Monday, March 30, 2009

Musibah yang Tak Tercegah

Musibah yang Tak Tercegah


Hidup di negara Indonesia yang katanya negeri indah bak Zamrud Khatulistiwa sebenarnya mengasyikkan plus mengenakkan. Negara yang kaya akan pulau dengan tanah-tanah yang subur, binatang yang indah banyak ragamnya serta pemandangan alam yang sangat indah. Kata Koes plus tongkat yang ditancapkan ke tanah saja bisa menjadi tanaman yang menghasilkan.

Hanya sayang, bangsa yang mendiaminya terlalu manja dan sibuk mementingkan diri sendiri. Dengan banyaknya karunia dan potensi yang dimiliki, membuat manusia-manusia indonesia tumbuh menjadi pemalas. Berbeda dengan manusia yang berasal dari belahan bumi lain. Karena keterbatasan yang dimiliki oleh negaranya, mereka terbiasa bekerja keras sehingga kejayaannya mampu melampaui negara yang sebenarnya kaya raya termasuk negara kita.

Terlalu terlenanya sehingga kita tidak menyadari kalau perilaku-perilaku manja dan egois tersebut mengancam kehidupan kita sendiri. Bencana-bencana yang seharusnya bisa diatasi tanpa sadari telah menggerogoti kehidupan kita sendiri. Bencana yang dahulu terjadi karena alam kini diciptakan sendiri oleh manusia, baik itu melalui perbuatan langsung maupun tidak langsung.

Banjir dan tanah longsor yang seharusnya tidak perlu terjadi, tiba-tiba datang seiring hilangnya pepohonan karena ditebang. Kekeringan di musim kemarau sudah menjadi trend masa kini, padahal jarang terjadi pada masa lalu. Pepohonan yang bisa menghasilkan uang justru dibakar demi tanah sebidang. Dan yang terakhir adalah runtuhnya tanggul bendungan yang memakan banyak korban.

Kapankah kita bisa belajar menghargai alam?
Kapankah musibah bisa dicegah ?
Apakah harus menunggu manusia-manusia bejat punah?
embuh ah......
Semoga tulisan ini bisa menjadi pencerah
Bagi manusia yang hatinya tergugah


21 comments:

  1. Jerit tangis alam telah membahana..
    Tg mereka seakan tak mau tau..
    Mereka menutup kedua telinganya rapat rapat..
    Kenapa TUHAN, tak membuat tuli semua org yg jahat..

    ReplyDelete
  2. sebelumnya aku turut berduka atas musibah yang terjadi di situ gintung...semoga para korban di beri ketabahan.

    Tapi mari kita lihat lagi kebelakang, bukankah itu akibat ulah kita sendiri ? kapan yaaa manusia bisa sadar ??? Ayo kita mulai kesadaran ini dari diri kita dulu.... :D

    ReplyDelete
  3. puisinya indah
    kau memang pencerh
    ahhhhh
    andai semua bisa berubah
    lebih ramah
    agar dunia tetap indah
    berkah

    ReplyDelete
  4. iyanih, dah musim hujan lagi..
    siap2 banjir dan bencana lain :)

    ReplyDelete
  5. Bumi sudah semakin tua. Ibaratnya mesin tua yg lebih sering dipergunakan tp jarang diservis, begitulah sekarang nasib bumi.
    Kasihan kita yg hidup di bumi ini, terlalu sibuk mencari kenikmatan dunia tp lupa menjaga kendaraan kita, menjaga tempat kita hidup.

    ReplyDelete
  6. musibah memang tidak bisa dicegah dan gak tau kapan akan datang, semua rahasia Allah SWT

    ReplyDelete
  7. semoga kita bisa mengambil hikmah dibalik musibah yang terjadi

    ReplyDelete
  8. Yach, pertumbuhan penduduk yg demikian pesat sebenernya menjadi salah satu pemicu semakin berkurangnya lahan hijau dan area konservasi. Gimana ya solusinya? Bagaimana pun juga, manusia kan butuh tempat tinggal. Dan untuk itu, mesti mencari lahan untuk membangun rumahnya. Nah, kalo lahan semakin sempit, terpaksa deh lahan hijau dikorbanin. Serba salah akhirnya.

    ReplyDelete
  9. Dengan semakin bertambahnya ilmu pengetahuan mestinya manusia mampu memprediksi potensi bencana di sekitarnya. Namun kita sudah terbiasa lalai akan pengawasan lingkungan.
    Mari kita galang komunikasi untuk saling mengingatkan akan adanya potensi bencana di sekeliling kita, gak boleh cuma berkata itu adalah takdir Tuhan!!!

    Cheers, frizzy.

    ReplyDelete
  10. siyap, laksanakan....
    semoga semua bisa menjaga lingkungan masing-masing dulu lah...

    ReplyDelete
  11. prihatin juga terhadap beginian.

    ReplyDelete
  12. sungguh terkejut ketika saya menyaksikan siaran berita di sebuah stasiun TV, ketika musibah situ gintung itu ditayangkan utk pertama kalinya. kenapa juga musibah kok terus terjadi? apa selama ini memang tak bisa terdeteksi hingga akhirnya menimbulkan banyak korban?

    ReplyDelete
  13. mari menjaga lingkungan.kita wajib bersyukur indonesia mempunyai kekayaan alam yang luar biasa.
    negara2 lain yang hanya mengandalkan dari perdagangan saat ini bener megap-megap

    ReplyDelete
  14. Bencana terjadi bila kita tak memahami hukum - hukum alam yang telah ditetapkan oleh Allah. Ketetapan Allah ini adalah pasti dan tak mungkin bisa dilawan oleh manusia, so bila manusia mencoba untuk mengabaikan hukum alam ... lihat sajalah bukti yang telah ditunjukkanNya.

    Hayo mau menunggu bukti lain lagi? Atau kita harus tunduk pada ketetapan Allah? Pilih sajalah sendiri.

    Salam sukses ngeblognya mas pencerah.

    ReplyDelete
  15. berantas dulu semua bentuk korupsi. supaya lebih teratur. lihat situ gintung, sudah jelas tidak boleh ada pemukiman disekitar bendungan, tapi masih saja rakyat kita juga yang nakal. dan ya, didukung pula oleh oknum2 pemerintah yang mata duitan.. wajar aja pelaku2 kejahatan seperti ilegal logging melenggang santai di negara ini..

    ReplyDelete
  16. ada musibah yang bisa dicegah. tapi ternyata tak ada kehendak dan peduli. terjadilah musibah itu...

    ReplyDelete
  17. innalillahi wa inna ilaihi rajiuun...

    ReplyDelete
  18. semuanya memang perlu dinikmati sehingga semua orang tetap belajar seperti yang mas sampaikan

    ReplyDelete
  19. Kunjungan balik nii dari BLOG HEBOH.. Hho..
    Ikut baca-baca sama liat-liat update terbaru..

    Oh iya mohon dukungan supaya saya sukses dan lulus UAN.. Amin..

    Ngomong2 jangan lupa berkunjung ke BLOG HEBOH lagi dan jangan lupa juga berkomentar lagii.. Hhehe.. =) Sukses Selalu..

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopann dan bertanggung jawab