Thursday, February 19, 2009

Kekerasan di Markas Polisi

Kekerasan di Markas Polisi
(Ketika handpone bersaksi)



Minggu ini banyak diantara kita dihebohkan oleh adanya aksi-aksi kekerasan yang terekam dalam kamera hp. Aktor-aktor video 3gp itu beragam, dari pelajar sampai dengan polisi.


Berita terakhir adalah beredarnya video kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota polisi di Palu. Tampak pada rekaman itu seorang polisi dipukuli oleh rekan/seniornya
baik dengan tangan kosong maupun dengan sandal.

Terlepas dari kejadian tersebut direkayasa atau tidak, yang namanya pemukulan termasuk tindakan kriminal (kata salah seorang petinggi polisi terkait penangkapan pemain sepakbola yang sedang berkelahi dilapangan). Yang pasti, tindakan kekerasan termasuk pemukulan adalah tindakan yang tidak terpuji. Apalagi tindakan tersebut dilakukan oleh anggota polisi yang seharusnya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.

Setelah terbongkarnya video kekerasan polisi Palu itu, mata kita seakan terbuka. Ternyata kegiatan kekerasan yang dilakukan oleh (oknum) polisi tidak hanya terjadi pada saat pembubaran demonstrasi, introgasi atau saat mem-back up penggusuran saja, tapi juga terjadi di dalam markas-markas mereka.

Semoga dengan kejadian ini dapat dijadikan pembelajaran dan pencerahan bagi kita semua. Semoga bapak polisi pengayom kita bisa semakin profesional dalam bertugas. Dan yang paling perlu diingat, kita harus berhati-hati dalam menggunakan alat perekam di hp kita, karena pemburu 3gp berkeliaran disekitar kita

40 comments:

  1. ya pak..
    memang ketika kekerasan berseragam, dah repot nih kita-kita, kena gasak semua kalo kebetulan lewat aja... repot

    ReplyDelete
  2. semoga kekerasan bukan semakin membudidaya

    ReplyDelete
  3. wah mungkin itu mereka gi latihan biar turun kejalan menghadapi warga mereka dah kuat.....
    liat ajah kalau cara menangani demonstrasi....

    ReplyDelete
  4. nah lu. kok masih ada sih tuh oknum oknum..

    ReplyDelete
  5. Memang Kekerasan Oknum Sejak dulu hingga jaman sekarang susah di berangus

    ReplyDelete
  6. Perasaan sekarang ini kok banyak kekerasan dimana2 ya?? ngga yang aparat, anak sekolah, mahasiswa, geng wanita ...masih banyak lagi tuh beritanya sampai prihatin ngliatnya...
    Mudah2an segera berakhir deh semua kekerasan mdl gini...

    ReplyDelete
  7. mungkin itu karena mereka udah lama gak nonjokin orang kali ya???
    gatal dech tangannya..
    gak di sana gak di sini, kok ya ada kekerasan..

    ReplyDelete
  8. mari beternak blog..jangan beternak kekerasan..*halah*

    ReplyDelete
  9. 80% para polisi kita memang suka bertindak keras. temenku yang polisi aja sering kok cerita kalo dia mukulin para tahanan yang blm dieksekusi :D

    ReplyDelete
  10. kalo otaknya udah nggak jalan,ya tangan yg jalan..hayahhhh!!

    ReplyDelete
  11. Aku pernah dengar yg diPalu
    Yg mukul Diperiksa malah mengaku itu adalah main-main atau sandiwara saja..
    Mang masyarakat bodoh apa ?
    Waktu pelajaran mengarang waktu SD pada dapet nilai 5 kali..?
    Gak masuk akal

    ReplyDelete
  12. tambahan untuk citra negri ini, setelah bangsa terkorup, sekarang kriminalitas tinggi, tambah miskin harkat dan martabat.

    ReplyDelete
  13. iya kita setiap bertindka, apapun itu harus berhati-hati, kamera sekarang ada dimana-mana :)

    ReplyDelete
  14. jaman sekarang, kamera ponsel se'jadul apapun bisa dipake buat ngerekam hal2 yang menyalahi n melanggar aturan.huhu...

    ReplyDelete
  15. bener bgt,mas. Sekarang ini kekerasan terjadi dimana saja. Dan kita harus hati2 tuh dengan kamera yang selalu gentayangan!

    ReplyDelete
  16. capek juga ya tiap hari denger soal kekerasan. kapan yang namanya kekerasan bisa berhenti ya....

    ReplyDelete
  17. Kalau yg dipukulin sesama polisi sich silahkan saja aku g urusan walau itu memang g bener, Tapi yg paling memalukan yach kalau Polisi bodoh gagal nangkep Pelaku pembunuhan terus cari kambing hitamnya orang sipil (Kasus Kemat) ini sangat MEMALUKAN... :D

    Salam Bro :)

    ReplyDelete
  18. semoga kejadian seperti itu tidak berulang lagi

    ReplyDelete
  19. semoga menjadi pelajaran buat semua, dan tidak terjadi lagi...

    ReplyDelete
  20. waduh kalo sudah begini memang repot jeh lha gimana nggak wong di tempat penegak hukum kok gitu yah ....
    salam sukses selalu

    ReplyDelete
  21. budaya yang diwariskan dari nenek moyangnya

    ReplyDelete
  22. padahal tanpa sadar, di kamar tidur kita sering ada 'kekerasan'. malah istri kita sepertinya tidak terima bila kurang 'keras' dan menuduh yang nggak-nggak.

    ReplyDelete
  23. Wah makin banyak aja ya kekerasan itu.
    Pelajar cewek juga ikutan beraksi preman juga.
    Haduh, koq kayaknya Indonesia makin g berez aja.
    Haruz didoakan supaya makin g parah nih.

    ReplyDelete
  24. Sip, Kang. Salam kenal yak..

    Kebiasaan itu udah banyak terjadi dimana-mana dari jaman jebat. Hanya saja terdukung teknologi, ngetrend dah tema itu sekarang-sekarang nie..

    Bagus juga agar kritik sosial juga berkembang dari kita-kita (masyarakat)..

    ReplyDelete
  25. kata polri, mereka berbuat kekerasan macam itu karena terilhami kasus IPDN. Kontan saja alumni IPDN mencak-mencak... :)

    ReplyDelete
  26. ckkkck...... kekerasan terjadi dimana saja dan siapa saja dan kapan saja. walahhhhh!!!!

    ReplyDelete
  27. berita terakhir yang aku dengar pelaku kekerasan katanya satu angkatan dengan korban

    ReplyDelete
  28. Sayang sekali ya, seharusnya mengayomi malah melakukan kekerasan. Oknum tersebut diperiksa dan dikenakan sanksi sesuai deangn tingkat kesalahannya

    ReplyDelete
  29. wah, saya jadi bertanya-tanya nih, mas pencerah, bagaimana mereka bisa menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat kalau sesama korps aja ndak akur kayak begitu. bisa2 malah mereka bikin masalah baru ketika menangani masalah. duh, makin repot ajah!

    ReplyDelete
  30. yg seharusnya diperlakukan dengan kekerasan tu koruptor
    he.. oknum.. oknum..

    ReplyDelete
  31. terakhir denger beritanya, ternyata itu semua hanya sandiwara....


    ter...la....luuuu...

    ReplyDelete
  32. semoga itu bner2 sandiwara sprti berita terakhir :D

    ReplyDelete
  33. Turut prihatin juga mas, ternyata budaya kekerasan itu masih sangat lekat di Negeri ini

    ReplyDelete
  34. peristiwa tersebut mudah2an bisa sebagai cambuk agar bisa semakin mengayomi rakyat

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopann dan bertanggung jawab