Tuesday, February 28, 2017

Manfaat Dibalik Kurma

Manfaat Dibalik Kurma

Manfaat Kurma
Kurma adalah salah satu jenis buah-buahan yang menjadi makanan pokok masyarakat di jazirah Arab. Sejak jaman dulu kala kurma menjadi makanan sehari-hari bagi penduduk yang tinggal di kawasan gurun pasir tersebut. Dan Rosulullah sendiri setiap hari juga mengkonsumsi makanan yang memiliki citarasa manis tersebut. Tanpa kita sadari, ternyata kurma memiliki banyak keistimewaan. Tahukah anda mengapa kurma di benci jin dan setan dan mengapa nabi saw. memakannya dalam hitungan ganjil?

Nabi SAW memerintahkan kita, mengonsumsi dalam hitungan ganjil 3. 5. 7 dan dikonsumsi makan pada pagi hari. Dan yang paling baik makan tujuh kurma. Baik dari segi Agama dan ilmiah penjelasan atas pertanyaan ini yaitu ternyata kurma membuahkan daya perlindungan tubuh manusia dan membuat perisai pelindung untuk tubuh manusia.

Amer bin Saad dari ayahnya – berkata : Rasulullah, sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Lakukanlah ihtiar perlindungan dari sihir dengan makan 7 kurma"

Penelitian sudah tunjukkan kalau buah kurma miliki manfaat utama.
  1. bisa mengurangi tingkat kolesterol dalam darah dan mencegah aterosklerosis.
  2. Mencegah kanker usus besar serta mencegah penyakit, wasir dan kurangi bentuk batu kepahitan dan memfasilitasi tahap kehamilan serta persalinan, lantaran mengandung serat serta makanan yang baik pencernaan dan gula.
  3. Mencegah kerusakan gigi karena mengandung fluor.
  4. Mencegah racun karena mengandung natrium, kalium dan vitamin c.
  5. Penyembuhan anemia karena mengandung zat besi, tembaga, vitamin B-2.
  6. Obat untuk rakhitis dan osteomalacia karena mengandung kalsium, fosfor, vitamin A
  7. Penyembuhan untuk anoreksia dan kurangnya konsentrasi karena me ngandung kalium.
  8. Untuk pengobatan umum kekurangan dan jantung berdebar karena mengandung magnesium, tembaga
  9. Obat kanker rematik dan otak karena mengandung boron.
  10. Anti-kanker karena mengandung selenium sudah dilihat kalau warga tidak paham kanker oasis.
  11. Pengobatan disfungsi ereksi karena mengandung boron, vitamin A.
  12. Perawatan untuk kulit kering dan penyakit kornea kering serta kebutaan malam karena mengandung vitamin A.
  13. Obat untuk penyakit saluran pencernaan saraf karena mengandung vitamin B1.
  14. Perawatan untuk rambut rontok dan stres mata serta peradangan pada selaput lendir rongga mulut serta radang bibir karena mengandung vitamin B-2.
  15. Perawatan kulit inflamasi karena mengandung vitamin niacin.
  16. Obat untuk penyakit kudis, melemahnya umum tubuh dan jantung berdebar, sesak napas dan kontraksi pembuluh darah serta timbulnya bintik-bintik merah pada kulit serta kekurangan dalam tulang dan gigi, karena mengandung Vitamin C, atau asam askorbat 2.
  17. Pengobatan keasaman di perut karena mengandung klorin, natrium dan kalium.
  18. Pengobatan penyakit gusi dan kekurangan pembuluh darah kapiler, kekurangan otot dan tulang riskan karena mengandung vitamin c.

Friday, February 24, 2017

Daftar Kriteria Gawat Darurat BPJS Kesehatan

Daftar Kriteria Gawat Darurat BPJS Kesehatan


BPJS Kesehatan
Saat ini banyak peserta BPJS kesehatan yang merasa kebingungan ketika tiba-tiba “diharuskan” untuk di rawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena satu dan lain hal tapi ternyata didak tercover oleh BPJS. Tak pelak kondisi tersebut mengundang tanya bahkan seringkali timbul prasangka yang buruk dengan BPJS Kesehatan karena dianggap mempersulit pasien untuk mendapatkan hak-haknya. Agar kita tidak kebingungan, berikut ini adalah daftar kriteria gawat darurat untuk BPJS Kesehatan yang wajib kita ketahui

Kriteria Gawat Darurat Bagian Anak/Pediatri
1.    Anemia sedang/berat
2.    Apnea/gasping
3.    Bayi/anak dengan ikterus
4.    Bayi kecil/prematur
5.    Cardiac arrest / payah jantung (mungkin maksudnya henti jantung)
6.    Cyanotic Spell (tanda penyakit jantung)
7.    Diare profus (lebih banyak dari 10x sehari BAB cair) baik dengan dehidrasi maupun tidak
8.    Difteri
9.    Murmur/bising jantung, Aritmia
10.    Edema/bengkak seluruh badan
11.    Epitaksis (mimisan), dengan tanda perdarahan lain disertai dengan demam/febris
12.    Gagal ginjal akut
13.    Gangguan kesadaran dengan fungsi vital yang masih baik
14.    Hematuria
15.    Hipertensi berat
16.    Hipotensi atau syok ringan hingga sedang
17.    Intoksikasi atau keracunan (misal: minyak tanah, atau obat serangga) dengan keadaan umum masih baik
18.    Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital
19.    Kejang dengan penurunan kesadaran
20.    Muntah profus (lebih banyak dari 6x dalam satu hari) baik dengan dehidrasi maupun tidak
21.    Panas/demam tinggi yang sudah di atas 40°C
22.    Sangat sesak, gelisah, kesadaran menurun, sianosis dengan retraksi hebat dinding dada/otot-otot pernapasan
23.    Sesak tapi dengan kesadaran dan kondisi umum yang baik
24.    Syok berat, dengan nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur, termasuk di dalamnya sindrom rejatan dengue
25.    Tetanus
26.    Tidak BAK/kencing lebih dari 8 jam
27.    Tifus abdominalis dengan komplikasi

Kriteria Gawat Darurat Bagian Bedah
1.    Abses serebri
2.    Abses submandibula
3.    Amputasi penis
4.    Anuria
5.    Appendiksitis akut
6.    Atresia Ani
7.    BPH dengan retensi urin
8.    Cedera kepala berat
9.    Cedera kepala sedang
10.    Cedera vertebra/tulang belakang
11.    Cedera wajah dengan gangguan jalan napas
12.    Cedera wajah tanpa gangguan jalan napas namun termasuk: {a} patah tulang hidung terbuka/tertutup; {b} Patah tulang pipi (os zygoma) terbuka dan tertutup; {c} patah tulang rahang (os maksila dan mandibula) terbuka dan tertutup; {d} luka terbuka di wajah
13.    Selulitis
14.    Kolesistitis akut
15.    Korpus alienum pada: {a] intra kranial; {b} leher; {c} dada/toraks; {d} abdomen; {e} anggota gerak; {e} genital
16.    Cardiovascular accident tipe perdarahan
17.    Dislokasi persendian
18.    Tenggelam (drowning)
19.    Flail chest
20.    Fraktur kranium (patah tulang kepala/tengkorak)
21.    Gastroskisis
22.    Gigitan hewan/manusia
23.    Hanging (terjerat leher?)
24.    Hematotoraks dan pneumotoraks
25.    Hematuria
26.    Hemoroid tingkat IV (dengan tanda strangulasi)
27.    Hernia inkarserata
28.    Hidrosefalus dengan peningkatan tekanan intrakranial
29.    Penyakit Hirschprung
30.    Ileus Obstruksi
31.    Perdaraha Internal
32.    Luka Bakar
33.    Luka terbuka daerah abdomen/perut
34.    Luka terbuka daerah kepala
35.    Luka terbuka daerah toraks/dada
36.    Meningokel/myelokel pecah
37.    Trauma jamak (multiple trauma)
38.    Omfalokel pecah
39.    Pankreatitis akut
40.    Patah tulang dengan dugaan cedera pembuluh darah
41.    Patah tulang iga jamak
42.    Patah tulang leher
43.    Patah tulang terbuka
44.    Patah tulang tertutup
45.    Infiltrat periapendikuler
46.    Peritonitis generalisata
47.    Phlegmon pada dasar mulut
48.    Priapismus
49.    Perdarahan raktal
50.    Ruptur tendon dan otot
51.    Strangulasi penis
52.    Tension pneumotoraks
53.    Tetanus generalisata
54.    Torsio testis
55.    Fistula trakeoesofagus
56.    Trauma tajam dan tumpul di daerah leher
57.    Trauma tumpul abdomen
58.    Traumatik amputasi
59.    Tumor otak dengan penurunan kesadaran
60.    Unstable pelvis
61.    Urosepsi

Kriteria Gawat Darurat Bagian Kardiovaskuler (Jantung & Pembuluh Darah)
1.    Aritmia
2.    Aritmia dan rejatan/syok
3.    Korpulmonale dekompensata akut
4.    Edema paru akut
5.    Henti jantung
6.    Hipertensi berat dengan komplikasi (misal: enselofati hipertensi, CVA)
7.    Infark Miokard dengan kompikasi (misal: syok)
8.    Kelainan jantung bawaan dengan gangguan ABC
9.    Krisis hipertensi
10.    Miokardititis dengan syok
11.    Nyeri dada (angina pektoris)
12.    Sesak napas karena payah jantung
13.    Pingsan yang dilatari oleh penyakit/kelainan jantung

Kriteria Gawat Darurat Bagian Obstetri Ginekologi (Kebidanan & Kandungan)
1.    Abortus
2.    Distosia
3.    Eklampsia
4.    Kehamilan ektopik terganggu (KET)
5.    Perdarahan antepartum
6.    Perdaragan postpartum
7.    Inversio uteri
8.    Febris puerperalis
9.    Hiperemesis gravidarum dengan dehidrasi
10.    Persalinan kehamilan risiko tinggi daa/atau persalinan dengan penyulit

Kriteria Gawat Darurat Bagian Mata
1.    Benda asing di kornea mata/kelopak mata
2.    Blenorrhoe/ Gonoblenorrhoe
3.    Dakriosistisis akut
4.    Endoftalmitis/panoftalmitis
5.    Glaukoma akut dan sekunder
6.    Penurunan tajam penglihatan mendadak (misal: ablasio retina, CRAO, perdarahan vitreous)
7.    Selulitis orbita
8.    Semua kelainan kornea mata (misal: erosi, ulkus/abses, descematolisis)
9.    Semua trauma mata (misal: trauma tumpul, trauma fotoelektrik/radiasi, trauma tajam/tembus)
10.    Trombosis sinus kavernosus
11.    Tumor orbita dengan perdarahan
12.    Uveitis/skleritis/iritasi

Kriteria Gawat Darurat Bagian Paru
1.    Asma bronkiale sedang – parah
2.    Aspirasi pneumonia
3.    Emboli paru
4.    Gagal napas
5.    Cedera paru (lung injury)
6.    Hemoptisis dalam jumlah banyak (massive)
7.    Hemoptoe berulang
8.    Efusi plura dalam jumlah banyak (massive)
9.    Edema paru non kardiogenik
10.    Pneumotoraks tertutup/terbuka
11.    Penyakit Paru Obstruktif Menahun dengan eksaserbasi akut
12.    Pneumonia sepsis
13.    Pneumotorak ventil
14.    Status asmatikus
15.    Tenggelam

Kriteria Gawat Darurat Bidang Penyakit Dalam
1.    Demam berdarah dengue (DBD)
2.    Demam tifoid
3.    Difteri
4.    Disekuilibrium pasca hemodialisa
5.    Gagal ginjal akut
6.    GEA dan dehidrasi
7.    Hematemesis melena
8.    Hematochezia
9.    Hipertensi maligna
10.    Keracunan makanan
11.    Keracunan obat
12.    Koma metabolik
13.    Leptospirosis
14.    Malaria
15.    Observasi rejatan/syok

Kriterita Gawat Darurat Bidang THT

1.    Abses di bidang THT-KL
2.    Benda asing di laring, trakea, bronkus dan/atau benda asing tenggorokan
3.    Benda asing di telinga dan hidung
4.    Disfagia
5.    Obstruksi jalan napas atas grade II/III Jackson
6.    Obstruksi jalan napas atas grade IV Jackson
7.    Otalgia akut
8.    Parese fasialis akut
9.    Perdarahan di bidang THT
10.    Syok karena kelainan di bidang THT
11.    Trauma akut di bidang THT-KL
12.    Tuli mendadak
13.    Vertigo (berat)

Kriteria Gawat Darurat Bidang Syaraf
1.    Kejang
2.    Stroke
3.    Meningoensefalitis

Sumber: www.panduanbpjs.com

Monday, February 13, 2017

Rahasia dibalik Makan

 Rahasia dibalik Makan



Dalam perjalanan mencari ilmu, Maulana Habib Lutfi Bin Yahya-Pekalongan berjumpa dengan seorang Kiai Sepuh. Romo Habib muda terheran-heran ketika menyaksikan akhlak kiai sepuh yang luar biasa. Yakni, ketika dhahar (makan), ada butiran nasi yang terjatuh lalu dipungut dan dikembalikan ke piring untuk dimakan kembali.

    "Kenapa harus diambil, Yai. Kan cuma nasi sebutir," ujar Romo Habib muda penasaran.

    "Lho, jangan dilihat sebutir nasinya, Yik. Apa kamu bisa bikin nasi sebutir ini, bahkan seper seribu menir saja?"

    Deg, terdiamlah Romo Habib muda. Kiai sepuh melanjutkan, "Ketahuilah, Yik. Pada saat kita makan nasi, sesungguhnya Gusti Allah telah menyatukan banyak sekali peran. Nasi itu namanya Sego Bin Beras Bin Gabah Al Pari. Mulai dari mencangkul, menggaru, meluku, menanam benih, memupuk, menjaga hama hingga memanen ada jasa banyak sekali orang. Kemudian mengolah gabah menjadi beras, dari beras menjadi nasi juga banyak sekali peran hamba Gusti Allah di sana."

    "Ketika ada satu butir nasi, atau menir sekalipun yang jatuh, ambillah. Jangan mentang-mentang kita masih banyak cadangan nasi. Itu bentuk dari takabur, dan Gusti Allah tidak suka dengan manusia yang takabur. Selama jatuh tidak kotor dan tidak membawa mudlorot bagi kesehatan kita, ambillah, satukanlah dengan nasi lainnya, sebagai bagian dari syukur kita".

    Romo Habib muda pun menyimak lebih dalam. "Karena itulah ketika akan makan, diajarkan doa: Allahumma bariklana (Ya Allah semoga Engkau memberkati Kami). Bukan Allahumma barikli (Ya Allah semoga Engkau memberkatiKU), walaupun sedang makan sendirian."

    "'Lana' itu maknanya untuk semuanya, mulai petani, pedagang, pengangkut, pemasak hingga penyaji semuanya termaktub dalam doa tersebut. Jadi doa tersebut, merupakan ucapan syukur serta mendoakan semua orang yang berperan dalam kehadiran nasi yang kita makan."

    "Dan satu lagi, mengapa wong makan kok ada doa: waqina ‘adzaban nar (jagalah kami dari siksa neraka). Apa hubungan, makan kok dengan neraka? Kan gak nyambung."

    "Inggih Yai. Kok bisa ya?" tanya Habib Luthfi muda, penasaran.

    "Begini, Yik. Kita makan ini hanya wasilah. Yang memberi kenyang itu Gusti Allah. Kalau kita makan dan menganggap bahwa yang mengenyangkan kita adalah makanan yang kita makan, maka takutlah, itu akan menjatuhkan kita dalam kemusyrikan. Dosa terbesar bagi orang beriman."

    "Astaghfirullahal ‘adhim..." batin Romo Habib muda, tidak menyangka maknanya sedalam itu.

    “Bayangkan saja, Yik. Demikian juga jika kita makan dan minum tapi tidak dijadikan hilang rasa lapar dan terhapus dahaga kita karena tidak dikendaki Gusti Allah, apalah jadinya?”

Keterangan:
Kisah di atas diambil dari dawuh Habib Lutfi Bin Yahya-Pekalongan, 22 Januari 2017