Tuesday, May 4, 2010

Miringnya Gedung Kami

Miringnya Gedung Kami


[http://pencerah.blogspot.com] Kisah ini tidak akan meniru sebuah mahakarya "Robohnya Surau Kami", meskipun kehebohan yang ditimbulkan melebihi  maha karya tersebut. 
Alkisah di sebuah negara yang katanya berorientasi pada kerakyatan dikejutkan dengan adanya penelitian yang menyatakan bahwa otak gedung anggota DPR miring 7 derajat. Bukanlah suatu hal yang tabu apabila kejadian tersebut langsung ditindak lanjuti dengan usulan pembangunan untuk perbaikan otak gedung tersebut dengan mengajukan anggaran 1,8 Triliun. Hanya saja, usulan tersebut berbeda dengan usulan yang dikemukakan oleh anak-anak dengan seragam putih merah serta putih biru.

Meskipun anak-anak tersebut sudah banyak berkeluh kesah tentang "Robohnya sekolah kami", perlakuan yang mereka terima sungguh berbeda. Mereka harus dihadapkan pada prosedur yang rumit bin berbelit-belit untuk mendapatkan peninjauan atau pengecekan. Belum lagi tindak lanjut dari pengecekan tersebut masih memerlukan waktu yang lebih lama. 

Akankah hati nurani masih menghidupi pengambil kebijakan di negeri itu? Beranikah Presiden sampai bawahannya membuang noda yang berada di hati mereka? Ataukah kita yang harus berdoa agar hati orang-orang tersebut dihikangkan saja sekalian? 
Wallahu alam bisawab

16 comments:

  1. Perbaikan 1,8 triliun??? Apa gak berlebihan???

    ReplyDelete
  2. apa lagi yang bisa kita harapkan ??

    ReplyDelete
  3. Sudah menjadi rahasia umum, na karena udah umum makanya gak malu mereka :D

    ReplyDelete
  4. Ah saya sih mau mendirikan omahmiring saya terlebih dahulu, ndak perlu dana 1,8 Triliun kok, cukup 200 ribu itu pin sisa banyak... Hehehehe....

    ReplyDelete
  5. Akan lebih baik bila orang2 yang tidak punya hati nurani di gedung sana dilenyapkan hatinyam diganti dengan hati elang ajah sekalian.. Sudah begitu muak saya melihat tindak tanduk mereka yang tidak memihak kami orang miskin...

    ReplyDelete
  6. Berani taruhan, bahwa proyek itu akan tetep jalan...

    ReplyDelete
  7. Moga tak ada lagi kata sulit dan sunat untuk kemajuan pendidikan di negeri kita :)

    ReplyDelete
  8. kita cuma bisa mengucap bismillah dan berharap,...

    ReplyDelete
  9. robohnya rumah rakyat karena kelakuan penghuninya
    *ngelus dodo karo anyel tenan*

    ReplyDelete
  10. cuma bisa ngelus dada (doh)

    ReplyDelete
  11. It's pandora bracelets the same thrill as walking in a room pandora jewellery with stacked floor to ceiling designer cheap pandora canada shoes in your size. I have never pandora bracelets sale been lucky enough to experience this, but pandora charms I am a woman and I have my pandora bangles fantasies. In fact, entire television series have pandora necklaces been written about this. It was pandora beads called Sex in the City. And, yes, the sex part was pandora earrings great, but the shoes were what we really pandora sets wanted.

    ReplyDelete
  12. Akankah hati nurani masih menghidupi pengambil kebijakan di negeri itu? Beranikah Presiden sampai bawahannya membuang noda yang berada di hati mereka?

    ReplyDelete
  13. mungkin arsiteknya harus yari yang tidak miring, supaya gedung dan seisinya tidak miring.....

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopann dan bertanggung jawab