Wednesday, November 19, 2008

Listrik...oh Listrik

LISTRIK..... OH LISTRIK

Suatu hari di suatu tempat:
Pukul 00-03.00 mati lampu. Bukan menjadi masalah besar karena sebagian besar manusia sudah terlelap di buai mimpi. Kecuali manusia-manusia kalong yang kecanduan internet maupun game online (yang katanya ada kenikmatan sendiri beraktivitas diatas jam 01.00 dini hari.
Pukul 08.00-12.00 Mati lampu lagi. Memang sech hari dah terang, sehingga tidak memerlukan penerangan dari lampu listrik. But, deadline laporan dah menunggu. Baru disusun setengah jam, lampu indikator laptop sudah kedip-kedip kehausan- “minta makan listrik”, katanya. Yach untung masih ada koran pagi. Sayup-sayup terdengar obrolan, gurauan dari rumah sebelah. Buruh-buruh konfeksi yang biasanya melantunkan melodi dari mesin jahitnya hanya bisa mengistirahatkan diri dan peralatan mereka.
Pukul 15.00-16.00 lagi-lagi mati lampu. Belum sempat mengisi air , mandi jadi tertunda.
18.30-20.00 sekali lagi mati lampu. Kapan adik-adikku belajar? Mau mengadakan pertemuan, tapi masih bingung juga, perlengkapan belum disiapkan. Kondisi tersebut akan berulang dalam kurun waktu beberapa hari sekali. Lengkap sudah penderitaan kita disini.
Mungkin apabila membaca gambaran tersebut diatas, pikiran kita terlintas pada suatu daerah yang terpencil, jauh dari kota besar dimana penduduknya terbiasa menyalakan lampu petromaks di malam hari. Kalau enggak, yang tergambar adalah situasi di tahun 80-an dimana banyak sekali daerah (terutama pedesaan) yang belum terjamah listrik.
Padalah, situasi tersebut menggambarkan kondisi saat ini, disuatu daerah yang diapit dua kota besar, di jalur pantura pula. Suatu daerah dimana banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan industri rumah tangga, yaitu konfeksi.
Kalau kita bandingkan dengan kebijakan pemerintah yang selalu menekankan penambahan modal dari investor asing, menggalakkan UKM, dan bla..bla..bla.. suatu kondisi yang ironis sekali. Gimana mau mencari investor asing, kalau mau mendirikan pabrik saja listriknya byar-pet. Bagaimana cara pengusaha konfeksi mau berkembang mengalahkan produk dari China kalau mau menjahit saja harus menggunakan mesin manual?
Apakah kita harus kembali lagi ke jaman bahula? Mengetik dengan mesin tik manual, menonton TV harus menggukakan aki, menjahit dengan menggunakan mesin kaki, memakai lampu petromax....
Kayaknya asyik dech...

3 comments:

  1. hari ini mati lampu lg. dari jam 12, kemunkinan sampe jam 4.
    PDhl harus ngumpulin laporan :-(

    ReplyDelete
  2. Hari hari ini PLN sudah menggalakan Program Penyalaan bergilir/..bukan pemadaman bergilir lagi.....[ dasar ]

    ReplyDelete
  3. I found your page with Google so I figure you could make some cash off of this. There is a WordPress SEO plugin that does automatic SEO for your site, automatic SEO plugins like this are new to the blog scene so having this would give your page a huge jump in views. If you are serious about helping your blog get bigger and make money then click my name to check it out.

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopann dan bertanggung jawab