesia yang baik dan benar...tapi kita sudah lupa tuh...hanya di bangku sekolah saja kita belajar... stelah itu lupa semua

    ReplyDelete
  14. Usulannya bloh juga...tapi memang sudah kodratnya begitu sih....maksudnya memang slogan itu untuk kota / tempat saja....

    ReplyDelete
  15. lokasi kota nganku itu di mana, mas pencerah? ini yang ndak pernah jalan2 saya kali, yak, hehe ... seumur-umur baru kali ini saya denger kotangaku, keke ... bt, usulannya mantab juga nih, mas. layak dibikin proposal, lalu ajukan ke bupati/walikota. pasti deh royaltinya akan terus mengalir.

    ReplyDelete
  16. oke, usulan saya terima.

    *merasa sebagai bupati* :D

    ReplyDelete
  17. kotanganku? g enak didenger kwkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  18. kota nganku itu di mana tho mas?

    ReplyDelete
  19. setahu ku tulisan itu pasti tertulis "Selamat Datang di Kota X" gitu sih...

    ReplyDelete
  20. terus kaPAN PERPUNYA disahkan ? :D

    ReplyDelete
  21. itu di daerah menong???
    aneh bangat nama kotanya...

    ReplyDelete
  22. waduh, sayang ne saya bukan bupati ato walikota..hehehe

    ReplyDelete
  23. Karena kota nganku dianggap aneh maka diganti aja
    KOTA NGANRA

    ReplyDelete
  24. lo kok engga ada potone, jangan2 cuma hoax ini hehe
    kota nganku itu dimana?

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopann dan bertanggung jawab