Monday, December 29, 2008

LOMBA REVIEW BLOG HADI HARTONO

LOMBA REVIEW BLOG HADI HARTONO

Saudara - saudara se-dunia maya yang cinta damai!!
Para Blogger Mania yang saya banggakan!!!

Menyambut ulang tahun saya ke 38, maka dengan ini saya umumkan kepada saudara-saudara sekalian bahwa saya mengadakan :
LOMBA REVIEW BLOG HADI HARTONO

dengan syarat ;
1. WNI - usia bebas
2. Memiliki blog yang sudah memiliki minimal 5 posting dan mencantumkan Gambar Gw di sidebar atas (script bisa diambil di sebelah kanan sidebar)
3. Membuat Review tentang blog ini, dengan link;
(1) ke home yaitu :
http://www.hadihartonocenter.co.cc/

(2) link ke Lomba Review ini :
http://www.hadihartonocenter.co.cc/LOMBA%20REVIEW

(3) dan link ke Tips Bisnis HADI HARTONO
http://www.hadihartonocenter.co.cc/TIPS%20BISNIS


4. Isi review terserah tentang apa saja yang berkaitan dengan dunia blogging dan bisnis.

5. Batas akhir LOMBA REVIEW ini adalah tanggal 10 Januari 2009 dan diumumkan di BLOG HADI HARTONO pada tanggal 15 Januari 2009.

6. Pendaftaran gratis dengan cara mengirim biodata singkat (Nama, TTLahir, Alamat URL blog) ke alamat email : hadihartono@yahoo.co.id

7. Peserta yang sudah membuat review silahkan komentar di posting ini dan memberikan link postingannya.

8. Keputusan HADI HARTONO tidak bisa diganggu gugat dan tidak diadakan email-emailan kecuali email pendaftaran sebagai peserta.


Oh ya, karena HADI HARTONO bukan orang kaya, maka hadiah yang disediakan;
1. Juara I Uang Tunai Rp. 500.038,-
2. Juara II Uang Tunai Rp. 250.038,-
3. Juara III Uang Tunai Rp. 100.038,-

Hadiah akan dikirim melalui transfer Bank (usahakan nanti bagi pemenang mengirimkan rekening BCA untuk memudahkan transfer).
CATATAN; WAJIB MENG-COPY PASTE INFO LOMBA REVIEW BLOG INI DI POSTING BLOG ANDA.
Terima kasih!
Selamat Berlomba-lomba dalam kebajikan!
(catatan; Lomba ini terinspirasi SLIKERS dan Paman Gober - Thanks)


Pertandingan Review Blog

Pertandingan Review Blog


Dunia perblogan (milik ingsun) dihebohkan dengan berita tentang adanya Pertandingan Review Blog dengan penyelenggara sekaligus wasit merangkap dewan juri Om Hadi Hartono. Memang agak aneh juga om kita yang satu ini. Bukannya mengikuti jejak saudaranya, Pakde Rudi Hartono yang sukanya mengikuti Pertandingan badminton, eh malah mengadakan turnamen Pertandingan Review Blog. Blognya sendiri pula...

Tapi gak jadi masalah ding, toh yang namanya sejarah hanya mencatat orang-orang yang aneh (dan sedikit gila) saja.

Sebelum membuat review yang aneh bin ngawur ingsun harus bertapa dahulu untuk menanyakan kepada Kata Hati tentang gambaran dari blognya om Hadi Hartono ini. Dengan harapan Komentar ingsun ini bisa memberikan Pencerahan kepada semua pembacanya. Dan hasilnya, kata hati ingsun menyatakan sebagai berikut:

Dari 11 menu utama yang disajikan, yang paling menggugah selera adalah menu tentang Tips Bisnis. Entah jenis makanan yang terbuat dari bahan apa saja, yang jelas menu utama tersebut memiliki rasa yang variatif dan enak untuk dicerna. Dan kalau kita sering mengikuti artikel di harian kompas sabtu pagi (dekat iklan lowongan kerja) yang dibuat oleh koki andalan EXPERD, rasanya hampir sama. Gurih dan manisnya juga hampir sama dengan bumbu yang dimiliki oleh Majalah Swa.
Jangan heran kalau di keranjang makanan komputer ingsun banyak masakan om Hadi Hartono dengan nama Tips Bisnis yang ingsun unduh buat sarapan pagi dan makanan penutup sebelum tidur.

Ingsun kira tidak bijaksana kalau seluruh Kata Hati ini ingsun keluarkan secara panjang lebar, sebab kalau terlalu panjang kasihan ibu-ibunya, tapi kalau terlalu lebar bapak-bapaknya juga ikut protes.



Saturday, December 27, 2008

17Tahun

17TAHUN


Konon kata orang, 17tahun merupakan salah satu kata yang banyak diketikkan di search engine seperti google, yahoo dan lainnya.

Kata psikolog, 17tahun merupakan usia dimana manusia sudah memiliki pemikiran yang matang sehingga layak disebut dewasa.

Dalam dunia perfilm-an, 17tahun merupakan batas untuk melakukan kebebasan dalam berekspresi.

Dan bagiku, meskipun usiaku sudah mencapai 17tahun lebih 117bulan 17hari, ternyata blm bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi orang-orang disekitarku. Walaupun memiliki keinginan menjadi seorang pencerah, ternyata kata hatiku tetap menyatakan aq bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

Tapi, gak ada salahnya kalau terus berusaha. Seorang bijak pernah berkata bahwa seseorang yang sekarang menjadi tokoh dunia, dulunya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

AYO...AKU BISA...!!!

Saturday, December 20, 2008

Mars PNPM

MARS PNPM


Marilah kita bersama - sama
satukan tekad suci mulia

Berkarya untuk membangun bangsa
Capai sejahtera bersama

Lihatlah masih banyak saudara
Nan miskin serta tidak berdaya
Marilah kita galang bersama

Membangun masyarakat yang berdaya

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Program kita semua

Membangun masyarakat berdaya dan mandiri
adalah tujuannya

Ikhlas,Jujur adil prinsip kita
setara dan saling percaya

Hindari jangan saling curiga

demi masyarakat semua


Memberi adalah, Smangat jiwa kita

Bersih kan hati dan, Harta milik kita


Yo ayo kawan kawan semua
Bapak Ibu generasi Muda
Bergabung bersama program kita

Bangun masyarakat
Mandiri dan sejahtera

Lagu itu bukan merupakan lagu perjuangan yang ada dalam buku-buku anak SD, bukan pula lagu romantis yang digandrungi anak muda. Tapi karena satu dan lain hal maka mau tidak mau harus menghapal. Karena memang sudah overload, akhirnya tidak hapal juga, jadinya harus pake contekan saat mengikuti lomba.

Detik demi detik berlalu, ternyata sekarang dihadapkan pada kenyataan harus mengajarkan pada orang lain. Selama 1 bulan berturut-turut tiap hari harus mengajarkan dan mendengarkan lagu tersebut.
Kata orang-orang sech isinya bagus, tapi saya sendiri malu apabila harus menyanyikannya. Malu karena tidak bisa mempraktekkan keseluruhan isi dari lagu tersebut. Mau ikhlas saja masih sulit, apalagi jujur -terutama bagi diri sendiri. Maunya sech ingin memberdayakan masyarakat, tapi kesannya kok hanya memberdayai masyarakat. Tapi gimana lagi, namanya juga kewajiban.

Mending menyanyikan lagu yang sering nongol di tipi ah...


Kemiskinan bukanlah takdir
Kesengsaraan tak perlu hadir
asal mau, masih ada harapan baru.
Semua bisa terwujud
asal bersatu..jeng..jeng..jeng

ayo bangun bersemangat
bersama pnpm mandiri
bergandeng tangan
bulatkan tekat
bersama pnpm mandiri
jangan pernah menyerah...jeng..jeng...jeng..

Bangkit bersama
untuk mandiri....
jeng...jeng..jeng...



Tuesday, December 16, 2008

Positif Vs Negatif

Positif Vs Negatif


Segala sesuatu pasti ada sisi positif dan negatifnya. Allah SWT telah menciptakan sesuatu dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sehingga tidak akan ada sesuatu yang sempurna (kecuali Sang Maha Pencipta)


Dalam memandang sesuatu janganlah melihat dari sisi negatifnya. Berfikir positif merupakan cara yang tepat dalam memandang dan menilai segala sesuatu terutama saat mengambil keputusan. Dengan berfikir positif kita akan lebih mudah dalam menerima segala sesuatu tarutama sesuatu yang membimbing kita menuju perubahan yang lebih baik. demikian pula sebaliknya, apabila kita berfikir negatif, kita akan dibuat stagnan dan silau akan segala perubahan terutama perubahan yang akan membawa kita ke arah yang lebih baik.

KOSA KATA KITA

Kosa kata kita

Antek-antek
: anak buah, gedibal, anggota

Becak: setelah acak, kendaraan roda tiga

Becus: (Gak) becus: (Gak) bisa, (gak) pinter

Beskem:
Base Camp, Tempat ngumpul nongkrong, pacaran, maen leptop dan tidur

Bigbos: Bos yang besar banget

Bom: Sesuatu yang bisa meledak

Cepe-Cepe
: Kopi dan paste, tambahan gelar bagi lulusan perguruan tinggi modern yang suka menghargai hasil karya orang lain (STCP, SHCP, SECP)

Cetak: Print

Dalil: Alasan

Deadline: Waktu kita akan mati jika tidak menyelesaikan tugas dari bos

Dongeng: Cerita dari kakek dan nenek

Elektronik
: barang yang bisa nyetrum

Eksploitasi: dipaksakan

Fenomena : gejala, nama salah satu acara di tipi

Gelut, bergelut: bersinggungan, bekerja di bidang

Genosida: pemusnahan/pembantaian manusia

Glidig: kuli bangunan, bekerja, mencari uang

Goblog: Bodo, gak pinter

Grand Master: Katanya sech ahli catur

Infotainment: Hiburan ibu-ibu

Israel: Bangsa penjajah yang negaranya tidak ada dalam peta, pokoknya penjahat yang melebihi penjahat kelamin

Jagal: tukang menyembelih

Jok: jog: sadel, tempat duduk bagi yang naik motor

Kader:
anggota, orang yang baru masuk ke perkumpulan/organisasi

Kak Seto
: Kakaknya Seto

Kawin Kontrak: Setelah kawin mengontrak rumah dan pembantu

Kelanggengan: Keabadian

ketiak: Ketek: pangkal lengan bagian dalam

Kitab: buku, ruas

Kolak: Makanan dari pisang

Kondominium: Bangunan berbentuk kondom, menjulang tinggi yang katanya merupakan model perumahan gaya baru

Konfeksi: katanya ayahku: baju

Laptop: Mainannya Mas Thukul Rahwana

Lilin: sesuatu yang ditiup ketika ulang taun, lampu

Mall: tempat nongkrong anak gaul, pasar senggol model perkotaan

mendoan= tempe digoreng setengah matang (sumber:alifahru)

Mental: jiwa. kebalikan fisik, pikiran

Merangkak:
Bahasa inggrisnya mbrangkang, berjalan dengan kaki dan tangan

Milis: Milling list

Milyarde
r: Duitnya lebih dari 1 milyar

Modern: maju, kebalikan primitif

Mutilasi:
dipotong kecil-kecil, dipisah-pisah

Monyet Hitam: Obama to yo.....

Nganyelke: Menggemaskan

Ngarit: mencari rumput tuk makanan ternak

Nguli: bekerja sebagai kuli

Nongol: datang, muncul

Nyangkul: mencangkul, kalau main kartu kalah terus

Obama: Adiknya Osama bin laden, Presidennya orang yahudi

Online
: Kebalikan offline

Oplehan: omongan

Overload: jenuh, terlalu penuh, mblobor

palestina: Negara di timur tengah yang dijajah oleh Israel

Partai: organisasi, perkumpulan masyarakat, organisasi

Pekok: goblog, bego, bodoh

Pemungkas: terakhir, yang paling ampuh

Paradigma
: Sudut Pandang

Perblogan: Berkaitan dengan blog

Perekrutan:
mencari pegawai/orang

Pion
: Pembokat, anak buah kita, serdadu dalam catur

Planologi: Kawah candradimuka bagi perencana kota dan kawasan. Merupakan dunia yang penuh dengan imajinasi serta mimpi yang belum tentu terbukti

PNPM : Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat

Primitif:
kuno, katro', ndeso

Prostitusi
: Kata orang2 bisnis perempuan

Psikolog: Lulusan psikologi, ahli kejiwaan

Rating
: Masih bingung juga, kemarin asal comot

Restoran: warung

Romantis: Rokok makan gratis, tentang cinta-cintaan

Simpatisan: orang yang bersimpati

Sirene: Lampu kelap-kelip yang bisa mengeluarkan bunyi

Solidaritas: Rasa saling peduli terhadap sesama

Stakeholders : semua orang yang terlibat, peserta

Stagnan : Statis, diam, tidak berubah

Steak: Makanan londo yang berasal dari daging

Sustainable development: Kata Pak Emil Salim pembengunan berkelanjutan

Tata Ruang : Kalau gak salah adalah bagaimana cara kita menempatkan sesuatu di suatu ruang

Terompet: Benda yang bisa mengeluarkan bunyi bila ditiup

Tim leader : semacam bos besar lah

Tipi : Televisinya wong ndeso

Waras: tidak gila, normal

Wudhel
: Atasnya "manuk kuthut", pusar

Zahudi: Bangsa penjajah yang paling jahat dan kejam didunia


Kosa kata kita yang ada dalam kata hati ini bukan merupakan hasil pencarian di google, yahoo atau tukang cari kosa kata kita yang hilang lainnya. Jadi sesuai dengan hukum alam, kebenarannya bersifat relatif

Cerahkan Hati

CERAHKAN HATI DENGAN MENGUNGKAPKAN
KATA HATI




Cerahkan
lah hati dengan mengemukakan kata hati. Karena sesungguhnya kata hati merupakan ungkapan kebenaran. Semua orang layak menjadi pencerah dengan mengatakan kebenaran, yaitu mengungkapkan segala sesuatu yang bersumber dari hati nuraninya.


Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu ialah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua. Amien

Friday, December 12, 2008

Rencana Tata (R)uang Kota

Rencana Tata (R)uang Kota


Membaca artikel dari Yon A Udiono (SM 10 Desember 2008) tentang adanya perubahan pola pikir kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam merencanakan tata ruang sungguh menggelitik hati. Bukannya sok-sokan mau dianggap sebagai orang yang peduli sebagai pemerhati lingkungan, tapi berjuang 5,5 tahun di planologi seolah-olah diri ini tidak bisa diam melihat ketimpangan yang ada (walah jayus ah....hehehehe)

Rencana Tata Ruang merupakan pedoman bagi pengambil keputusan (pemerintah) dalam upaya mengendalikan pembangunan di kawasan yang diembannya sesuai dengan prinsip sustainable development (Jadi ingat pas ujian gak tau arti istilah ini ihik..ihik...). Oleh karena itu, Rencana Tata Ruang harus benar-benar mampu mengakomodir semua kepentingan seluruh stakeholders yang ada dari rakyat kecil, pengusaha sampai penguasa.

Pada kenyataannya, hampir semua kota yang sudah memiliki dokumen perencanaan, Dokumen Rencana Tata Ruang Kota biasanya dijadikan sebagai “kitab suci” yang ditaruh diatas almari, diletakkan ditempat yang tinggi dan berkunci, sehingga tidak semua orang bisa membuka atau membacanya. Apabila ada orang yang bertanya tentang isi dokumen tersebut cukup diperlihatkan dari jauh saja. Lalu bagaimana para pemangku kebijakan memutuskan tentang pembangunan di kotanya? Tentu saja menggunakan dokumen Rencana Tata Uang Kota yang disusun bersama antara pemangku kebijakan dengan pemilik modal besar (penguasa-pengusaha). Oleh karena itu janganlah heran apabila banyak bangunan yang bersejarah, atau bangunan yang mendukung keberadaan kehidupan masyarakat (kecil) disekitarnya digusur untuk diganti menjadi bangunan modern baik itu berwujud perkantoran, kondominium (bukan kondom minimum) maupun mall dan bangunan komersial yang lain.

Bagi pecinta bangunan bersejarah: janganlah kalian menangisi apabila bangunan-bangunan sumber inspirasi kalian dimutilasi untuk dijadikan sebagai bangunan bersejarah baru (maksudnya baru bersejarah 100 tahun kemudian). Jangankan bangunan, manusia/rakyat, terutama kawulo alit saja juga digusur. Meskipun Prof Eko Budiharjo sudah pernah menulis artikel tentang “Membangun Tanpa Menggusur”, toh tetap saja dianggap sebagai sebuah puisi yang hanya perlu direnungi, diresapi dan ditangisi tanpa perlu dimengerti dan di laksanakan.

Sebenarnya malu juga sech menulis artikel ini, apalagi kalau ingat proses saat menyusun Rencana Tata Ruang suatu kawasan. Karena ingin menghargai hasil karya orang lain, maka daripada sia-sia bin mubazir Rencana Tata Ruang yang sudah ada kita daur ulang lagi dengan rumus CePe-CePe. Sesuai dengan pancasila terutama sila kelima (keadilan sosial bagi...), maka Rencana Tata Ruang kawasan A kita samakan dengan kawasan B gak peduli kawasan A pegunungan dan kawasan B pantai, yang penting keadilan mendekatkan kita kepada kesejahteraan (dari Team Leader dan Bos kita).

Jangan tanya kenapa karena saya sendiri juga bingung

Sunday, December 7, 2008

Ada Apa dengan Ananda Mikola dan Marcella Zarianty ?

Beberapa hari ini wajah Ananda Mikola dan Marcella Zarianty sering nongol di layar tv. Hal itu terkait dengan tindakan yang telah mereka lakukan.

Ananda Mikola yang selama ini mengharumkan nama bangsa sebagai atlet balap rupanya ingin beralih profesi menjadi atlit catur. Dia sudah belajar bagaimana cara mengintimidasi lawan dengan baik. Layaknya GRAND MASTER, dia mencoba mempengaruhi pola pikir lawan sehingga masuk dalam perangkapnya dan bisa dijadikan pionnya.


Tak jauh berbeda dengan Marcella Zalianty, seorang artis papan atas yg seperti artis-artis lainnya perlu mendongkrak popularitasnya. Dan kayaknya kali ini dia berhasil mengalihkan perhatian media dan masyarakat yang sebelumnya tercurah pada kisah perceraian teman2 sendiri sesama artis.

Dan ternyata, upaya yang mereka lakukan -meskipun berhasil mendongkrak rating, terganjal oleh kenyataan pahit. Yang menyatakan bahwa tindakan mereka melanggar hukum dan merugikan orang lain.

Semoga mereka berdua berhasil mewujudkan keinginan dan cita-cita yang mereka inginkan. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah atas tindakan keduanya. Semoga hukum tidak hanya diberlakukan kepada rakyat kecil, yg hanya bisa melihat tv dan bukan orang2 yang biasa dilihat di tv.

Thursday, November 27, 2008

Arti Sebuah Pengorbanan dari Pohon Pisang

Hampir semua orang pernah makan atau hanya melihat pisang. Buah yang banyak tumbuh di seantero pelosok nusantara. Berbagai jenis makanan baik itu pisang goreng, pisang rebus, pisang bakar, jus pisang, tepung pisang, kolak pisang, dan lain-lain tentu tidak asing bagi kita.

Banyaknya pohon pisang yang tumbuh disekitar kita membuat kita merasa biasa saja bila melihatnya. Padahal ada suatu hal yang bisa kita renungi dari adanya pohon pisang tersebut.
Pohon pisang, seperti halnya lilin merupakan simbol dari suatu pengorbanan. Pohon pisang hanya bisa menghasilkan buah satu kali saja selama hidupnya. Setelah menghasilkan buah untuk dipergunakan oleh makhluk lain disekitarnya. Dengan kata lain, pohon pisang rela mati setelah dia menghasilkan buah -sesuatu yg berguna.

Cobalah kita renungkan. Selama kita hidup, apa yang sudah kita hasilkan bagi lingkungan sekitar kita ? Janganlah kita menunda-nunda untuk berbuat baik, sebab kita tidak tau kapan ajal akan menjemput kita. JANGAN SAMPAI HIDUP KITA SIA-SIA KARENA TIDAK MENGHASILKAN APA-APA.

Wednesday, November 19, 2008

Listrik...oh Listrik

LISTRIK..... OH LISTRIK

Suatu hari di suatu tempat:
Pukul 00-03.00 mati lampu. Bukan menjadi masalah besar karena sebagian besar manusia sudah terlelap di buai mimpi. Kecuali manusia-manusia kalong yang kecanduan internet maupun game online (yang katanya ada kenikmatan sendiri beraktivitas diatas jam 01.00 dini hari.
Pukul 08.00-12.00 Mati lampu lagi. Memang sech hari dah terang, sehingga tidak memerlukan penerangan dari lampu listrik. But, deadline laporan dah menunggu. Baru disusun setengah jam, lampu indikator laptop sudah kedip-kedip kehausan- “minta makan listrik”, katanya. Yach untung masih ada koran pagi. Sayup-sayup terdengar obrolan, gurauan dari rumah sebelah. Buruh-buruh konfeksi yang biasanya melantunkan melodi dari mesin jahitnya hanya bisa mengistirahatkan diri dan peralatan mereka.
Pukul 15.00-16.00 lagi-lagi mati lampu. Belum sempat mengisi air , mandi jadi tertunda.
18.30-20.00 sekali lagi mati lampu. Kapan adik-adikku belajar? Mau mengadakan pertemuan, tapi masih bingung juga, perlengkapan belum disiapkan. Kondisi tersebut akan berulang dalam kurun waktu beberapa hari sekali. Lengkap sudah penderitaan kita disini.
Mungkin apabila membaca gambaran tersebut diatas, pikiran kita terlintas pada suatu daerah yang terpencil, jauh dari kota besar dimana penduduknya terbiasa menyalakan lampu petromaks di malam hari. Kalau enggak, yang tergambar adalah situasi di tahun 80-an dimana banyak sekali daerah (terutama pedesaan) yang belum terjamah listrik.
Padalah, situasi tersebut menggambarkan kondisi saat ini, disuatu daerah yang diapit dua kota besar, di jalur pantura pula. Suatu daerah dimana banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan industri rumah tangga, yaitu konfeksi.
Kalau kita bandingkan dengan kebijakan pemerintah yang selalu menekankan penambahan modal dari investor asing, menggalakkan UKM, dan bla..bla..bla.. suatu kondisi yang ironis sekali. Gimana mau mencari investor asing, kalau mau mendirikan pabrik saja listriknya byar-pet. Bagaimana cara pengusaha konfeksi mau berkembang mengalahkan produk dari China kalau mau menjahit saja harus menggunakan mesin manual?
Apakah kita harus kembali lagi ke jaman bahula? Mengetik dengan mesin tik manual, menonton TV harus menggukakan aki, menjahit dengan menggunakan mesin kaki, memakai lampu petromax....
Kayaknya asyik dech...

Monday, October 27, 2008

Pernikahan dini dan Eksploitasi di sekitar kita


Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan adanya seorang milyarder yang menikahi gadis berusia 13 tahun. Bahkan berdasarkan pengakuan dari sang milyader tersebut dia juga akan menikah lagi dengan gadis yang berusia 7 dan 9 tahun. Beragam komentar dan pendapat yang muncul menegaskan seolah-olah itu adalah suatu masalah besar yang perlu dibahas oleh seluruh warga negara ini yang sebenarnya masih memiliki masalah lain yang lebih besar .

Seorang Kak Seto yang merupakan pemerhati masalah anak membuka kitab-kitab saktinya yang terangkum dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Dengan berbagai alasan beliau mengatakan bahwa hal tersebut melanggar kitab sucinya karena termasuk sebagai tindakan yang mengandung eksploitasi terhadap anak-anak. Menurut Kak Seto, anak-anak masih memiliki dunianya sendiri yang tidak boleh digugat oleh orang tuanya. Mereka masih butuh bermain, istirahat, bermanja2 dengan orang tua dan sahabat serta belajar hal-hal yang ada di sekitar mereka. Tentu saja kita semua membenarkan pernyataan dari Kak Seto yang pengetahuannya tentang anak melebihi pengetahuan orang tua anak tersebut.

Kalau kita melihat televisi, pasti mata kita dimanjakan oleh tontonan lucu nan menggemaskan yang disuguhkan dari anak-anak kecil yang bermain peran. Tiap hari sehabis magrib banyak sekali ibu-ibu yang menambatkan matanya di layar kaca demi melihat kelucuan dan kepolosan Si Baim (yang kalo ane taksir umurnya baru sekitar 3-4 tahunan). Dan apabila kita perhatikan masih banyak lagi baim-baim lain yang harus meninggalkan kebutuhan bermain, istirahat dan bermanja-manja dengan orang tua demi memanjakan mata pemirsa televisi. Mereka harus mengikuti syuting berjam-jam selama satu hari demi mengejar deadline yang kita berikan. Kita pasti tidak merasakan karena yang kita lihat adalah gambaran dari kelucuan anak kecil tanpa bisa melihat kondisi di balik layar.

Kembali ke pernikahan dini diatas. Beberapa ulama (bahkan Ketua MUI) mengecam pernikahan ala milyader di daerah Semarang tersebut. Berbagai dalil agama mereka keluarkan tetapi memalui perantara media cetak dan elektronik untuk melawan dalil dari Sang milyader. Suatu hal yang berbeda dengan perlakuan beberapa oknum orang yang menghalalkan “Kawin Kontrak” untuk menutupi prostitusi di beberapa sudut wilayah negeri. Kawin Kontrak dan Kawin di bawah umur apabila dilakukan secara membabi-buta akan memunculkan eksploitasi-eksploitasi baru. Kedua tindakan tersebut, bukanlah suatu permasalahan apabila pelaku-pelakunya merupakan orang yang benar-benar mengerti ajaran agama.

Kalau kita mau berfikir, tentu vonis eksploitasi tidak hanya kita jatuhkan kepada Si Milyader dari Semarang saja, tetapi juga kepada pelaku-pelaku industri pertelevisian-dan kalau mau jujur, kita juga harus dipersalahkan karena ikut membantu dan mendukung usaha mereka. Juga kepada ahli-ahli agama yang lain yang telah melegalkan kawin kontrak padahal mereka tahu kalau tujuannya adalah nafsu.

Kalau kita mau adil, kita tentu tidak akan melihat satu kasus dari satu sisi saja atau menilai suatu kejadian dengan kacamata emosi dan infotainment. Jangan melihat siapa yang melakukan, tapi lihat juga kenapa dia melakukan.

Kalau Bukan dari kita, dari siapa lagi ?

Klegen, 26 Okt O8

Sunday, October 12, 2008

PENDIDIKan & PERUBAHAN SIKAP

PENDIDIKan & PERUBAHAN SIKAP


Dunia pendidikan perguruan tinggi kembali tercoreng dengan adanya praktek-praktek kotor penipuan. Kalau sebelumnya penipuan cenderung mengarah dalam bentuk plagiasi, sekarang sudah meningkat ke arah pemalsuan dokumen-dokumen pendukung. Terbongkarnya kasus mahasiswa FK Undip yang mendaftar menggunakan dokumen palsu merupakan salah satu ekses dari adanya perubahan paradigma yang dimiliki oleh masyarakat indonesia, termasuk kaum intelektualnya.
Pendidikan- termasuk pendidikan tinggi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kemampuan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Pendidikan sebenarnya tidak harus di wujudkan dalam bentuk pendidikan formal, semi formal dan informal. Pendidikan formal dalam hal ini adalah pendidikan yang ada dalam institusi sekolah, pendidikan informal bisa diperoleh melelui pelatihan, kursus, seminar dan lain-lain sedangkan pendidikan informal bisa didapat dalam kehidupan sehari-hari.

pelatihan merupakan salah satu bentuk pendidikan semi formal

Setiap manusia (yang normal) dikaruniai indra yang bisa digunakan sebagai alat untuk melihat, mendengar, merasakan, berbicara, berfikir, memilah yang nantinya akan berujung menjadi sebuah tindakan. Proses melihat, mendengar, merasakan sampai dengan munculnya tindakan sebenarnya adalah suatu pendidikan juga.

Berfikir merenungi keindahan alam merupakan
bagian dari proses pendidikan juga



Proses-proses tersebut akan terus terasah dan terus berkembang seiring dengan kematangan manusia dalam melakukan proses tersebut. Dan sebenarnya proses tersebutlah yang dilaksanakan oleh seluruh manusia dalam menempuh pendidikan baik itu formal, semi formal dan informal.


Yang menjadi suatu permasalahan, pada saat ini masyarakat hanya berpandangan bahwa pendidikan hanya terdiri dari pendidikan formal saja. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila indikator keberhasilan pendidikan hanya dilihat dari selembar kertas yang disebut ijazah. Dan itu tidak hanya terjadi dalam lingkup individual masyarakat saja, tetapi secara institusional kenegaraan juga. Tidak heran apabila demi selembar ijazah ada orang yang berani menghabiskan uang yang cukup besar. Jual beli ijazah merupakan suatu hal yang biasa.
Kita seakan-akan sudah lupa apabila tujuan utama dari pendidikan sudah bergeser. Pendidikan yang indikatornya diukur dari adanya perubahan sikap dan tingkah laku, sekarang bergeser menjadi nilai dan angka. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila seorang yang pada saat ini dianggap sukses dan berhasil dalam mengikuti pendidikan (yang diwakili oleh sarjana-sarjana dan kaum intelektual lain) masih berprilaku selayaknya orang yang belum mendapatkan pendidikan. Hukum rimba yang notabene diperuntukkan bagi makhluk yang tidak memiliki akan dan pikiran diberlakukan. Korupsi, kolusi, nepotisme, penipuan, kriminalitas, individualistis, saling injak sana-sisi merupakan makanan sehari-hari mereka. Baik itu saat mendapatkan selembar ijazah, memanfaatkan ijazah sampai dengan pada saat mencari pengganti bagi uang yang telah mereka habiskan untuk mendapatkan ijazah (di dunia kerja).

Wisuda, bukanlah akhir dari pendidikan

Apabila perubahan masih diinginkan untuk menyelamatkan bangsa ini, maka salah satu tatanan yang harus diubah adalah berkaitan dengan pendidikan. Sudah saatnya pemerintah, pihak swsta dan keseluruhan masyarakat menempatkan pendidikan sesuai fitrahnya yaitu sebagai instrumen pengubah perilaku dan sikap manusia dari yang kurang baik menjadi baik dan dari manusia baik menjadi manusia yang lebih baik.

Kalau bukan dari kita, dari siapa lagi ?

MENIKAH DIATAS MUSIBAH

MENIKAH DIATAS MUSIBAH


Dalam sudut pandang agama, menikah merupakan salah satu bentuk ibadah. Mungkin kita membayangkan sebagai ibadah yang paling mengenakkan karena didalamnya mengandung suatu malam yang paling indah. Pernikahan yang diikuti dengan pesta biasanya dibuat dengan meriah dan mewah. Tak peduli menghabiskan berapa rupiah, yang penting semua tampak megah.

Beberapa hari yang lalu, kita dihebohkan dengan adanya pesta pernikahan yang konon –katanya menghabiskan dana bermilyar-milyar rupiah (Bayangkan saja bila dibelikan kwaci bunga matahari, pasti semua rakyat indonesia akan bisa merasakan rasa asinnya). Tapi berhubung si empunya yang punya hajat mampu ya bagaimana lagi, kita hanya bisa menonton sambil membayangkan akankah pernikahan kita (anak kita) kelak bisa mengikuti mode seperti itu. Jika dipikir-pikir memang layak, terlahir sebagai keluarga pengusaha yang kaya raya berbagai fasilitas tentu bisa didapat dengan mudah. Kemenakan dari orang paling kaya dimana orang (yang seharusnya) nomor satu di negara kitapun bisa tunduk dibawah manis ketiaknya.

Bukannya iri atau dengki dengan pesta (atas) peribadatan tersebut, tetapi apabila mengingat sepak terjang bisnis keluarga pengusaha tersebut pasti kita semua akan merasa muak. Keuntungan usaha yang diperoleh dengan cara merampas hak-hak orang lain digunakan untuk bersenang-senang dan menjamu penguasa-penguasa negeri yang seharusnya melindungi rakyatnya.

Mereka tidak sadar jika makanan yang disajikan di piring-piring mereka sebenarnya adalah daging rakyat yang ditaburi tepung dari lumpur. Mereka tidak akan mampu merasakan jika makanan tersebut dimasak dan digoreng menggunakan lumpur hitam yang dipaksakan menjadi minyak. Mereka seharusnya muntah jika tahu kalau minuman yang tersulang di tangan-tangan mereka adalah perasan keringat masyarakat yang menuntut pengembalian harta-harta paling berharga yang dimilikinya.

Dan saya yakin kalau sepasang pengantin baru yang sedang berasyik-asyik menikmati malam pertamanya, tidak menyadari kalau gerakan-gerakan yang mereka lakukan bersumber dari dukungan tangan-tangan yang menengadah di sepanjang jalan untuk mendapatkan sesuap makanan. Mereka pasti tidak menyadari kalau cairan-cairan yang mereka hasilkan telah menenggelamkan harapan bagi sekelompok orang yang justru tidak bisa merasakan kenikmatan-kenikmatan sebagaimana mereka rasakan.

Semoga Yang Di Atas bisa mendengar doa orang-orang yang teraniaya oleh saudara-saudara mereka.

Sunday, September 28, 2008

Maafkan aku SBY-JK

Maafkan aku SBY-JK, kemarin aku sempat marah pada kalian. Aku telah menduga adanya ketidakadilan dalam pembangunan antara Jawa-Luar jawa. Luar jawa yang merupakan penghasil devisa terbesar merupakan anak tiri kalian. Jawa-Luar jawa memiliki perbedaan sarana infrastruktur yang besar. Dijawa jalan yang beraspal mulus, dibangun dan dipelihara setiap saat, sedangkan diluar jawa sebaliknya.

Maafkan aku SBY-JK, ternyata anggapan itu keliru. Jalan rusak parah dan berlubang-lubang ternyata tidak hanya dimonopoli oleh tanah di luar jawa. Sekarang hampir tidak ada perbedaan antara infrastruktur Jawa-luar jawa. SEMUANYA SAMA SAJA.

Sekali lagi maaf pada SBY-JK karena aku telah berburuk sangka pada kalian