Sunday, June 29, 2014

Mas Bowo dan mas Joko

Alkisah, pada jaman dahulu kala ada seorang raja yang sedang dirudung sedih berkepanjangan. Meskipun kekuasaannya membentang dari timur ke barat, kekayaannya tak terhitung jumlahnya, kekuasaan yang tidak tak terbatas tidak membuat Sang Raja merasa bahagia. Ternyata ada satu hal yang mengganjal pemikirannya.

Putra mahkota yang diharapkan mampu menggantikannya ternyata lahir berwujud seorang Putri (yang sebenarnya cantik jelita) dan itupun harus melalui penantian berpuluh-puluh tahun. Suatu hal yang tabu pada masa itu untuk menjadikan seorang wanita sebagai raja. Mau gak mau Sang Raja harus mencarikan jodoh yang dirasa pantas untuk putrinya. Untuk itu dibuatlah sayembara yang disebarkan ke seluruh pelosok negeri + negara-negara tetangga bahwa Sang Raja membuka auisi mencari Mantu.

Dan sampai batas waktu yang ditentukan, berbondong-bondong datanglah para pemuda dari yang kurang tampan-ganteng dari yang kerempeng sampai berotot ke istana raja. Namun, hal yang mengejutkan terjadi. Ternyata mereka datang bukan untuk mengikuti sayembara tapi hanya sekedar menonton. Rupanya mereka tidak ada yang bernyali untuk mempersunting sang putri meskipun mendapat bonus akan menjadi raja dikemudian hari.

Akhirnya ketika menjelang senja muncullah dua sosok manusia yang berani menghadap raja untuk ikut berpartisipasi mengikuti audisi. Yang satu Mas Bowo adalah calon panglima perang yang disegani meskipun masih muda. Perawakannya yang gagah, tinggi besar didukung dengan kepintarannya dalam mengatur strategi peperangan membuat karirnya begitu moncer. Pemuda kedua adalah Mas Joko seorang pengusaha muda yang terkenal kaya raya. Meskipun tubuhnya kecil, tapi dia adalah seorang yang grapyak semanak dan suka bergaul dengan siapa saja termasuk para wanita.

Tibalah saat audisi di mulai. Mas Bowo dan Mas Joko diberi kesempatan untuk mengeluarkan segala kemampuannya dalam rangka memikat sang putri. Dari memamerkan kemampuan bertempur, kemampuan bersilat lidah, kemampuan memasak dan lain sebagainya. Berbagai pencitraan yang dibalut dengan black, white, red dan yellow campaign mereka lakukan dengan bantuan tim sukses masing-masing.

Tibalah saatnya penentuan. Sang Putri sebagai pihak yang diperebutkan harus menentukan keputusan, siapa yang akan di pilih menjadi suaminya. Dengan berhati-hati akhirnya sang Putri mulai berbicara terkait dengan keputusannya. Belum sempat dia menyebutkan pilihan akhirnya, tiba-tiba sebuah angin besar berhembus yang menerbangkan berbagai benda ringan di sekitar istana. Sebuah kejutan terjadi. Karena tertiup angin, rambut sang putri yang sebelumnya kelihatan indah, panjang lurus dan hitam (seperti iklan sampo) tiba-tiba berubah menjadi kusut, keriting dan tidak terawat. Rupanya dia bukan putri tapi mbok emban yang dirias sedemikian rupa sehingga mirip Sang Putri Raja. Usut-punya usut, ternyata sang putri sudah lari dengan pacar lamanya yang merupakan rakyat jelata untuk hidup menjauh dari mewahnya istana.

Tinggal Mas Bowo dan Mas joko yang berdiri termenung mengingat berbagai upaya yang sudah dilakukannya ternyata sia-sia.