Wednesday, April 12, 2017

Sarang Burung

SARANG BURUNG


Pernahkah anda melihat sarang burung yang berada di atas pohon? Saia yakin sebagian besar dari teman-teman semua sudah pernah melihatnya. Kalau benar-benar diperhatikan, adakah sesuatu yang aneh dari sarang burung tersebut? Bagi sebagian besar mungkin sarang burung tersebut akan terlihat biasa-biasa saja. Akan tetapi, bagi sebagian orang (yang sering memperhatikan sesuatu dengan detalil dan berfikir tentang benda yang diperhatikan/ diamati tersebut), ada suatu hal yang aneh yang bisa dijadikan sebagai bahan renungan. Dan ternyata, keanehan tentang sarang burung ini pernah dibahas oleh Harun Yahya dalam suatu pemikirannya.

Mengapa burung yang begitu bebas terbang sejauh-jauhnya kemanapun juga, dia akhirnya tetap kembali ke sarangnya lagi di pohon yang sama?

 Kutipan asli dari Harun Yahya seperti ini, "I always wonder why birds choose to stay in the same place when they can fly anywhere on the earth, then I ask myself the same question"

Duh, kenapa saya harus membaca tulisan ini sih? Jadi saya ikut berpikir keras mencari jawabannya. Kenapa burung itu harus kembali lagi? Kenapa? Dan

Alhamdulillah, saya menemukan jawabannya dalam surat Hud ayat 6 dimana Allah berfirman,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرض إِلا عَلَى الله رِزْقُهَا

(Sesungguhnya setiap yang bernyawa di bumi ini telah dijamin rezekinya oleh Allah).


Nah, ini jawabannya. Rupanya burung pun diberikan insting oleh Allah bahwa dia sudah dijamin rezekinya di pohon tempat sarangnya berada tersebut. Si burung telah merasa tenang dengan rezeki yang dijamin oleh Allah, itulah sebabnya dia akan terus kembali kesana. Karena dia mencari ketenangan!

Berarti kita juga harus belajar dari burung. Tak perlulah kita menghindar dari rezeki Allah yang halal. Kembalilah kepada rezeki yang halal, karena disitu terdapat ketenangan.

Semoga sekelumit kisah ini bisa menjadi perenungan dan pencerahan bagi kita semua. Dan yakinlah bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini pasti ada maksud, salah satunya agar kita semua berfikir. 
(Sumber: dishare dari group WhatsApp )