Showing posts with label Biografi. Show all posts
Showing posts with label Biografi. Show all posts

Wednesday, September 13, 2017

Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

 Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura



Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura
Komisi Pemilihan Presiden Singapura akhirnya mengesahkan Halimah binti Yacob sebagai satu-satunya kandidat calon Presiden Singapura yang memenuhi syarat sehingga berhak dilantik menjadi Presiden negara tetangga kita ini pada hari Rabu 13 September 2017. Politisi wanita pertama di Singapura yang akan menjabat sebagai Presiden tersebut bertugas selama 6 tahun. Di Singapura, Presiden  biasanya dipilih dalam pemilihan umum secara nasional. Akan tetapi, dalam aturan yang berlaku pemilihan presiden bisa diperuntukkan khusus bagi salah satu komunitas jika tidak ada seorang pun dari komunitas tersebut yang menjabat Presiden dalam lima masa jabatan terakhir. Dan karena dalam 5 tahun terakhir tidak ada perwakilan dari etnis Melayu dalam kurun waktu 5 kali jabatan presiden, maka pemilihan presiden tahun ini dikhususkan bagi komunitas Melayu. 

Profil Halimah Yacob
Profil singkat mengenai Halimah binti Yacob atau dikenal dengan Halimah Yacob adalah sebagai berikut

Nama Lengkap   :    Halimah Yacob
Tempat Lahir      :    Singapura
Tanggal Lahir     :    25 Agustus 1954
Umur Sekarang  :    63 Tahun
Kebangsaan        :    Singapura
Agama                :    Islam
Nama Suami       :    Mohammed Abdullah Alhabshee
Jumlah Anak       :    5
Jabatan                :    Presiden Singapura
Masa Jabatan      :    2017 – Selesai
Jabatan Sebelumnya :    Ketua Parlemen Singapura

Halimah binti Yacob atau biasa dikenal dengan nama Halimah Yakob merupakan politisi negara tetangga kita, Singapura yang lahir pada tanggal 23 Agustus 1954. Wanita dari Etnis Melayu (salah satu etin minoritas di Singapura) ini berasal dari Partai pemerintah, yaitu  Partai Aksi Rakyat (PAP).  Aktivitas politiknya mencapai puncak ketika dia dipercaya untuk menduduki jabatan cukup mentereng, yaitu Ketua Parlemen Singapura yang kesembilan. 

Dalam bidang pendidikan, mantan anggota parlemen yang mewakili konstituem Perwakilan Jurong group ini pernah mengenyam pendidikan di Singapore Chinese Girls School dan Tanjong Katong Girls School. Pendidikan tingginya diselesaikan di Universitas Singapura dan mendapatkan gelar LLB (Hons) di tahun 1978. Pada tahun 2016, dia mendapatkan gelar Doktor Kehormatan dari NUS. 

Di dalam konstitusi negara Singapura, sebenarnya jabatan Presiden tidak begitu siginfikan dalam pengaturan negara. Kepala negara yang resmi adalah Perdana menteri, sehingga semua kebijakan terkait dengan pemerintah dikeluarkan oleh pejabat tersebut. Dalam posisi sehari-hari, peran presiden lebih berkutat pada masalah seremonial dan juga peran komunitas. Yang dimaksud dengan peran seremonial yaitu Presiden menjadi Kepala Negara dan menjadi simbol yang mewakili Singapura dalam serangkaian acara kenegaraan dan dalam berbagai kegiatan di luar negeri. Adapun yang dimaksud dengan peran komunitas yaitu presiden bisa menggunakan pengaruhnya untuk mendukung kegiatan amal maupun isu-isu sosial.

Perang hashtag #NotMyPresident versus #HalimahisMyPresident

Diangkatnya Halimah Yakop menjadi Presiden tanpa melalui pemungutan suara sebenarnya menimbulkan polemik tersendiri di negara tersebut. banyak masyarakat yang terbelah akan pengangkatannya tersebut karena dipandang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi. Di dunia maya sendiri, pandangan publik terbelah menjadi dua dengan menghasilkan hashtag yang saling bertentangan yaitu #NotMyPresident versus #HalimahisMyPresident. Bagi pendukung #NotMyPresident sebenarnya mereka tidak memiliki masalah dengan sosok Halimah Yacob, tapi mereka mempermasalahkan proses pemilihan yang dianggap tidak demokratis. 

Hal itu terjadi karena Halimah menjadi satu-satunya kandidat yang lolos sehingga pemungutan suara yang semestinya akan dilaksanakan pada tanggal 23 September ditiadakan. Selain itu, ada juga warga yang mempermasalahkan etnis dari Presiden terpilih. Halimah ternyata memiliki ayah yang berasal dari etnis India namun ibunya berasal dari etnis Melayu. Para penentangnya berpendapat bahwa etnis seseorang mengikuti ayahnya, sehingga Halimah beretnis India dan bukan Melayu

Saturday, March 1, 2014

Antoine Griezmann

Di dalam dunia sepakbola, tiap tahun muncul ratusan orang bibit baru meskipun yang terkespos media hanya beberapa orang saja.  Dan dalam bulan februari 2014 ini, salah satu bintang baru yang menjadi sorotan media adalah Antoine Griezmann.  Pemain muda Perancis kelahiran 21 Mar 1991 ini mencuat saat Real Sociedad menaklukkan Barcelona, 22 Februari 2014 dengan mencetak satu gol dan satu assist yang membuat Barca takluk 1-3.

Akselerasi dan larinya yang cepat membuat pemain dengan  posisi utama di sayap kiri atau penyerang ini  membuat pelatih Prancis, Didier Deschamps  tak ragu untuk memanggil Griezmann  dalam  laga persahabatan kontra Belanda, 15 Maret 2014

Kegemilangan Griezmann  yang tampil konsisten di  La Liga musim ini membuat banyak klub top Eropa meminatinya.   Pemain 22 tahun ini telah mencetak 15 gol di La Liga, hanya kalah dari gol Cristiano Ronaldo dan Diego Costa. Menurut surat kabar Catalan, Sport, setidaknya ada 4 klub yang mengincar tanda tangan pemain ini. Klub-klub tersebut adalah Juventus, Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Arsenal.

Semoga saja permainan Antoine Griezmann semakin matang sehingga bisa menjadi bintang dan mampu mengangkat Perancis di kancah sepakbola internasional


Berita terkait:


Monday, January 13, 2014

Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali

Usman bin Haji Muhammad Ali lahir di desa Tawangsari, Kelurahan Jatisaba, Kabupaten Purbalingga dari pasangan Haji Muhammad Ali dengan Rukiah pada 18 Maret 1943.  Usman dikenal dengan sebutan Janatin atau Usman Janatin.  Janatin berasal dari keluarga santri yang patuh kepada agama, disamping itu keluarga Djanatin ádalah merupakan pejuang bangsa yang gigih, salah seorang kakaknya telah gugur di dalam tugas mempertahankan kemerdekaan RI pada tahun 1949.  Tahun 1962 Djanatin mulai mengikuti pendidikan militer yang diadakan oleh Korps Komando Angkatan Laut RI. Djanatin mengikuti pendidikan selama 6 bulan dan diteruskan dengan latihan amphibi selama 4 minggu, selanjutnya Djanatin memasuki pendidikan khusus di Cisarua selama satu bulan. Setamat dari berbagai latihan niscaya Djanatin dan kawan-kawan seangkatannya merupakan prajurit pilihan yang serba mampu. Kemudian Djanatin terlibat dalam pelaksanaan Trikora pembebasan Irian Barat.

Pada saat memuncaknya ketegangan Indonesia dengan Malaysia, Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali mendapat tugas rahasia yang amat berat yakni menyusup ke Singapura yang waktu itu masuk dalam wilayah Malaysia dan membuat sabotase di sana bersama Harun Said dan Gani bin Arup. Dengan menggunakan perahu karet, mereka berangkat  dengan membawa 12,5 kilogram bahan peledak dengan perintah untuk melakukan sabotase terhadap sasaran-sasaran penting di kota Singapura.

Pada tanggal 10 Maret 1965 ketiga prajurit pemberani tersebut berhasil meledakkan bangunan Mac Donald House yang terletak di pusat kota Singapura sehingga  menimbulkan kegemparan dan kekacauan bagi masyarakat Singapura. Mengetahui aksinya berhasil membuat kekacauan di kota musuh, mereka bertiga melarikan diri, dimana Harun dan Usman melarikan diri bersama-sama melalui jalur laut dan Gani bin Arup memisahkan diri melalui jalan yang lain.

Menggunakan motor boat rampasan, Harun dan Usman berupaya melarikan diri dengan ,menyeberang ke Pulau Sambu yang masuk dalam wilayah RI. Namun sayang begitu sayang, di tengah perjalanan  motor boat mereka mengaalami kerusakan mesih sehingga dapat ditangkap oleh tentara musuh.  Setelah di adili, akhirnya kedua pahlawan kita tersebut divonis hukuman mati dengan cara digantung. Pemerintah Indonesia pun melakukan berbagai usaha untuk meminta pengampunan atau keringanan, hukuman, namun tidak berhasil
Akhirnya, pada tanggal 17 Oktober 1968, Harun dan Usman menjalani eksekusi hukuman  dan jenazah mereka dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Sebelum di eksekusi, Sersan KKO Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali menulis surat yang ditujukan untuk keluarganya di Indonesia. Berikut ini adalah isi Surat yang ditulis oleh  Sersan KKO Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali
Changi Prison, 16 Oktober 1968.

Dihaturkan
Bunda ni Haji Mochamad Ali
Tawangsari.

Dengan ini anaknda kabarkan bahwa hingga sepeninggal surat ini tetap mendo'akan Bunda, Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Rodiijah + Tur dan keluarga semua para sepuh Lamongan dan Purbalingga Laren Bumiayu.

Berhubung tuduhan dinda yang bersangkutan dengan nasib dinda dalam rayuan memohon ampun kepada Pemerintah Republik Singapura tidak dapat dikabulkan maka perlu ananda menghaturkan berita duka kepangkuan Bunda dan keluarga semua di sini bahwa pelaksanaan hukuman mati ke atas ananda telah diputuskan pada 17 Oktober 1968 Hari Kamis Radjab 1388.

Sebab itu sangat besar harapan anaknda dalam menghaturkan sudjud di hadapan bunda, Mas Choenem, Mas Madun, Mas Chalim, Jur Rochajah, Ju Khodijah t Turijah para sepuh lainnya dari Purbolingga Laren Bumiayu Tawangsari dan Jatisaba sudi kiranya mengickhlaskan mohon ampun dan maaf atas semua kesalahan yang anaknda sengaja maupun yang tidak anaknda sengaja.

Anaknda di sana tetap memohonkan keampunan dosa kesalahan Bunda saudara semua di sana dan mengihtiarkan sepenuh-penuhnya pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.Anaknda harap dengan tersiarnya kabar yang menyedihkan ini tidak akan menyebabkan akibat yang tidak menyenangkan bahkan sebaliknya ikhlas dan bersukurlah sebanyak-banyaknya rasa karunia Tuhan yang telah menentukan nasib anaknda sedemikian mustinya.

Sekali lagi anaknda mohon ampun dan maaf atas kesalahan dan dosa anaknda kepangkuan Bunda Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Pualidi , Rodijah, Turiah dan keluarga Tawangsari Lamongan Jatisaba Purbolingga Laren Bumiayu.

Anaknda,
Ttd.

(Osman bin Hadji Ali)

Sunday, January 12, 2014

Harun Said

Harun bin Said alias Thohir merupakan salah satu Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.050/TK/Tahun 1968, tgl 17 Okt 1968 yang jarang disebut oleh masyarakat kita.  Pria yang lahir  pada tanggal lahir pada tanggal 14 April 1947 di Kepulauan Bawean Jawa Timur ini merupakan anggota KKO (kini Marinir) yang dianggap sukses membela Negara RI pada saat konfrontasi dengan Malaysia (termasuk Singapura).

Sebagai anak yang dibesarkan di daerah pesisir, kecintaannya terhadap dunia maritim tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, semenjak lulus SMA, Harun memutuskan untuk menjadi anggota sukarelawan Korps Komando Angkatan Laut (KKO) pada bulan Juni 1964. Saat itu, Harun ditugaskan untuk masuk ke dalam Tim Brahma I di Basis II Ops A KOTI di bawah Letnan KKO Paulus Subekti. Di sini ia bertemu dengan Usman alias Janatin bin H. Mohammad ALI dan Gani bin Aroep. Ketiga pemuda ini bergaul cukup erat, lebih-lebih setelah mereka sering ditugaskan bersama sama. Setelah Tohir memasuki Sukarelawan ALRI, yang tergabung dalam Dwikora dengan pangkat Prajurit KKO II (Prako II), dia mendapat gemblengan selama lima bulan, di daerah Riau daratan sejak tanggal 1 Nopember 1964 hingga akgurnya pangkatnya dinaikkan menjadi Kopral KKO I (Kopko I).

Pada saat memuncaknya ketegangan Indonesia dengan Malaysia, Harun mendapat tugas rahasia yang amat berat yakni menyusup ke Singapura yang waktu itu masuk dalam wilayah Malaysia dan membuat sabotase di sana bersama Usman bin Muhammad Ali dan Gani bin Arup. Dengan menggunakan perahu karet, mereka berangkat  dengan membawa 12,5 kilogram bahan peledak dengan perintah untuk melakukan sabotase terhadap sasaran-sasaran penting di kota Singapura.

Pada tanggal 10 Maret 1965 ketiga prajurit pemberani tersebut berhasil meledakkan bangunan Mac Donald House yang terletak di pusat kota Singapura sehingga  menimbulkan kegemparan dan kekacauan bagi masyarakat Singapura. Mengetahui aksinya berhasil membuat kekacauan di kota musuh, mereka bertiga melarikan diri, dimana Harun dan Usman melarikan diri bersama-sama melalui jalur laut dan Gani bin Arup memisahkan diri melalui jalan yang lain.

Menggunakan motor boat rampasan, Harun dan Usman berupaya melarikan diri dengan ,menyeberang ke Pulau Sambu yang masuk dalam wilayah RI. Namun sayang begitu sayang, di tengah perjalanan  motor boat mereka mengaalami kerusakan mesih sehingga dapat ditangkap oleh tentara musuh.  Setelah di adili, akhirnya kedua pahlawan kita tersebut divonis hukuman mati dengan cara digantung. Pemerintah Indonesia pun melakukan berbagai usaha untuk meminta pengampunan atau keringanan, hukuman, namun tidak berhasil
Akhirnya, pada tanggal 17 Oktober 1968, Harun dan Usman menjalani eksekusi hukuman  dan jenazah mereka dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Thursday, January 2, 2014

Ariel Tatum

Ariel Tatum

Salah satu artis muda yang dipandang akan melejit di Tahun 2014 ini adalah Ariel Tatum dengan diawali gebrakan tahun barunya yang dirayakan bersama Al Ghazali putra dari Presiden Republik Cinta, Ahmad DaniAriel Tatum yang juga merupakan cucu dari Murry salah satu personel Koes Plus ini memulai debutnya di dunia film layar lebar dengan membintangi film Ariel & Raja Langit pada tahun 2005, kemudian ikut bermain dalam film Oh Baby dan Kawin Laris.

Meskipun di kenal sebagai penyanyi dan model cantik muda yang cukup potensial, ternyata dar cantik kelahiran Jakarta 8 November 1996 ini telah membintangi beberapa sinetron, antara lain:
  • Abadi Untuk Selamanya (2006)
  • Cinderella Boy (2007)
  • Apa Ini Cinta
  • Nikita
  • Rafika (2009)
  • Dia Bukan Anakku (2010)
  • Cinta RockStar (2013)
  • Cinta Yang Sama
 Kita tunggu saja kiprah berikutnya dari Ariel Tatum di tahun 2014 ini, semoga tidak kalah dengan para politikus yang sebentar lagi juga akan unjuk gigi. 



Friday, December 6, 2013

Nelson Mandela dan 10 Quote yang tak terlupakan

Nelson Mandela dan 10 Quote yang tak terlupakan

 
Tokoh anti apartheid asal Afrika Selatan, Nelson Mandela menghembuskan nafasnya yang terakhir pada Kamis malam 5 Desember 2013. Kondisi Mandela sebelumnya sempat kritis setelah beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Dunia kehilangan salah satu tokoh yang paling berpengaruh terhadap peradaban umat manusia. Banyak orang yang menganggap bahwa Nelson Mandela adalah Guru/mentor, saudara serta sahabat yang bisa menginspirasi serta memberi suri tauladan yang baik. Berikut ini 10 quote dari Nelson Mandela yang tidak akan terlupakan sebagaimana dilangsir dari detik.com


1.    Rasis
I hate race discrimination most intensely and in all its manifestations. I have fought it all during my life; I fight it now, and will do so until the end of my days.
Aku sangat benci diskriminasi ras dan segala bentuknya. Saya sudah memperjuangkannya selama hidup saya. Saya akan memperjuangkannya sekarang, dan akan melakukannya sampai akhir

2.    Kesulitan
Difficulties break some men but make others. No axe is sharp enough to cut the soul of a sinner who keeps on trying, one armed with the hope that he will rise even in the end.
Kesulitan bisa menghancurkan orang, tetapi juga bisa membentuk kepribadian. Tidak ada kapak yang cukup tajam untuk memotong jiwa seorang yang berdosa yang terus mencoba, seseorang yang dipersenjatai dengan harapan ia akan bangkit sampai akhir.

3.    Kematian
Death is something inevitable. When a man has done what he considers to be his duty to his people and his country, he can rest in peace. I believe I have made that effort and that is, therefore, why I will sleep for the eternity'.
Kematian adalah sesuatu yang tak terelakkan. Ketika seseorang telah melakukan apa yang dia anggap sebagai kewajiban kepada rakyat dan negerinya, ia dapat beristirahat dalam damai. Saya percaya saya telah membuat usaha itu, maka dari itu, saya akan tidur dalam keabadian.

4.    Moral
Those who conduct themselves with morality, integrity and consistency need not fear the forces of inhumanity and cruelty.
Mereka yang berbuat dengan moralitas, integritas dan konsistensi tidak perlu takut akan tindakan tak manusiawi dan kekejaman

5.    Keberanian
I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it.... The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.
Saya belajar bahwa keberanian timbul bukan karena tidak adanya rasa takut, tapi kemenangan atas (rasa takut) itu.... Orang pemberani bukanlah orang yang tidak merasa takut, tapi dia yang mengalahkan ketakutan.

6.    Perjuangan
During my lifetime I have dedicated myself to this struggle of the African people. I have fought against white domination, and I have fought against black domination. I have cherished the ideal of a democratic and free society in which all persons live together in harmony and with equal opportunities. It is an ideal which I hope to live for and to achieve. But if needs be, it is an ideal for which I am prepared to die.
Selama hidup saya, saya telah mendedikasikan diri saya berjuang untuk rakyat Afrika. Saya telah berjuang melawan dominasi kulit putih, dan saya telah berjuang melawan dominasi kulit hitam. Saya menghargai demokrasi yang ideal dan masyarakat yang bebas, di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dan kesempatan yang sama. Ini adalah hal ideal yang saya siapkan untuk mati.

7.     Penjara
Prison itself is a tremendous education in the need for patience and perseverance. It is above all a test of one's commitment.
Penjara adalah tempat pendidikan yang luar biasa untuk melatih kesabaran dan ketekunan. Ini adalah ujian komitmen seseorang.

8.    Musuh
If you want to make peace with your enemy, you have to work with your enemy. Then he becomes your partner.
Jika ingin berdamai dengan musuh, kita harus bekerja sama dengan mereka. Maka musuh bisa jadi sekutu.

9.    Kebencian
No one is born hating another person because of the color of his skin, or his background, or his religion. People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite.
Tidak seorang pun yang terlahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya. Orang harus belajar untuk membenci, dan jika mereka dapat belajar untuk membenci, mereka dapat diajarkan untuk mencintai, karena cinta datang lebih alami ke hati manusia daripada kebalikannya.

10. Kebebasan
Only free men can negotiate, prisoners cannot enter into contracts. Your freedom and mine cannot be separated.
Hanya orang bebas yang dapat bernegosiasi, tahanan tidak bisa masuk ke dalam perjanjian. Kebebasan Anda dan saya tidak dapat dipisahkan.

Monday, September 2, 2013

Amanda Rosenberg Wanita Selingkuhan Sergey Brin

  Amanda Rosenberg 
Wanita Selingkuhan Sergey Brin
Nama Amanda Rosenberg menjadi nama paling dicari saat ini oleh para pengguna internet karena skandalnya dengan bos Google, Sergey Brin.

Amanda adalah warga London, Inggris. Dia diduga menjalin hubungan dengan Sergey Brin. Amanda juga dituding penyebab perpisahan Sergey Brin dengan istri yang sudah dinikahi Sergey Brin selama 6 tahun, Anne Wojcicki, seperti dilansir dailymail, Senin (2/9).

Sebelum menjalin hubungan dengan Sergey Brin, Amanda Rosenberg diketahui menjalin hubungan dengan Hugo Barra. Hugo merupakan direktur manajemen produk Google untuk Android. Karena skandal ini, Hugo dikabarkan memilih keluar dari Google untuk bekerja pada perusahaan asal China, Xiaomi.

Hubungan antara Amanda dengan Sergey Brin muncul ke muka umum oleh blog ValleyWag. Setelah diketahui perselingkuhan Amanda dengan Sergey Brin, banyak orang mencaci maki Amanda melalui akun sosial seperti Google+ dan Twitter-nya.

Seketika, Amanda menjadi pegawai Google yang paling dicari di internet. Dia memperoleh peringkat kelima dengan 50,000 hits.

Amanda Rosenberg yang masih berusia 27 tahun ini menjabat sebagai marketing untuk proyek Google Glass. Dia pula yang menciptakan kata-kata "Ok, Glass." Amanda bersekolah di tempat Kate dan Pippa Middleton bersekolah.

Saat ini, Amanda Rosenberg sedang dipindahtugaskan dari kantor utama Google untuk dijauhkan dari Sergey Brin. (Kabar24.com)
Nama Amanda Rosenberg menjadi nama paling dicari saat ini oleh para pengguna internet karena skandalnya dengan bos Google, Sergey Brin.
Amanda adalah warga London, Inggris. Dia diduga menjalin hubungan dengan Sergey Brin. Amanda juga dituding penyebab perpisahan Sergey Brin dengan istri yang sudah dinikahi sSergey Brin selama 6 tahun, Anne Wojcicki, seperti dilansir dailymail, Senin (2/9).
Sebelum menjalin hubungan dengan Sergey Brin, Amanda diketahui menjalin hubungan dengan Hugo Barra. Hugo merupakan direktur manajemen produk Google untuk Android. Karena skandal ini, Hugo dikabarkan memilih keluar dari Google untuk bekerja pada perusahaan asal China, Xiaomi.

Hubungan antara Amanda dengan Sergey Brin muncul ke muka umum oleh blog ValleyWag. Setelah diketahui perselingkuhan Amanda dengan Sergey Brin, banyak orang mencaci maki Amanda melalui akun sosial seperti Google+ dan Twitter-nya.
Seketika, Amanda menjadi pegawai Google yang paling dicari di internet. Dia memperoleh peringkat kelima dengan 50,000 hits.
Amanda yang masih berusia 27 tahun ini menjabat sebagai marketing untuk proyek Google Glass. Dia pula yang menciptakan kata-kata "Ok, Glass." Amanda bersekolah di tempat Kate dan Pippa Middleton bersekolah.
Saat ini, Amanda sedang dipindahtugaskan dari kantor utama Google untuk dijauhkan dari Sergey Brin. (Kabar24.com)
- See more at: http://www.kabar24.com/info-digital/read/20130903/72/199615/bos-google-selingkuh-inilah-wanita-selingkuhan-sergey-brin#sthash.kkl7ASCV.dpuf

Wednesday, February 29, 2012

Biografi Hoegeng

Biografi Hoegeng


Di dalam beberapa kesempatan, Gus Dur pernah berkata, "Di Indonesia, hanya ada tiga polisi yang jujur, yaitu polisi tidur, patung polisi dan Hoegeng".

Hoegeng yang disebut-sebut oleh Gus Dur sebenarnya adalah Jendral Hoegeng Imam Santoso, mantan Kapolri yang lahir di Pekalongan pada tanggal 14 Oktober 1921. Beliau menamatkan pendidikan dasarnya di HIS pada tahun 1934 dan dilanjutkan menempuh pendidikan di MULO hingga 1937 dan mengenyam pendidikan di AMS Westers Klasiek.  Setelah itu, dia belajar ilmu hukum di Rechts Hoge School Batavia tahun 1940.

Karier kemiliteran Hoegeng muda di dapat setelah beliau mengikuti latihan kemiliteran Nippon (1942) dan Koto Keisatsu Ka I-Kai (1943). Jabatan pertama yang di embannya adalah sebagai Wakil Kepala Polisi Seksi II Jomblang Semarang pada tahun 1944 dan setahun kemudian di angkat menjadi Kepala Polisi Jomblang dan Komandan Polisi Tentara Laut Jawa Tengah. Tahun 1950, Hoegeng mengikuti Kursus Orientasi di Provost Marshal General School pada Military Police School Port Gordon, George, Amerika Serikat. Dari situ, dia menjabat Kepala DPKN Kantor Polisi Jawa Timur di Surabaya (1952). Lalu menjadi Kepala Bagian Reserse Kriminil Kantor Polisi Sumatera Utara (1956) di Medan. Tahun 1959, mengikuti pendidikan Pendidikan Brimob dan menjadi seorang Staf Direktorat II Mabes Kepolisian Negara (1960), Kepala Jawatan Imigrasi (1960), Menteri luran Negara (1965), dan menjadi Menteri Sekretaris Kabinet Inti tahun 1966. Setelah Hoegeng pindah ke markas Kepolisian Negara kariernya terus menanjak. Di situ, dia menjabat Deputi Operasi Pangak (1966), dan Deputi Men/Pangak Urusan Operasi juga masih dalam 1966. Jabatan terakhir beliau adalah Kepala Kepolisian Negara pada 5 Mei 1968 yang selanjutnya berubah menjadi Kapolri.

Beberapa hal yang menonjol selama Hoegeng bertugas antara lain pewajiban penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, di mana pada saat itu penggunaan helm bagi pemotor merupakan hal yang baru bagi masyarakat indonesia.
Beliau pernah juga membuat kehebohan pada saat di tunjuk sebagai Kepala Reskrim Sumatra Utara di Medan. Saat pertama kali sampai di Medan, beliau tidak mau menempati rumah dinasnya dan memilih tinggal di hotel setelah tahu jika perabotan yang ada dalam rumah dinasnya berasal dari cukong-cukong pengusaha yang sering memanfaatkan oknum-oknum polisi demi kepentingan mereka. Selanjutnya beliau mau mendiami rumah dinas tersebut setelah semua isi (perabot) yang tidak jelas sumbernya di keluarkan dan di letakkan di pinggir jalan.
Dalam suatu kesempatan, Hoegeng pernah menyuruh ajudannya untuk mengembalikan motor yang tiba-tiba di kirim oleh perusahaan motor baru ke garasi rumahnya. Bahkan satu hari sebelum di angkat sebagai Kapala Jawatan Imigrasi beliau memerintahkan istrinya yang saat itu memiliki usaha penjualan bunga untuk menutup tokonya. Beliau takut jika semua yang berhubungan dengan imigrasi akan membeli bunga di toko istrinya dan itu akan memberikan kerugian pada toko-toko bunga lainnya.


Hoegeng diberhentikan dari Kapolri oleh Presiden Soeharto karena berani mengungkap kasus penyelundupan mobil mewah lewat Pelabuhan Tanjung Priok yang di dalangi oleh Robby Tjahyadi atau Sie Tjie It dan di duga melibatkan keluarga cendana. Beliau semakin di kucilkan oleh pemerintahan orde baru setelah terlibat dalam lahirnya Petisi 50 yang mengkritik Soeharto karena menafsirkan Pancasila terlalu sempit dan mempromosikan kerja sama ABRI dengan Golkar.

Pada tanggal 14 Juli 2004, akhirnya Beliau di panggil ke haribaanNya di RSCM karena menderita sakit stroke dan Pendarahan Lambung. Jendral yang sangat termasyhur itu akhirnya di makamkan di TPU Gintama , Bojong Gede Bogor, bukan di taman makam pahlawan layaknya pahlawan-pahlawan yang lain.
(dari berbagai sumber)

Saturday, January 21, 2012

Lafran Pane

 Lafran Pane



Apakah anda kenal dengan salah satu tokoh intelektual Muslim Indonesia ini? Saia yakin hanya sebagian kecil dari kita saja yang kenal dengan sosok beliau. Lafran Pane adalah salah satu tokoh yang berpengaruh dalam pergerakan di Indonesia, karena beliau adalah pendiri organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Lafran Pane dilahirkan  di Sipirok-Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada tanggal 5 Februari 1922. Beliau merupakan putra dari  Sutan Pangurabaan Pane, seorang tokoh yang cukup berpengauh di Sumatera Utara terutama daerah Tapanuli Selatan. Sutan Pangurabaan Pane adalah seorang tokoh nasional, ia pernah aktif menjadi pimpinan Partai Indonesia atau PARTINDO. Semasa muda, tokoh pendiri HMI ini tumbuh dalam lingkungan nasionalis-muslim dan beliau pernah menganyam pendidikan di Pesantren, Ibtidaiyah, Wusta dan sekolah Muhammadiyah

Sebagai salah satu tokoh pemuda yang aktif dalam pergerakan nasional, Lafran Pane ikut ke dalam kelompok pemuda yang ikut memprakarsai Proklamasi 17 Agustus 1945 bersama Adam Malik, Sukarni, N. Nitimiharjo, Winaka, Chaerul Saleh, Pandu Wiguna, Kusnaeni, Darwis, Johar Nur, Armunanto, dan Hanafi. Pergolakan pemikirannya saat kuliah di STI (Sekolah Tinggi Islam) yang saat ini berubah menjadi UII Yogyakarta.  Pada saat itu, beliau memiliki sebuah pemikiran sebagai berikut:

Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya, yaitu agama Islam. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat.

Dan akhirnya HMI berdiri pada tanggal 5 Februari 1947 di salah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati). Ketika itu Lafran Pane berusia 25 tahun dan baru duduk di tingkat I STI. dan berhasil memotivasi mahasiswa STI khususnya mahasiswa di Yogyakarta, untuk mengerti dan memahami gagasannya untuk mendirikan HMI. 



Friday, August 19, 2011

Ferdinand Alfred Sinaga

 Ferdinand Alfred Sinaga



Dalam uji coba antara Timnas Senior melawan U-23 semalam, di jajaran squad tim senior nyempil sebuah nama yang berbau-bau eMyU yaitu Ferdinan Alfred Sinaga. Pemain yang mulai menonjol sejak memperkuat Persib U-23 ini merupakan pemain kelahiran Bengkulu, 18 September 1988 silam.

Selepas membela Persib Muda, pemain ini malanjutkan karirnya ke Persibat Batang, kemudian Persikab Bandung, Pelita Jaya U-21, PPSM Magelang, Persiwa Wamena dan pada musim 2011-2012 ini akan memperkuat Semen Padang. 

Pada musim lalu saat memperkuat Persiwa Wamena, Ferdinan mempu menunjukkan kualitasnya dengan mempersembahkan 10 gol bagi Tim Badai Pegunungan. Sebuah torehan yang cukup fantastis karena di Persiwa Wamena dia menduduki peringkat kedua top scorer dan hanya terpaut 3 gol dari Eddy Foday.  

Dengan skil individu dan kecepatan diatas rata-rata, di prediksikan Ferdinand Alfred akan terus berkembang menjadi salah satu tumpuan timnas kita, apalagi dengan ditunjang usianya yang masih muda, yaitu baru 23 tahun. Semoga saja Ferdinand bisa bersanding dengan saudara kembarnya, Rio Ferdinan untuk menjadi pemain besar, minimal di negeri kita ini.

Thursday, January 21, 2010

Ahmad Wahib

Ahmad Wahib


[www.pencerah.blogspot.com] Ketika membaca buku tentang Soe Hok Gie, saya tertarik dengan suatu catatan yang katanya bersumber dari seseorang yang bernama Ahmad Wahib.
Aku bukan nasionalis, bukan katolik, bukan sosialis. Aku bukan buddha, bukan protestan, bukan westernis. Aku bukan komunis. Aku bukan humanis. Aku adalah semuanya. Mudah-mudahan inilah yang disebut muslim. Aku ingin orang menilai dan memandangku sebagai suatu kemutlakan (absolute entity) tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana saya termasuk serta dari aliran apa saya berangkat. Memahami manusia sebagai manusia. (Catatan Harian 9 Oktober 1969)

Begitu saya renungkan ternyata kata-kata tersebut memiliki arti dan makna yang sangat bagus dan indah, sehingga saya tertarik untuk mengetahui siapa sebenarnya Ahmad Wahib tersebut. Sekelumit data pribadi beliau yang bisa saya dapatkan, sedangkan biografi lengkapnya masih dalam tahap pencarian.

 Ahmad Wahib adalah seorang budayawan, dan pemikir Islam yang lahir pada tanggal 9 November 1942 di Sampang Madura. Semasa hidupnya yang singkat banyak membuat catatan permenungan yang juga telah dibukukan dalam Pergolakan Pemikiran Islam. Pada tanggal 31 Maret 1973, Ahmad Wahub meninggal dunia karena ditabrak sepeda motor  di depan kantor majalah Tempo, tempat di mana ia bekerja sebagai calon reporter.
  
Dibawah ini adalah beberapa catatan harian dari Ahmad Wahib:
 Aku tidak mengerti keadaan di Indonesia ini. Ada orang yang sudah sepuluh tahun jadi tukang becak. Tidak meningkat-ningkat. Seorang tukang cukur bercerita bahwa dia sudah 20 tahun bekerja sebagai tukang cukur. Penghasilannya hampir tetap saja. Bagaimana ini? (Catatan Harian 6 Juni 1969)
 Tuhan, bisakah aku menerima hukum-Mu tanpa meragukannya lebih dahulu? Karena itu Tuhan, maklumilah lebih dulu bila aku masih ragu akan kebenaran hukum-hukum-Mu. Jika Engkau tak suka hal itu, berilah aku pengertian-pengertian sehingga keraguan itu hilang. Tuhan, murkakah Engkau bila aku berbicara dengan hati dan otak yang bebas, hati dan otak sendiri yang telah Engkau berikan kpadaku dengan kemampuan bebasnya sekali ? Tuhan, aku ingin bertanya pada Engkau dalam suasana bebas. Aku percaya, Engkau tidak hanya benci pada ucapan-ucapan yang munafik, tapi juga benci pada pikiran-pikiran yang munafik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak berani memikirkan yang timbul dalam pikirannya, atau pikiran yang pura-pura tidak tahu akan pikirannya sendiri ( Catatan Harian 9 Juni 1969)
 Memang aku dahaga. Dahaga akan segala pengaruh. Karena itu kubuka bajuku, kusajikan tubuhku yang telanjang agar setiap bagian dari tubuhku berkesempatan memandang alam luas dan memperoleh bombardemen dari segala penjuru. Permainan yang tak akan pernah selesai ini sangat mengasyikan.(Catatan Harian 6 Oktober 1969)
 Pada saat ini terlihat bahwa seluruh sikap-sikap mental mengalami degradasi di Indonesia, termasuk sikap mental bertanggung jawab. Beberapa orang yang pada mulanya kelihatan sangat potent untuk berwatak penuh tanggung jawab, ternyata menjadi pelempar tanggung jawab. Ada suatu bahaya bahwa masyarakat Indonesia akan menjadi society of responsibility shifters. Karena itu dari kalangan anak-anak muda di samping orang-orang tua, haros tampil beberapa orang yang berani melawan arus ini dan menegakan suatu masyarakat yang bertanggung jawab. (Catatan Harian 20 Februari 1970)
 Dengan membaca aku melepaskan diri dari kenyataan yaitu kepahitan hidup. Tanpa membaca aku tenggelam sedih. Tapi sebentar lagi akan datang saatnya dimana aku tidak bisa lagi lari dari kenyataan. Kenyataan yang pahit tidak bisa dihindari teris-menerus berhubung dualitas diri yaitu jasmani dan roahani. Sebentar lagi kenyataan akan menangkapku dan aku belum tahu bagaimana saat itu harus kuhadapi. Saat itu adalah saat yang paling pahit. (Catatan Harian 20 April 1970)
 Cara bersikap kita terhadap ajaran Islam, Qur’an dan lain-lain sebagaimana terhadap Pancasila harus berubah, yaitu dari sikap sebagai insan otoriter menjadi sikap insan merdeka, yaitu insan yang produktif, analitis dan kreatif. ( Catatan Harian 16 Agustus 1970)
Kita kaum pembaharu muslim masih terlalu banyak menoleh kebelakang. Kita masih telalu sibuk melayani serangan-serangan dari orang-orang muslim tradisional. Kalau ini sampai berjalan lama dan menjadi kebiasaan saya kuatir kaum pembaharu akan terlibat dalam apologi bentuk baru, yaitu apologi terhadap ide-ide pembaharuan (yang sudah ada) melawan kaum tradisional. Bila ini sudah terjadi maka terhentilah sebenarnya kerja pembaharuan kita. Umur pembaharuan dikalangan muslim masih terlalu muda. Karena itu saya sangat kuatir bila dia menyibukan diri untuk: 1. menangkis dan menyerang muslim-muslim tradisional dengan faham-fahamnya yang sudah lama tersusun; 2. untuk menyebarkan pikiran-pikirannya yang notabene belum matang, belum lengkap dan jauh dari utuh. Karena itu sebaiknya kaum pembaharu memusatkan diri pada ketekunan pemikiran dan perenungan alam suatu grup kecil untuk mengolah dan mengembangkan konsep-konsep yang ada agar relatif matang, lengkap dan utuh. Kalau ini tidak dilakukan saya kuatir kita akan menjadi budak yang mau maju terus dan malu untuk sewaktu-waktu mundur bila kadang-kadang salah. (Catatan Harian 10 April 1972)

Tuhan, aku menghadap padamu bukan hanya di saat-saat aku cinta padamu, tapi juga di saat-saat aku tak cinta dan tidak mengerti tentang dirimu, di saat-saat aku seolah-olah mau memberontak terhadap kekuasaanmu. Dengan demikian Rabbi, aku berharap cintaku padamu akan pulih kembali. (Catatan Harian)


Friday, January 1, 2010

Biografi Gus Dur


 Biografi Gus Dur


Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau dikenal sebagai Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau “Sang Penakluk”, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Selain Gus Dur, adiknya Gus Dur juga merupakan sosok tokoh nasional
Pada saat ayahnya diangkan menjadi Menteri Agama, Gus Dur ikut hijrah ke Jakarta dan  masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari.  Pendidikannya berlanjut pada 1954 di Sekolah Menengah Pertama dan tidak naik kelas, tetapi bukan karena persoalan intelektual. Ibunya lalu mengirimnya ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan. Pada 1957, setelah lulus SMP, dia pindah ke Magelang untuk belajar di Pesantren Tegalrejo. Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat, menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun).
Pada 1959, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang dan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai guru dan kepala madrasah. Gus Dur juga menjadi wartawan Horizon dan Majalah Budaya Jaya. Pada 1963, Wahid menerima beasiswa dari Departemen Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, namun tidak menyelesaikannya karena kekritisan pikirannya. Gus Dur lalu belajar di Universitas Baghdad. Meskipun awalnya lalai, Gus Dur bisa menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970.
Dia pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya, guna belajar di Universitas Leiden, tetapi kecewa karena pendidikannya di Baghdad kurang diakui di sini. Gus Dur lalu pergi ke Jerman dan Prancis sebelum kembali ke Indonesia pada 1971. Gus Dur kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat.
Pada Januari 1998, Gus Dur diserang stroke dan berhasil diselamatkan oleh tim dokter. Namun, sebagai akibatnya kondisi kesehatan dan penglihatan Presiden RI ke-4 ini memburuk. Selain karena stroke, diduga masalah kesehatannya juga disebabkan faktor keturunan yang disebabkan hubungan darah yang erat diantara orangtuanya.
Pada awal  1980-an, Gus Dur terjun mengurus Nahdlatul Ulama (NU) setelah tiga kali ditawarin oleh kakeknya. Dalam beberapa tahun, Gus Dur berhasil mereformasi tubuh NU sehingga membuat namanya semakin populer di kalangan NU. Pada Musyawarah Nasional 1984, Gus Dur didaulat sebagai Ketua Umum NU. Selama masa jabatan pertamanya, Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekular.
Dan akhirnya pada tanggal 30 Desember 2009, Gus Dur meninggal dunia karena sakit komplikasi dan dimakamkan di Jombang Jawa Timur. Selamat Jalan Gus, semoga muncul Gus Dur-Gus Dur bari yang mampu menggetarkan dunia. Amien

DOWNLOAD MOVIE