Wednesday, October 7, 2009

Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas

 Pelatihan Penanggulangan Bencana  
Berbasis Komunitas
(Disaster Management) 


Indonesia merupakan negara rawan bencana. Tercatat bencana alam datang silih berganti dengan beribu-ribu korban jiwa. Mengingat kondisi tersebut, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM MP) yang dulunya P2KP Kabupaten Pemalang selalu memberikan pelatihan kepada masyarakat berdaitan dengan Penanggulangan Bencana Alam berbasis Komunitas (Disaster Management)


Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas merupakan serangkaian aktivitas masyarakat (komunitas) pada saat sebelum, saat dan setelah bencana terjadi untuk mengurangi jumlah korban baik jiwa, kerusakan sarana/prasarana dan terganggunya peri kehidupan masyarakat dan lingkungan hidup dengan mengandalkan sumber dan kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat. Penanggulangan bencana berbasis komunitas juga merupakan upaya mengkolaborasikan penanggulangan bencana sebagai upaya bersama antara masyarakat, LSM, swasta dan Pemerintah

Pembangunan kemampuan penanggulangan  bencana ditekankan pada peningkatan kemampuan masyarakat khususnya masyarakat pada kawasan rawan bencana , agar secara dini menekan bahaya tersebut. Umumnya berpangkal pada tindakan penumbuhan kemampuan masyarakat dalam menangani dan menekan akibat bencana. Untuk mencapai kondisi tersebut, lazimnya diperlukan langkah-langkah : (1) pengenalan jenis bencana, (2) pemetaan daerah rawan bencana, (3) zonasi daerah bahaya dan prakiraan resiko, (4) pengenalan sosial budaya masyarakat daerah bahaya, (5) penyusunan prosedur dan tata cara penanganan bencana (6) pemasyarakatan kesiagaan dan peningkatan kemampuan, (7) mitigasi fisik, (8) pengembangan teknologi bencana alam.

Saat ini organisasi penanggulangan bencana di Indonesia masih merupakan lembaga ad hoc. Di tingkat Pusat terdapat Badan Koordinasi Nasional (BAKORNAS) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi dengan Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Wakil Presiden. Di tingkat Provinsi terdapat Satuan Koordinasi Pelaksana (SATKORLAK) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi. Di tingkat Kabupaten/Kota terdapat Satuan Pelaksana (SATLAK) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi yang dibentuk berdasarkan Perpres No.85/2005.

Dalam kerja penanggulangan bencana di tingkat daerah, biasa dilakukan:
1.     Kantor/Dinas Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) yang juga mengorganisir Search and Rescue (SAR). Bertugas meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana
2.     Dinas lainnya seperti Pertambangan dan Energi yang berfungsi sebagai pengawas tata kelola pertambangan dan energi, mempunyai peta-peta rawan bencana yang biasanya terkait dengan pertambangan (longsor, bencana lingkungan). Kemudian Dinas Sosial, Bagian Kesra, DPU dsb
3.     Palang Merah Indonesia di daerah masing-masing
4.     Pusat Studi Bencana di Universitas terdekat yang dapat memberikan peta ancaman, mikrozonasi, dan penelitian tentang kebencanaan yang lain
5.     Badan Meteorologi dan Geofisika untuk mengetahui tentang cuaca, iklim dikaitkan dengan bencana, termasuk peringatan dini yang ada untuk berbagai jenis bencana
Selain itu terdapat organisasi masyarakat dan LSM baik nasional, lokal maupun internasional yang concern terhadap isu-isu penanggulangan bencana.


Dalam melakukan manajemen bencana khususnya terhadap bantuan darurat dikenal ada dua model pendekatan yaitu “konvensional” dan “pemberdayaan”.  (Anderson & Woodrow, 1989). Perbedaan kedua pendekatan tersebut terutama terletak kepada cara “melihat” : (1) kondisi korban, (2) taksiran kebutuhan, (3) kecepatan dan ketepatan, (4) fokus yang dibantukan; (5) target akhir.  



Konvensional
Pemberdayaan
Korban adalah tidak berdaya dan membutuhkan barang yang harus kita berikan

Korban adalah manusia yang aktif dengan berbagai kemampuan dan kapasitas
Harus melakukan taksiran kebutuhan yang cepat / kilat

Taksiran kebutuhan dilakukan dengan seksama dengan memperhatikan kapasitas yang ada
Kebutuhan begitu mendesak sehingga kecepatan dan efiensi adalah prioritas; tidak ada waktu untuk konsultasi dengan melibatkan masyarakat setempat

Sejak awal harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari bantuan luar dan perlu menghormati gagasan dan kapasitas yang ada pada masyarakat setempat
Fokus utama adalah benda fisik dan material
Walaupun kita memberikan benda-benda fisik dan material yang dibutuhkan, kita harus mendukung kapasitas dan sisi sosial/kelembagaan serta sisi  sikap/motivasi.

Tujuannya adalah agar keadaan kembali normal
Tujuannya adalah mengurangi kerentanan dalam jangka panjang dan untuk mendukung peningkatan kapasitas



Penanggulangan bencana berbasis komunitas membutuhkan langkah terorganisir dan komitmen yang kuat. Persiapan bencana bertujuan mengurangi resiko, meminimalkan korban dan mengurangi penderitaan. Tugas utama kelompok adalah menyusun perencanaan untuk melakukan usaha-usaha dalam pengurangan resiko bencana, perencanaan tanggap darurat dan rehabilitasi.

(sumber: Modul pelatihan Disaster Management Tim PNPM MP Kab Pemalang) 





49 comments:

  1. Tulisannya bagus, bisa dijadikan rujukan. Salam kenal ...

    ReplyDelete
  2. setuju mas... wedi aku karo sing jenenge bencana iku ...

    hiiii...

    ReplyDelete
  3. Weh.. Kalo bersama2 mampu mewujudkannya, setidaknya tak akan terjadi ketelantaran..
    Bagus bro.!

    ReplyDelete
  4. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  5. manstaaaaaaaaaaaaabbbbbbbsssssssss..

    ReplyDelete
  6. wah. . .bagus jg tuh artikelnya mas. jelas dan tentunya bermanfaat. Tak pikir asli sampean yg buat, hehehe :D

    ReplyDelete
  7. salam pak...terima kasih trainingnya..besok jam tujuh ada award dirumahku..tolong diambil ya pak..

    ReplyDelete
  8. @sugiarno: matur tangkyu. Salam kenal juga

    @suryaden: pancen medeni owg

    @cyperus: sepakat, tinggal tindak lanjutnya juga

    @kangboed: lnjutkan kang...

    @dasir: Matur tengkyu, dah tak klaim, tinggal comot

    ReplyDelete
  9. terima kasih atas ilmunya

    keep posting

    ReplyDelete
  10. memang menarik
    namun kadang penerapannya tidak sesuai dengan kondisi di lapanngan
    namun program ini memang perlu diadakan mengingat banyak orang belum jelas metode dan cara penanganan pasca bencana..

    ReplyDelete
  11. ada software Disaster management nya lho.
    http://kafemis.blogspot.com/2009/10/sahana-sahana-is-free-and-open-source.html

    ReplyDelete
  12. informasi yang menarik, jadi pengen tahu kinerjanya

    ReplyDelete
  13. Seharusnya pemerintah merelokasi area pemukiman penduduk yang rawan tanah longsor dan badai tsunami, itu sebuah pencegahan yang pancen oyee..

    tapi mana mungkin bisa ya...

    btw,thanks banged artikelnya pren

    ReplyDelete
  14. Mampir gan,,,gimana nih kabarnya :D

    ReplyDelete
  15. semoga dengan adanya pelatihan semacam ini bisa meminimalkan korban bencana alam

    ReplyDelete
  16. bisa jadi alternatif baru tuh... hebat...

    ReplyDelete
  17. sahabat ku datang mengunjungimu salam hangt selalu

    ReplyDelete
  18. Suatu langkah yang sangat bagus mas. Pelatihan seperti ini memang sangat diperlukan, sehingga masyarakat yg mengalami bencana bisa lebih berdaya.

    ReplyDelete
  19. Mestinya sosialisasinya lebih menyentuh kekalangan rakyat jelata. agar mereka sadar potensi bencana negerinya.. dan sadar bagaimana cara menanggulangi dan menangani evakuasinya jika terjadi bencana.

    ReplyDelete
  20. sebuah gagasan yang cerdas dan brilian, mas pencerah. semoga pelatihan semacam ini bisa mengurangi dampak bencana yang terjadi. kok di kendal belum pernah saya dengar, ya, mas? hehe ...

    ReplyDelete
  21. Semoga bisa diwujudkan Disaster Management berbasis komunitas di Indonesia ya.. atau jangan2 sudah terwujud di beberapa daerah?

    ReplyDelete
  22. diriku memikirkan jalur evakuasi nek misal enek ngunu2 wi..

    ReplyDelete
  23. sip sip,,managemnet ginian yg perlu bgt dikembangkan dan diterapkan bener bener

    ReplyDelete
  24. wahhh
    keren neh
    harusnya banyak diadakan hal serupa di kota2 lain

    ReplyDelete
  25. siip keren kang
    bagus artikelnya,

    ReplyDelete
  26. bisa jadi ide buat tempat yg lain,

    thanks infonya

    ReplyDelete
  27. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  28. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

    ReplyDelete
  29. betul, komunitas memang seharusnya menjadi basis dlm penangulangan bencana krn mereka mengenal satu sama lain.

    ReplyDelete
  30. sobat, mo ijin tukeran link ya
    sudah terpajang di blogrollku
    thanx ya

    ReplyDelete
  31. dengan adanya pelatihan jadi bisa lebih sigap jika situasi bener2 terjadi

    ReplyDelete
  32. kita juga harus mencontoh negara yang umumnya rawan gempa.
    harus diadakan pelatihan kepada mereka juga

    ReplyDelete
  33. management disaster memang diperlukan oleh seluruh elemen masyarakat. apalagi indonesia menjadi hypermarketnya hazard ataupun disaster. salam kenal ya
    liza

    ReplyDelete
  34. Gile, kalao begini, peran pemerintah bisa di ganti masyarakat, kudetaaaaa, kekekekeke

    ReplyDelete
  35. yeach... pemerintah bagaimanapun juga tetap nggak bisa jalan sendiri... peran masyarakat sangat diperlukan... TAPI... janganlah menjadikan pemerintah mengelak dari tanggung jawab...

    ReplyDelete
  36. dah seharusnya bencana alam menhadi tanggung jwb bersama..:D

    ReplyDelete
  37. bisa dijadikan rujukan nih artikelnya... nice posting..

    ReplyDelete
  38. mantap bisa dijadiin rujukan nih sob

    ReplyDelete
  39. iya tidak salah lagi
    pencerah pasti aktifis
    salut !!!

    ReplyDelete
  40. ada aktifis takuuuutttt...
    nantidiajak demo .......

    tapi yang ngeselin atasnya shinta spammer gelo !!!!

    ReplyDelete
  41. ternyata Komunitas bisa menjadi sebuah kekuatan untuk kemanusiaan, terutama dalam hal bencana alam ya. terima kasih infonya @sangpencerah :)

    ReplyDelete

Silahkan mencela, menghina, atau memuji.
Beeebassss
Matur tengkyu semua