Tuesday, July 22, 2014

Jembatan Comal


Perbaikan Jembatan Comal (Foto:  www.detiknews.com)
Jalur Pantura Jawa merupakan salah satu jalur paling sibuk yang ada di Indonesia, terutama saat mudik lebaran. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila dana yang dianggarkan  pemerintah untuk pemeliharaan jalan panturan seolah-olah tak terbatas. Berbeda halnya dengan biaya perawatan jalan di luar Pulau Jawa.

Pemeliharaan jalan Pantura yang dilakukan sepanjang tahun  seolah-olah menegaskan bahwa pemerintah dalam hal ini KemenPU tidak mau main-main dalam pemeliharaan jalan tersebut. Setiap ada kerusakan jalan segera di respon meskipun kadang sifatnya perbaikan sementara. Akan tetapi rupanya tahun ini pemerintah kecolongan. 
Diluar perhitungan, ternyata bukan ruas jalannya yang bermasalah tapi jembatan khususnya jembatan Comal yang membentang di atas Kali Comal Kabupaten Pemalang. Nyaris 2 minggu sebelum ritual mudik dimulai, oprit jembatan yang merupakan penghubung ujung jembatan dengan jalan ambles. Usut punya usut ternyata tanah di bagian ujung jembatan longsor karena tergerus banjir. Mengingat parahnya kerusakan oprit jembatan tersebut, semua kendaraan di stop tidak boleh lewat untuk menjaga keselamatan pengendaranya

Efek dari kerusakan jembatan tersebut adalah terjadinya kemacetan yang cukup panjang. Jalur alternatif yang seharusnya dipersiapkan jauh-jauh hari ternyata kondisinya juga kurang maksimal. Selain ruas jalannya sempit, di beberapa tempat juga terjadi kerusakan. Jarak comal-Pemalang yang biasanya bisa ditempuh 30 menit sekarang menjadi 3-4 jam.

Semoga saja perbaikan yang dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait bisa segera selesai sehingga dapat dilalui oleh para tahun pemudik. Dan bisa dijadikan peringatan bagi pemerintah pusat dan daerah bahwa perlunya jalur-jalur alternatif di sekitar jalur Pantura Jawa yang sesuai dengan aturan KemenPU sehingga apabila terjadi permasalahan di jalur pantura, pengguna jalan masih bisa memanfaatkan jalur-jalur alternatif tersebut.

Saturday, July 19, 2014

PMK Nomor 148/PMK.07/2014

PMK Nomor 148/PMK.07/2014



Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148/PMK.07/2014 merupakan perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 168/PMK.07/2009 tentang Pedoman Pendanaan Urusan Bersama Pusat dan Daerah untuk Penanggulangan Kemiskinan. File PMK 148 Tahun 2014 dapat di download di sini

Salah satu hal yang menarik untuk dicermati adalah pada pasal 13 ayat c yang berbunyi:
"Dalam hal pada akhir tahun anggaran masih terdapat sisa DUB di rekening masyarakat, kelompok masyarakat dan atau lembaga partisipatif masyarakat, maka pengelolaannya diatur  dalam petunjuk teknis yang diterbitkan oleh Kementrian/Lembaga terkait"

Perubahan tersebut bisa berdampak positif dan negatif. Di satu sisi, dengan adanya PMK 168 yang menyatakan jika ada kelebihan dana harus disetorkan ke kas negara menjadi salah satu senjata andalan bagi pelaku program penanggulangan kemiskinan terutama pendamping agar pelaksanaan kegiatan bisa segera diselesaikan.

Di sisi yang lain, PMK 168 bisa berdampak negatif jika keterlambatan kegiatan terjadi bukan disebabkan kinerja  masyarakat, kelompok masyarakat dan atau lembaga partisipatif masyarakat.Semoga saja dengan adanya perubahan ini, dampak positif yang akan dirasakan oleh semua pelaku kegiatan Penanggulangan Kemiskinan

Thursday, July 17, 2014

Kawin Silang

Di sebuah Sekolah Menegah Pertanian, seorang murid bernama PAIJO disuruh untuk melakukan kawin silang tanaman.
Paijo melakukan praktikum 4 tumbuhan dikawinsilangkan.
Dua minggu kemudian guru menanyakan hasil praktikum Paijo.

Guru : "Bagaimana hasil kawin silang kamu ??"
Paijo : "Saya melakukan kawin silang antara tumbuhan Durian dengan Semangka"
Guru : "Wow… hebat kamu. Terus gagal apa berhasil ??"
Paijo : “Gagal pak”
Guru : “Apa kamu tahu apa sebabnya kegagalan kawin silang tsb ??"
Paijo “Ketika saya mau kawin silangkan gagal karena orang tuanya tidak setuju pak ..."
Guru : "??!!......"
Paijo: “Karena gagal, maka saya memilih kawin silangkan dua tanaman lainnya”.
Guru : "Apa itu ??"
Paijo : "Singkong dan Kelapa"
Guru : "Gagal juga??"
Paijo: “Berhasil kok pak…”
Guru: “Jadi spesies baru apa namanya, hasil kawin silang singkong dengan kelapa??”
Paijo : "GETHUK ................... "
Guru: "??##!!........"

Sunday, June 29, 2014

Mas Bowo dan mas Joko

Alkisah, pada jaman dahulu kala ada seorang raja yang sedang dirudung sedih berkepanjangan. Meskipun kekuasaannya membentang dari timur ke barat, kekayaannya tak terhitung jumlahnya, kekuasaan yang tidak tak terbatas tidak membuat Sang Raja merasa bahagia. Ternyata ada satu hal yang mengganjal pemikirannya.

Putra mahkota yang diharapkan mampu menggantikannya ternyata lahir berwujud seorang Putri (yang sebenarnya cantik jelita) dan itupun harus melalui penantian berpuluh-puluh tahun. Suatu hal yang tabu pada masa itu untuk menjadikan seorang wanita sebagai raja. Mau gak mau Sang Raja harus mencarikan jodoh yang dirasa pantas untuk putrinya. Untuk itu dibuatlah sayembara yang disebarkan ke seluruh pelosok negeri + negara-negara tetangga bahwa Sang Raja membuka auisi mencari Mantu.

Dan sampai batas waktu yang ditentukan, berbondong-bondong datanglah para pemuda dari yang kurang tampan-ganteng dari yang kerempeng sampai berotot ke istana raja. Namun, hal yang mengejutkan terjadi. Ternyata mereka datang bukan untuk mengikuti sayembara tapi hanya sekedar menonton. Rupanya mereka tidak ada yang bernyali untuk mempersunting sang putri meskipun mendapat bonus akan menjadi raja dikemudian hari.

Akhirnya ketika menjelang senja muncullah dua sosok manusia yang berani menghadap raja untuk ikut berpartisipasi mengikuti audisi. Yang satu Mas Bowo adalah calon panglima perang yang disegani meskipun masih muda. Perawakannya yang gagah, tinggi besar didukung dengan kepintarannya dalam mengatur strategi peperangan membuat karirnya begitu moncer. Pemuda kedua adalah Mas Joko seorang pengusaha muda yang terkenal kaya raya. Meskipun tubuhnya kecil, tapi dia adalah seorang yang grapyak semanak dan suka bergaul dengan siapa saja termasuk para wanita.

Tibalah saat audisi di mulai. Mas Bowo dan Mas Joko diberi kesempatan untuk mengeluarkan segala kemampuannya dalam rangka memikat sang putri. Dari memamerkan kemampuan bertempur, kemampuan bersilat lidah, kemampuan memasak dan lain sebagainya. Berbagai pencitraan yang dibalut dengan black, white, red dan yellow campaign mereka lakukan dengan bantuan tim sukses masing-masing.

Tibalah saatnya penentuan. Sang Putri sebagai pihak yang diperebutkan harus menentukan keputusan, siapa yang akan di pilih menjadi suaminya. Dengan berhati-hati akhirnya sang Putri mulai berbicara terkait dengan keputusannya. Belum sempat dia menyebutkan pilihan akhirnya, tiba-tiba sebuah angin besar berhembus yang menerbangkan berbagai benda ringan di sekitar istana. Sebuah kejutan terjadi. Karena tertiup angin, rambut sang putri yang sebelumnya kelihatan indah, panjang lurus dan hitam (seperti iklan sampo) tiba-tiba berubah menjadi kusut, keriting dan tidak terawat. Rupanya dia bukan putri tapi mbok emban yang dirias sedemikian rupa sehingga mirip Sang Putri Raja. Usut-punya usut, ternyata sang putri sudah lari dengan pacar lamanya yang merupakan rakyat jelata untuk hidup menjauh dari mewahnya istana.

Tinggal Mas Bowo dan Mas joko yang berdiri termenung mengingat berbagai upaya yang sudah dilakukannya ternyata sia-sia.

Wednesday, May 28, 2014

Koreksi Arah Kiblat, saat Matahari tepat diatas Ka'bah

Koreksi Arah Kiblat, Hari Ini saat Matahari tepat Diatas Ka'bah



Perihal matahari bisa dijadikan penunjuk arah bukanlah hal yang baru bagi manusia meskipun saat ini sudah dikalahkan oleh kompas. Ratusan bahkan ribuan tahun yang ketika kompas belum ditemukan, perlintasan matahari menjadi salah satu penentu arah.

Dan tepat pada minggu ini (26-30 Mei 2014), tepat pada pukul 16.18 (sampai 5 menit setelahnya) tanpa kita sadari ternyata posisi matahari sama dengan arah garis lintang Kota Mekah. Sehingga waktu-waktu tersebut adalah saat yang tepat untuk melakukan koreksi arah kiblat tanpa menggunakan peralatan yang canggih.

Bagi teman-teman atau saudara-saudara yang ingin mengetahui arah kiblat yang sebenarnya, silahkan pada waktu-waktu yang sudah saia sebutkan diatas untuk melihat posisi matahari. Jika mata tidak ingin sakit karena melihat matahari secara langsung, silahkan menggunakan tongkat yang didirikan tegak lurus sehingga terlihat bayangannya (yang bertolak belakang dengan arah kabah)

Thursday, April 24, 2014

Anies Baswedan: Orang Baik Tumbang karena Orang Baik lainnya Diam dan Mendiamkan


Orang-orang baik tumbang bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena orang-orang baik lainnya diam dan mendiamkan

Seperti biasa ucapan Bapak yang satu ini selalu membekas dan terngiang-ngiang dalam setiap kesempatan. Di saat tokoh yang lain mencul dengan membawa wacana, bapak yang satu ini sudah berbuat dan bertindak dengan merealisasikan ide briliannya. Tanpa mengajak wartawan, tanpa adanya sokongan dana dari cukong-cukong "bermasalah" beliau mampu mengajak generasi muda untuk berbuat melalui tindakan nyata mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tak kurang ribuan anak-anak muda yang memiliki semangat juang dan dedikasi yang tingi berangkat ke daerah-daerah terpencil dan terpelosok untuk mengajar anak-anak di sana atas dorongan beliau. Sebagai Rektor termuda yang ada di Indonesia, kepedulian beliau terhadap pengembangan SDM bangsa memang layak diacungi jempol.

Dan semoga, Tuhan mengukuhkan beliau menjadi nahkoda bagi negeri rusak ini, sehingga mampu mengajak generasi muda yang berpotensi mengkudeta generasi-generasi rusak tua yang menguasai Indonesia

Mari dukung Anies Baswedan menjadi pemimpin negeri ini
 

Thursday, April 10, 2014

Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia

Pesawat Kepresidenan 
Republik Indonesia


Bukanlah menjadi rahasia jika Presiden SBY saat ini belum memiliki pesawat kepresidenan yang merupakan pesawat terbang dinas bagi Presiden. Meskipun dulu sempat di siarkan berita tentang pembelian pesawat kepresidenan yang di luar dugaan menuai polemik di masyarakat namun seiring berjalannya waktu tiba2 nongol juga Pesawat Kepresidenan yang ternyata memang sudah dipesan dari dulu.

Pesawat Boeing Bussiness Jet 2 Green yang akan menjadi pesawat dinas presiden tersebut datang pada hari ini 10 April 2014 dan mendarat dengan sukses di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat senilai Rp820 miliar dengan warna dominan biru muda ini memiliki beberapa fitur keamanan yang canggih, salah satunya anti serangan rudal. 

Pesawat Kepresidenan mulai dibuat pada 2011 di Seattle, Amerika Serikat. Pesawat dengan kapasitas 50 penumpang ini memiliki panjang sayap 30,7 meter, tinggi 13,5 meter, dan panjang badan 38 meter. Di tubuh pesawat terdapat tulisan "Republik Indonesia", lambang Garuda Pancasila, dan lambang lembaga Kepresidenan. Di bagian ekor, terdapat lambang bendera Merah Putih. 

Berikut spesifikasi lengkap pesawat kepresidenan Boeing Bussiness Jet 2 Green.
Mesin : 2 Mesin CFM56-7
Sejarah pesawat : pembuatan dilakukan sejak tahun 2013 (Date Manufacture)
Kemampuan Terbang: Ketinggian Maksimum 41.000 Feet.
Endurance (Daya Jelajah) 10 Jam.
Kecepatan Jelajah Maksimum : 0,785 Mach.
Kecepatan Maksimum : 0,85 Mach
Jangkauan Jelajah Maksimum : 4.620 Nm / 8.556 Km
Ukuran pesawat
1. Rentan Sayap : 35,79 Meter
Panjang Badan : 38 Meter
Tinggi Pesawat : 12,50 Meter
Data Muat : 4 VVIP Clas Meeting Room,
2 VVIP Clas (State Room)
12 Executive Area
44 Staff Area

Berikut penampakan pesawat kepresidenan yang dirangkum dari berbagai sumber: