Saturday, August 6, 2016

Belajar dari Pruitt-Igoe St. Louis USA

 Belajar dari Pruitt-Igoe St. Louis USA


Pruitt-Igoe St. Louis USATahun 1956, George Hellmuth dan Minoru Yamasaki merancang Pruitt-Igoe, kompleks apartemen/ rumah susun untuk warga berpenghasilan menengah dan bawah yang terdiri dari 33 gedung 11 lantau yang terdiri dari 2.870 unit hunian di St. Louis USA. Berbagai pujian dan penghargaan mengukuhkan rancangan kedua arsitek dunia tersebut menjadi model baru hunian warga kota di Amerika Serikat.  Dengan mengadopsi pemikiran Le Corbusier, Pruitt-Igoe dirancang dengan mengadopsi nilai-nilai arsitektur modern yang dipenuhi dengan ruang terbuka hijau dan galeri terbuka untuk ruang sosialisasi warga dan bermain anak di dalam kompleks bangunan.

Dan akhirnya, pada tahun 1976, ke-33 bangunan tersebut dihancurkan oleh Departemen Perumahan dan Pengembangan Kota St Louis karena menurunnya kualitas hunian di dalamnya. Ruang publik yang ada di dalamnya menjadi ruang tidak bertuan tak terawat serta menjadi pusat kriminalitas, koridor depan masing-masing rumah jadi kumuh, pengap, penuh sampah.  Berbagai kerusuhan sosial terjadi di kompleks rumah susun/ apartemen ini karena tidak teradopsinya budaya, gaya hidup, psikososial dan kebutuhan dasar penghuninya.