Sunday, October 12, 2008

PENDIDIKan & PERUBAHAN SIKAP

PENDIDIKan & PERUBAHAN SIKAP


Dunia pendidikan perguruan tinggi kembali tercoreng dengan adanya praktek-praktek kotor penipuan. Kalau sebelumnya penipuan cenderung mengarah dalam bentuk plagiasi, sekarang sudah meningkat ke arah pemalsuan dokumen-dokumen pendukung. Terbongkarnya kasus mahasiswa FK Undip yang mendaftar menggunakan dokumen palsu merupakan salah satu ekses dari adanya perubahan paradigma yang dimiliki oleh masyarakat indonesia, termasuk kaum intelektualnya.
Pendidikan- termasuk pendidikan tinggi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kemampuan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Pendidikan sebenarnya tidak harus di wujudkan dalam bentuk pendidikan formal, semi formal dan informal. Pendidikan formal dalam hal ini adalah pendidikan yang ada dalam institusi sekolah, pendidikan informal bisa diperoleh melelui pelatihan, kursus, seminar dan lain-lain sedangkan pendidikan informal bisa didapat dalam kehidupan sehari-hari.

pelatihan merupakan salah satu bentuk pendidikan semi formal

Setiap manusia (yang normal) dikaruniai indra yang bisa digunakan sebagai alat untuk melihat, mendengar, merasakan, berbicara, berfikir, memilah yang nantinya akan berujung menjadi sebuah tindakan. Proses melihat, mendengar, merasakan sampai dengan munculnya tindakan sebenarnya adalah suatu pendidikan juga.

Berfikir merenungi keindahan alam merupakan
bagian dari proses pendidikan juga



Proses-proses tersebut akan terus terasah dan terus berkembang seiring dengan kematangan manusia dalam melakukan proses tersebut. Dan sebenarnya proses tersebutlah yang dilaksanakan oleh seluruh manusia dalam menempuh pendidikan baik itu formal, semi formal dan informal.


Yang menjadi suatu permasalahan, pada saat ini masyarakat hanya berpandangan bahwa pendidikan hanya terdiri dari pendidikan formal saja. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila indikator keberhasilan pendidikan hanya dilihat dari selembar kertas yang disebut ijazah. Dan itu tidak hanya terjadi dalam lingkup individual masyarakat saja, tetapi secara institusional kenegaraan juga. Tidak heran apabila demi selembar ijazah ada orang yang berani menghabiskan uang yang cukup besar. Jual beli ijazah merupakan suatu hal yang biasa.
Kita seakan-akan sudah lupa apabila tujuan utama dari pendidikan sudah bergeser. Pendidikan yang indikatornya diukur dari adanya perubahan sikap dan tingkah laku, sekarang bergeser menjadi nilai dan angka. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila seorang yang pada saat ini dianggap sukses dan berhasil dalam mengikuti pendidikan (yang diwakili oleh sarjana-sarjana dan kaum intelektual lain) masih berprilaku selayaknya orang yang belum mendapatkan pendidikan. Hukum rimba yang notabene diperuntukkan bagi makhluk yang tidak memiliki akan dan pikiran diberlakukan. Korupsi, kolusi, nepotisme, penipuan, kriminalitas, individualistis, saling injak sana-sisi merupakan makanan sehari-hari mereka. Baik itu saat mendapatkan selembar ijazah, memanfaatkan ijazah sampai dengan pada saat mencari pengganti bagi uang yang telah mereka habiskan untuk mendapatkan ijazah (di dunia kerja).

Wisuda, bukanlah akhir dari pendidikan

Apabila perubahan masih diinginkan untuk menyelamatkan bangsa ini, maka salah satu tatanan yang harus diubah adalah berkaitan dengan pendidikan. Sudah saatnya pemerintah, pihak swsta dan keseluruhan masyarakat menempatkan pendidikan sesuai fitrahnya yaitu sebagai instrumen pengubah perilaku dan sikap manusia dari yang kurang baik menjadi baik dan dari manusia baik menjadi manusia yang lebih baik.

Kalau bukan dari kita, dari siapa lagi ?

7 comments:

  1. artikelnya boleh juga,
    fotonya ga kuat...

    ReplyDelete
  2. hehehehhe....makacieh

    ReplyDelete
  3. fotoku koq ga ada ka?? sikapku juga berubah lho waktu itu :p

    ReplyDelete
  4. pendrah kamu yang mana ?
    fotto nya ga dikasih keterangan yangmana dirimu ?

    ReplyDelete
  5. iya nih penasaran
    pencerah kamu yang mana ?

    ReplyDelete
  6. Terima kasih atas pencerahannya...
    Sukses Bro,..

    ReplyDelete
  7. Hello there, I can’t fully grasp precisely how to add your site in my rss reader. Could you Aid me, please?

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopann dan bertanggung jawab