Wednesday, January 21, 2009

Bangsa Pencari Masalah

Bangsa Pencari Masalah

"Ada sesuatu yang perlu diubah dalam kurikulim pendidikan kita", kata teman saya ketika melihat televisi bersama.
"Maksudnya apa mas ?", tanya saya yang memang belum paham
Sambil terus menatap ke layar televisi, teman saya menjawab, "Dari TK sampai perguruan tinggi, ternyata hasil dari pendidikan bangsa kita hanya sekedar untuk mencari permasalahan/penyebab saja. Bencana dari dulu selalu datang tanpa henti: musim kemarau benyak daerah kekeringan, musim hujan banjir jadi makanan sehari-hari"
"terus apa hubungannya dengan pendidikan mas ?", tanyaku

"Ya itu, dari TK sampai perguruan tinggi kita sudah diajari bahwa penyebab banjir adalah a,b,c,d. Dan saya yakin semua orang sudah tahu itu. Tapi kok seolah-olah kita hanya diajarkan untuk mencari masalah/penyebab dan berhenti sampai disitu saja.
Bayangkan dengan bangsa lain, setelah mereka tau penyebab terjadinya banjir, fokus keilmuan mereka digunakan untuk merekayasa penyebab terjadinya banjir tersebut agar tidak menimbulkan banjir"
"Lihat saja Belanda, mereka bisa membendung laut karena mereka sering banjir, tapi di negara kita....meskipun banjir orang-orangnya hanya mengungsi atau meninggikan rumah. Bukannya mencari penyebab banjir dan melakukan pencegahan"
"Embuh mas, ngantuk..." jawabku sambil menguap
Sayup-sayup saya masih mendengar kuliah dari teman saya tersebut. Tapi, berhubung mata sudah 5 watt, nyawa tinggal separuh maka saya biarkan saja omongannya menjadi pencerah bagi orang lain yang mendengarnya. Dan saya yakin, setiap kata yang diucapkan berasal dari kata hatinya yang berasal dari keprihatinan yang mendalam akan nasib bangsanya.

30 comments:

  1. pertamax...!!!

    jawab pertanyaan di rumah saya:
    itu pake soto campur sop (photosop) om...!!!

    ReplyDelete
  2. mmmmm....

    musti sedia pelampung tuh..... :d

    ReplyDelete
  3. Memang benar Mbak...kalau kita pikir selama ini kita sekolah hanya cari ijasah saja,bukan cari ilmu.

    ReplyDelete
  4. cari masalah, kemudian cari siapa yang bisa dikambinghitamkan...hehehe...

    ReplyDelete
  5. luweh, sing dikuliahi wae ngantuk...
    piye arep dadi pencerah...

    ReplyDelete
  6. banyak yang harus di benahi di republik ini
    semoga

    ReplyDelete
  7. seharusnya memang pendidikan mengajarkan kita untuk mencari penyelesaian masalah...

    semoga sistem pendidikan dan juga semua sistem di negara ini akan terus berubah ke yang lebih baik

    ReplyDelete
  8. Ikut komen mas..
    Abis mau gimana lagi, dinegri kita kan pada sibuk ngurusin diri sendiri..
    Liat pejabat pejabat kita, kebanyakan yang ngurusin perutnya masing masing..
    Rakyat mau bertindak, lawong bertindak juga perlu dana, jadi nunggu kucuran dana dari yang diatas, tapi yang diatas cuek bebek, sambil merem..

    ReplyDelete
  9. "Ya itu, dari TK sampai perguruan tinggi kita sudah diajari bahwa penyebab banjir adalah a,b,c,d. Dan saya yakin semua orang sudah tahu itu. Tapi kok seolah-olah kita hanya diajarkan untuk mencari masalah/penyebab dan berhenti sampai disitu saja.
    -------------------------
    pertanyaan lainnya...
    kenapa selalu minta diajari?
    ^_^v

    ReplyDelete
  10. Jalan pikiran kita masih utk sendiri - sendiri bos, alias egois.. akhirnya seperti ini deh jadinya...

    ReplyDelete
  11. yang diubah adalah prilaku orang2nya saya rasa jauh lebih penting, jadi pelajaran di sekolah seharusnya bukan hanya untuk di hapalkan

    ReplyDelete
  12. penjarah hutan ditahan bukan karena kejahatannya merambah hutan, tetapi karena politik rival nya. Jadinya patah tumbuh hilang berganti, di penjara satu yang laen masih banyak kok.

    Terkadang timbul pikiran untuk pindah warga negara karena Indonesia ini udah parah sakitnya. Tapi klo begitu pesimis kali kita sebagai anak muda ini, mari anak muda saatnya kita juga turut sebagai salah satu bagian untuk memperbaiki Indonesia. Caranya gampang, mulailah dari diri sendiri.

    ReplyDelete
  13. Buat yang ga ngerasin banjir mungkin hanya bisa..oh gitu yah....tapi bagi saya yang sudah akrab dengan banjir, tiap dteng musim hujan pasti sudah siap sedia.Diantaranya yang pertama biasa dilakukan yaitu memindahkan kulkas ke lantai 2 (huhuh....tragissss)....

    ReplyDelete
  14. kan pelajaran sekolah cuma untuk dihapalkan bukan untuk dipraktekkan. he he he...tergantung masing2 individu.

    ReplyDelete
  15. Itu ilmu lama , sekarang jamannya serba praktek... memang harus ada perubahan
    tapi sayang guru2 itu ilmunya juga ilmu lama :)

    ReplyDelete
  16. saya memproklamasikan diri bahwa saya bagian dari pemecahan masalah, bukan pembuat masalah.. hayooo...

    ReplyDelete
  17. inilah bangsa kita. mari menyelesaikan semua masalah yang ada

    ReplyDelete
  18. pake pegadaian aajah.. gimana.??? langsung selesai tuh.. *kayakna loh

    ReplyDelete
  19. Kritis juga nih si mas/mbak.

    Mumgkin lebih tepatnya begini : yang lebih dominan atau terkesan lebih ditekankan di sekolah ialah pelajaran mengenai penyebabnya ketimbang cara pencegahan. Akibatnya ya seperti yang anda bilang dalam opini di atas :-)

    Sudah hukum alam sih. Makin padet jumlah penduduk dan makin banyak pemukiman, maka potensi banjir akan makin gede.

    Salam kenal.

    ReplyDelete
  20. huaaam kok abis baca postingannya, sy jd ikut ngantuk y... *langsung ngorok eh bobok duyu*

    ReplyDelete
  21. cermin budaya aneh dari negri yang aneh pula.

    ReplyDelete
  22. apa yang dikemukakan teman mas pencerah itu bisa menjadi bahan refleksi para pengambil kebijakan agar dunia pendidikan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kemajuan bangsa.

    ReplyDelete
  23. sebuah realita yg layak difilmkan

    ReplyDelete
  24. if you need any solution just ask to google,..hehehehe jangan pesimis msh bnyk yg pintar cari solusi. salahsatunya mrpsycho. ask him

    ReplyDelete
  25. aduh bangsaku, sebegitu parahkah dirimu... :)

    ReplyDelete
  26. kalau di kita diajarkan 1+1 = ...
    katanya, di negara lain pelajarannya ... + ... = 2

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopann dan bertanggung jawab