Saturday, January 31, 2009

Surga dan Neraka

Surga dan Neraka


Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, "Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu".".

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.

Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA"

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata "Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?"

Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik"

"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri"



Tulisan ini saya dapat dari temen saya Firman by milis planologi_2k. Semoga bisa menjadi pencerah bagi kita semua. Amien

23 comments:

  1. Makasih ya..
    Semoga banyak yang membacanya..
    Biar lebih tau bagaimana kehidupan..

    ReplyDelete
  2. semoga dia tidak lantas menyuap mui...
    huahahaa...
    apik pak...

    ReplyDelete
  3. @kweklina: trima kasih juga sudah berkunjung...tehnya jangan lupa diminum

    @rampadan: amien

    @suryaden: gak papa, biar MUInya masuk surga smua

    ReplyDelete
  4. andai kita mau saling memberi dan berbagi ..pasti semua dapat..tapi kalau saling berebut untuk kepentingan sendiri akhirnya semua tidak dapat..hanya kesengsaraan yag diperoleh..
    nice posting..renungan buat kita

    ReplyDelete
  5. @Atca: betul mba. Semoga bukan hanya menjadi perenungan, tapi diterjemahkan dalam setiap perbuatan kita

    ReplyDelete
  6. hidup adalah memberi dan saling tolong menolong tanpa harus kita memilah siapa yang akan kita tolong ,trim`s dah mo ber kunjung di blogku yang jadul mba salam hangat dari cilacap

    ReplyDelete
  7. Bweh, emang yah hidup ini butuh rasa ikhlas dalam tolong-menolong kalo gak yah kita sndiri yg rugi ntar di akhirat nanti gak ada yg mau nolongin. Hiks Hiks Hiks Hiks

    Salam kenal yah kak!

    ReplyDelete
  8. renungan yang bagus... kebetulan aku baca di pagi hari yang hujan...

    ReplyDelete
  9. Sebuah renungan yang bagus. Bisa memberikan pencerahan. Kita harus belajar untuk lebih perduli kepada orang lain.
    Salam kenal... *kunjungan balik*

    ReplyDelete
  10. Tulisan yang mencerahkan...
    Terimakasih :)

    ReplyDelete
  11. "Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri"



    ide pokoknya nih...

    ReplyDelete
  12. komentar saya:
    1. Di judul, Surga diberi warna MERAH, tapi di dalam tulisan kok diberi warna hijau. Apa ini adalah lambang dari dua partai negara ini? mana yang neraka dan mana yang surga? hehehe

    2. Tetap tulisan yang mencerahkan karena ternyata tidak beda antara neraka dan surga. Tergantung kita menghadapinya..

    ReplyDelete
  13. kayakya de javu sama postingan ini :D


    salam surpries :P

    ReplyDelete
  14. Wah,,,, bagus banget yah ceritanya....
    makasih udah post ini ^_^

    ReplyDelete
  15. Semoga kita semua ada untuk sesama,Amin :)

    ReplyDelete
  16. aku pernah baca ini.
    dan sungguh bikin aku merenung. manusia memang sering mementingkan dirinya sendiri. padahal ia lupa, bahwa seorang manusia itu tak pernah bisa hidup tanpa orang lain

    ReplyDelete
  17. yah perenungan yang mendalam
    saya sendiri jadi bertanya dalam hati ,memangkah surga sebagai tujuan....?
    salam hormatdan sukses selalu

    ReplyDelete
  18. Wach itulah yg seharusnya dilakukan oleh manusia untuk saling membantu dan menutupi kekurangan saudaranya dan menjalin kerjasama dan tolong mnolong.

    Tapi sekarng orang lebih hidup Individualis .. :)

    Sebuah crita yg mendidik :D

    Salam :)

    ReplyDelete
  19. sesuai dengan dirimu mencerahkan
    thanks bro

    ReplyDelete
  20. Ya ALlaah berikanlah surgamu untukku ..


    bang pasang feedjit gimana cara nya ??

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopann dan bertanggung jawab