Friday, December 30, 2016

Nama Pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Jateng tahun 2017

Nama Pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Jateng tahun 2017
 

Pejabat SKPD Jawa Tengah
Foto: Gubernur Ganjar melantik PNS. (Angling/detikcom)
Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo akhirnya secara resmi mengumumkan dan melantik para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Jateng pada hari jumat 30 Desember 2016 di gedung Gradhika Bakti Praja kompleks kantor Gubernur Jateng. Adapun nama-nama pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Jateng mulai 1 Januari 2017 adalah sebagai berikut: 

  1. Sarwa Pramana, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng
  2.  Achmad Rofai, Kesbangpolinmas
  3. Edy Joko Pramono, Asisten Pemerintahan dan Kesra
  4. Heru Setyadi, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah
  5. Supriyono, Kepala Biro Kesra
  6. Indrawsih, Kepala Biro Hukum
  7.  Priyo anggoro, Asisten Ekonomi dan Pembangunan
  8. Budiyanto Eko Purwono, Kepala Biro Perekonomian
  9. Peni Rahayu, Kepala Biro Infrastruktur dan SDA
  10. Tavip Supriyanto, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah
  11. Budi Wibowo, Asisten Administrasi
  12. Diah Lukisari, Kepala Biro Organisasi
  13. Indra Surya, Sekwan DPRD
  14. Kunto Nugroho, Inspektur Inspektorat Provinsi Jateng
  15. Sudjarwanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah
  16. M Arif Irwanto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah
  17. Sari Puspita Andriani, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
  18. Ihwan Sudrajat, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah
  19. Sinung Nugroho, Kepala Satuan Pol PP
  20. Gatot Bambang Hastowo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  21. Yuliyanto Prabowo, Kepala Dinas Kesehatan
  22. Bambang Nugroho K, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya
  23. Prasetyo Budi Yuwono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Air
  24. Rudi Apriyantono, Kadinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
  25. Nur Hadi A, Kepala Dinas Sosial
  26. Wika Bintang, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  27. Teguh Dwi Paryono, Kadinas Energi dan Sumber Daya Mineral
  28. Urip Sihabudin, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata
  29. Satriyo Hidayat, Kadinas Perhubungan
  30. Dadang Sumantri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
  31. M Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
  32. Ema Rahmawati, Kepala Dinas Koperasi dan UKM
  33. Yuni Astuti, Kadinas Pertanian dan Perkebunan
  34. Suryo Banendro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan
  35. Agus Wariyanto, Kepala Dinas Peternakan dan Keswan
  36. Lalu M Syafeiadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
  37. Sugeng Riyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  38. Sudaryanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Capil
  39. Sri Kusuma Astuti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana
  40. Prasetyo Aribowo, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  41. Masrofi, Kepala Dinas Arsipan dan Perpustakaan
  42. Tofik Hidayat, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Kelembagaan
  43. Nunuk Hardiyani, Staf Ahli Gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Layanan Publik
  44. Petrus Edison, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan
  45. Maladiyanto, Staf Ahli Gubernur Bidang Infrastruktur
  46. Witono, Staf Ahli Gubernur Bidang Kedaulatan Pangan
  47. Siswo Laksono,Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik
  48. Teguh Winarno H, Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Energi
  49. Riena Retnaningrum, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
  50. Suko Mardiyono, Penugasan Khusus Bidang Reformasi Birokrasi
  51. Bowo Suryoko, Penugasan Khusus Bidang Teknologi Lingkungan
  52. Budi Santoso, Penugasan Khusus Bidang Keolahragaan dan Kepemudaan
  53. Agus Riyanto, Penugasan Khusus Bidang Kajian Industri dan Lingkungan Hidup
  54.  Rahardjanto, Penugasan Khusus Bidang Mental dan Spiritual
  55. Agus Utomo, Penugasan Khusus Bidang Komunikasi Publik
  56.  Hendri Santosa, Penugasan Khusus Bidang Akuntabilitas Pelayanan Publik
Semoga saja para pejabat SKPR Provinsi Jateng yang baru saja dilantik bisa memegang amanah jabatan menuju kesejahteraan masyarakat Jateng sebagaimana visi-misi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.  Jateng Gayeng

Wednesday, December 21, 2016

Om telolet om

Om telolet om


Om telolet omEntah dosa dari mana siapa yang memulai, fenomena "om telolet om" saat ini menjadi viral di dunia maya dan asyik dilakukan di dunia nyata. Jika anda sedang lewat di suatu jalan kemudian banyak anak-anak maupun orang dewasa yang bergerombol di tepi jalan sambil bawa poster atau mengacung-acungkan hp dan jempol ke arah bus yang lewat jangan mengambil kesimpulan kalau mereka sedang berdemo atau mau naik bus tersebut.

Yah, perlu diketahui mereka sedang asyik menunggu rejeki dari sopir bus berupa bunyi klakson yang berbunyi telolet atau sejenisnya. Ketika sopir membunyikan klakson, tampak ekspresi kebahagiaan dan kebanggaan yang mereka tunjukkan bisa dengan bertepuk tangan, mengucapkan terima kasih atau bahkan borgoyang sambil tertawa-tawa.

Mungkin bagi sebagian orang mereka dianggap norak, tapi percaya atau tidak apabila diukur tingkat kebahagiaan orang-orang yang menunggu telolet dengan yang menganggap mereka norak ternyata tinggi kaum teloleter tersebut. Hanya bermodal tulisan atau jempol mereka bisa mendapatkan dan mengekspresikan kebahagiaan mereka tanpa dibuat-buat. Berbeda dengan sebagian orang lainnya yang dengan bersusah payah dan mengeloarkan biaya yang besar demi meraih dan mengekspresikan kebahagiaannya.

Dan ternyata fenomena "om telolet om" tersebut sampai menginspirasi manusia-manusia di belahan bumi lainnya untuk ikut mengekspresikan walaupun mungkin mereka gak tau maksudnya. Jadi janganlan heran jika suatu saat nanti di amerika atau eropa banyak yang meniru kegiatan tersebut mengingat mudahnya mencari kebahagiaan ala Indonesian people. Dan mungkin gangnam style yang dulunya sempat berjaya dan menguasai peradaban dunia akan bertekuk lutut pada budaya baru dari indonesia yang bernama "om telolet om".

Di Indonesia sendiri diprediksikan akan muncul sesuatu yang baru berkaitan dengan fenomena ini, bisa lagu, film, kaos atau apapun yang bertema om telolet om. 
Gimana sudahkah anda bertelolet hari ini?

Monday, November 21, 2016

UMK Jawa Tengah 2017

UMK Jawa Tengah 2017



UMK Jateng 2017
Pada hari Senin, 21 November 2016 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menandatangani penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2017 untuk 35 daerah di Jawa Tengah. Penetapan UMK 2017 di 35 Kabupaten/Kota tersebut berdasarkan rekomendasi Bupati/Wali Kota serta saran Dewan Pengupahan Provinsi Jateng. Ganjar mengatakan masih ada 19 daerah, nominal UMK yang diajukan oleh Bupati/Wali Kotanya belum 100% sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Adapun rincian UMK Jateng perkabupaten adalah sebagai berikut:



1. UMK Kota Semarang Tahun 2017 Rp 2.125.000
2. UMK Kabupaten Demak Tahun 2017 Rp 1.900.000
3. UMK Kabupaten Kendal Tahun 2017 Rp 1.774.867

4. UMK Kabupaten Semarang Tahun 2017 Rp 1.745.000
5. UMK Kota Salatiga Tahun 2017 Rp 1.596.000
6. UMK Kabupaten Grobogan Tahun 2017 Rp 1.435.000

7. UMK Kabupaten Blora Tahun 2017 Rp 1.438.100
8. UMK Kabupaten Kudus Tahun 2017 Rp 1.740.900
9. UMK Kabupaten Jepara Tahun 2017 Rp 1.600.000

10. UMK Kabupaten Pati Tahun 2017 Rp 1.420.000
11. UMK Kabupaten Rembang Tahun 2017 Rp 1.408.000
12. UMK Kabupaten Boyolali Tahun 2017 Rp 1.519.289.

13. UMK Kota Surakarta Tahun 2017 Rp 1.534.985
14. UMK Kabupaten Sukoharjo Tahun 2017 Rp 1.513.000
15. UMK Kabupaten Sragen Tahun 2017 Rp 1.422.585,52

16. UMK Kabupaten Karanganyar Tahun 2017 Rp 1.560.000
17. UMK Kabupaten Wonogiri Tahun 2017 Rp 1.401.000
18. UMK Kabupaten Klaten Tahun 2017 Rp 1.528.500

19. UMK Kota Magelang Tahun 2017 Rp 1.453.000
20. UMK Kabupaten Magelang Tahun 2017 Rp 1.570.000
21. UMK Kabupaten Purworejo Tahun 2017 Rp 1.445.000

22. UMK Kabupaten Temanggung Tahun 2017 Rp 1.431.500
23. UMK Kabupaten Wonosobo Tahun 2017 Rp 1.457.100
24. UMK Kabupaten Kebumen Tahun 2017 Rp 1.433.900

25. UMK Kabupaten Banyumas Tahun 2017 Rp 1.461.400
26. UMK Kabupaten Cilacap Tahun 2017 Rp 1.693.689
27. UMK Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017 Rp 1.370.000

28. UMK Kabupaten Purbalingga Tahun 2017 Rp 1.522.500
29. UMK Kabupaten Batang Tahun 2017 Rp 1.603.000
30. UMK Kota Pekalongan Tahun 2017 Rp 1.623.750

31. UMK Kabupaten Pekalongan Tahun 2017 Rp 1.583.697,50
32. UMK Kabupaten Pemalang Tahun 2017 Rp 1.460.000
33.UMK Kota Tegal Tahun 2017 Rp 1.499.500

34. UMK Kabupaten Tegal Tahun 2017 Rp 1.487.000
35. UMK Kabupaten Brebes Tahun 2017 Rp 1.418.100

UMK tertinggi yaitu Kota Semarang sebesar Rp 2.125.000 sedangkan terendah Kabupaten Banjarnegara yaitu Rp 1.370.000

UMK Jawa Barat Tahun 2017

UMK Jawa Barat Tahun 2017


UMK Jawa Barat 2017
 
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan secara resmi telah menetapkan UMK Provinsi Jawa Barat tahun 2017 untuk 27 Kota/Kabupaten pada hari Senin 21 November 2016.  Sesuai dengan undang-undang, UMK tersebut  akan berlaku pada tanggal 1 Januari 2017 selama satu tahun.  Adapun rincian UMK masing-masing Kabupaten adalah sebagai berikut:




1. UMK Kabupaten Majalengka Tahun 2017 Rp. 1.525.632,00

2. UMK Kota Cirebon Tahun 2017 Rp. 1.741.682,96

3. UMK Kabupaten Cirebon Tahun 2017 Rp. 1.723.578,15

4. UMK Kabupaten Kuningan Tahun 2017 Rp. 1.477.352,70

5. UMK Kabupaten Indramayu Tahun 2017 Rp. 1.803.239,33

6. UMK Kabupaten Garut Tahun 2017 Rp. 1.538.909,00

7. UMK Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2017 Rp.1.767.686,00

8. UMK Kota Tasikmalaya Tahun 2017 Rp. 1.776.686,00

9. UMK Kabupaten Ciamis Tahun 2017 Rp. 1.475.792,82

10. UMK Kota Banjar Tahun 2017 Rp. 1.437.522,11

11. UMK Kabupaten Pangandaran Tahun 2017 Rp. 1.433.901,15

12. UMK Kota Depok Tahun 2017 Rp. 3.297.489,00

13. UMK Kabupaten Bogor Tahun 2017 Rp. 3.204.551,81

14. UMK Kota Bogor Tahun 2017 Rp. 3.272.143,00

15. UMK Kabupaten Sukabumi Tahun 2017 Rp. 2.376.558,39

16. UMK Kota Sukabumi Tahun 2017 Rp. 1.985.494,00

17. UMK Kabupaten Cianjur Tahun 2017 Rp. 1.989.115,00

18. UMK Kota Bandung Tahun 2017 Rp. 2.843.662,55

19. UMK Kabupaten Bandung Tahun 2017 Rp. 2.463.461,49

20. UMK Kabupaten Bandung Barat Tahun 2017 Rp. 2.468.289,44

21. UMK Kabupaten Sumedang Tahun 2017 Rp. 2.463.461,49

22. UMK Kota Cimahi Tahun 2017 Rp. 2.463.461,00

23. UMK Kota Bekasi Tahun 2017 Rp. 3.601.650,00

24. UMK Kabupaten Bekasi Tahun 2017 Rp. 3.530.438,44

25. UMK Kabupaten Karawang Tahun 2017 Rp. 3.605.272,00

26. UMK Kabupaten Purwakarta Tahun 2017 Rp. 3.169.549.17

27. UMK Kabupaten Subang Tahun 2017 Rp. 2.327.072,00

Upah tertinggi berada di Kabupaten Karawang dengan nilai Rp 3.605.272,00 sementara untuk upah terendah yakni Kabupaten Pangandaran dengan nilai Rp 1.433.901,15

Saturday, November 19, 2016

UMK Provinsi Jawa Timur Tahun 2017

 UMK Provinsi Jawa Timur Tahun 2017

Pada hari Jumat, 18 November 2016 secara resmi Gubernur Soekarwo  menetapkan UMK Provinsi Jawa Timur Tahun 2017. Rumusan untuk menetapkan UMK 2017 ini juga berdasarkan peraturan yang berlaku seperti PP Nomor 78 tentang Pengupahan. Berdasarkan aturan dan PP 78, maka kenaikan upah minimum kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur mengalami kenaikan 8,25 persen.

Berikut besaran UMK Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 untuk masing-masing kabupaten:
  1. UMK Kota Surabaya Tahun 2017 Rp 3.296.212,50
  2. UMK Kab Gresik Tahun 2017 Rp 3.293.506,25
  3. UMK Kab Sidoarjo Tahun 2017   Rp 3.290.800
  4. UMK Kab Pasuruan Tahun 2017 Rp 3.288.093,75
  5. UMK Kab Mojokerto Tahun 2017 Rp 3.279.975
  6. UMK Kab Malang Tahun 2017 Rp 2.368.510
  7. UMK Kota Malang Tahun 2017 Rp 2.272.167
  8. UMK Kota Batu Tahun 2017 Rp 2.193.145
  9. UMK Kab Jombang Tahun 2017 Rp 2.082.730
  10. UMK Kab Tuban Tahun 2017 Rp 1.901.952,50
  11. UMK Kota Pasuruan Tahun 2017 Rp 1.901.952,50
  12. UMK Kab Probolinggo Tahun 2017 Rp 1.879.220
  13. UMK Kab Jember Tahun 2017 Rp 1.763.392,50
  14. UMK Kota Mojokerto Tahun 2017 Rp 1.735.247,50
  15. UMK Kota Probolinggo Tahun 2017 Rp 1.735.247,50
  16. UMK Kab Banyuwangi Tahun 2017 Rp 1.730.917,50
  17. UMK Kab Lamongan Tahun 2017 Rp 1.702.772,50
  18. UMK Kota Kediri Tahun 2017 Rp 1.617.255
  19. UMK Kab Bojonegoro Tahun 2017 Rp 1.582.615
  20. UMK Kab Kediri Tahun 2017 Rp 1.576.120
  21. UMK Kab Lumajang Tahun 2017 Rp 1.555.552,50
  22. UMK Kab Tulungagung Tahun 2017 Rp 1.537.150
  23. UMK Kab Bondowoso Tahun 2017 Rp 1.533.902,50
  24. UMK Kab Bangkalan Tahun 2017 Rp 1.530.655
  25. UMK Kab Nganjuk Tahun 2017 Rp 1.527.407,50
  26. UMK Kab Blitar Tahun 2017 Rp 1.520.912,50
  27. UMK Kab Sumenep Tahun 2017 Rp 1.513.335
  28. UMK Kota Madiun Tahun 2017 Rp 1.509.005
  29. UMK Kota Blitar Tahun 2017 Rp 1.509.005
  30. UMK Kab Sampang Tahun 2017 Rp 1.501.427,50
  31. UMK Kab Situbondo Tahun 2017 Rp 1.487.355
  32. UMK Kab Pamekasan Tahun 2017 Rp 1.461.375
  33. UMK Kab Madiun Tahun 2017 Rp 1.450.550
  34. UMK Kab Ngawi Tahun 2017 Rp 1.444.055
  35. UMK Kab Ponorogo Tahun 2017 Rp 1.388.847,50
  36. UMK Kab Pacitan Tahun 2017 Rp 1.388.847,50
  37. UMK Kab Trenggalek Tahun 2017 Rp 1.388.847,50
  38. UMK Kab Magetan Tahun 2017 Rp 1.388.847,50
 UMK tertinggi adalah Surabaya sebesar Rp 3.296.212,50, sedangkan UMK terendah Kabupaten Ponorogo, Pacitan, trenggalek dan Magetan dengan nominal Rp 1.388.847,50

Saturday, August 6, 2016

Belajar dari Pruitt-Igoe St. Louis USA

 Belajar dari Pruitt-Igoe St. Louis USA


Pruitt-Igoe St. Louis USATahun 1956, George Hellmuth dan Minoru Yamasaki merancang Pruitt-Igoe, kompleks apartemen/ rumah susun untuk warga berpenghasilan menengah dan bawah yang terdiri dari 33 gedung 11 lantau yang terdiri dari 2.870 unit hunian di St. Louis USA. Berbagai pujian dan penghargaan mengukuhkan rancangan kedua arsitek dunia tersebut menjadi model baru hunian warga kota di Amerika Serikat.  Dengan mengadopsi pemikiran Le Corbusier, Pruitt-Igoe dirancang dengan mengadopsi nilai-nilai arsitektur modern yang dipenuhi dengan ruang terbuka hijau dan galeri terbuka untuk ruang sosialisasi warga dan bermain anak di dalam kompleks bangunan.

Dan akhirnya, pada tahun 1976, ke-33 bangunan tersebut dihancurkan oleh Departemen Perumahan dan Pengembangan Kota St Louis karena menurunnya kualitas hunian di dalamnya. Ruang publik yang ada di dalamnya menjadi ruang tidak bertuan tak terawat serta menjadi pusat kriminalitas, koridor depan masing-masing rumah jadi kumuh, pengap, penuh sampah.  Berbagai kerusuhan sosial terjadi di kompleks rumah susun/ apartemen ini karena tidak teradopsinya budaya, gaya hidup, psikososial dan kebutuhan dasar penghuninya.   

Sunday, June 5, 2016

Allah Maha Sempurna, Allah Maha Baik

Pada jaman dahulu, ada seorang Raja yang mempunyai seorang pelayan, dimana dalam setiap kesempatan selalu berkata kepada sang Raja:
"Yang Mulia, jangan khawatir, karena segala sesuatu yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah."

Salah satu hobi dari Sang Raja adalah pergi ke hutan untuk berburu. Dalam satu kesempatan, Sang raja mengajak pelayannya untuk berburu. Sampai di tengah hutan, tiba-tiba datang seekor binatang buas yang menyerang sang Raja. Si pelayan berhasil membunuh binatang tersebut, namun tidak bisa mencegah Rajanya dari kehilangan sebuah jari tangan. 

Geram dengan apa yang dialaminya, tanpa merasa berterima kasih pada si pelayan, sang Raja berkata,"Kalau Allah itu baik, saya tidak akan diserang oleh binatang buas dan kehilangan satu jari saya..!" 

Pelayan tersebut menjawab, "Apapun yang telah terjadi kepada Yang Mulia, percayalah bahwa  Allah itu baik dan apapun yang dikerjakanNya adalah sempurna, Ia tak pernah salah."
 
Merasa sangat tersinggung oleh respon pelayannya, sekembalinya ke istana, sang Raja memerintahkan para pengawalnya untuk memenjarakan si pelayan. Sementara dibawa ke penjara, pelayan tersebut masih saja mengulangi perkataannya: "Allah adalah baik dan sempurna adanya."
Hingga pada suatu hari, sang Raja pergi berburu sendirian, dan karena pergi terlalu jauh ia ditangkap oleh orang-orang primitif yang biasa menggunakan manusia sebagai korban. 

Diatas altar persembahan, orang-orang primitif tersebut menemukan bahwa sang Raja tidak memiliki jari yang lengkap. Mereka kemudian melepaskan Raja tersebut karena dianggap tidak sempurna untuk dipersembahkan kepada dewa mereka. 

Sekembalinya ke istana, sang Raja memerintahkan para pengawal untuk mengeluarkan si pelayan dari tahanan, dan Raja itu berkata: "Temanku.. Allah sungguh baik kepadaku.* Aku hampir saja dibunuh oleh orang primitif, namun karena jariku tidak lengkap, mereka melepaskanku."
Tapi aku punya sebuah pertanyaan untukmu. "Kalau Allah itu baik, mengapa Ia membiarkan aku memenjarakanmu ?

Sang pelayan menjawab: "Yang Mulia, kalau saja baginda tidak memenjarakan saya, baginda pasti sudah mengajak saya pergi berburu, dan saya pasti sudah dijadikan korban oleh orang-orang primitif sebab semua anggota tubuh saya masih lengkap."

Semua yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah. Seringkali kita mengeluh mengenai hidup kita, dan pikiran negatif pun membunuh pikiran kita yang positif
Marilah berpikir positif dan percayalah akan kebaikan Allah setiap saat.