Friday, February 21, 2014

Sadap Jokowi


Dalam dunia intelejen, sadap menyadap adalah hal yang biasa dan hampir semua negara melakukan. Dan di beberapa negara, menyadap warga negara legal untuk dilakukan selama berkaitan dengan keselamatan negara atau penduduknya.

Akhir-akhir ini, berita tentang sadap menyadap menjadi tontonan yang datang silih berganti. Berawal dari bocornya berita intelejen australia yang menyadap presiden SBY dan pejabat-pejabat lain di Indonesia, kini beredar kabar bahwa Jokowi juga disadap.  Seorang tokoh partai pengusung Jokowi dalam pilgub DKI mengeluarkan pernyataan di media bahwa pihaknya menemukan tiga alat sadap di rumah dinas Jokowi, di Menteng, Jakarta Pusat. Alat sadap itu ditemukan di ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur Jokowi. Tiga alat sadap itu ditemukan setelah PDI-P melakukan penggeledahan di rumah Jokowi.(http://indonesiasatu.kompas.com). Jokowi sendiri ketika dikonfirmasi hanya tersenyum saja dan mengatakan bahwa sebenarnya berita itu terjadi akhir tahun kemarin dan ditanggapi dengan biasa saja.

Dan kalau kita jeli, sebenarnya penyadapan terjadi juga pada diri kita, bahkan kegiatan itu dilakukan selama 24 jam sehari. Dari kita bangun sampai tidur lagi ternyata kita di sadap oleh malaikat yang mencatat semua kebaikan dan keburukan kita. Jadi setuju dengan Pak Jokowi, biasa sajalah kita menskapinya, gak pelu dilebih-lebihkan.

Thursday, February 13, 2014

Mrie Ge-Es

Dalam salah satu syair disebutkan bahwa salah satu tombo ati  adalah berkumpul dengan orang sholeh mungkin hal itu dimaksudkan agar kita bisa mendapatkan manfaat terutama bisa mencontoh kesolehan orang yang kita kumpuli tersebut. Walaupun kita termasuk golongan yang tidak memungkinkan menyandang gelar sholeh, minimal kita dianggap sholeh karena berkumpul dengan orang-orang tersebut.
 
Dan itu bukan hanya berlaku untuk orang sholeh saja, tapi untuk orang-orang yang lain termasuk budayawan. Sekedar nostalgila hampir satu tahun yang lalu, ketika ada peresmian Jalan Kampung SEMBADA UKIR dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Nafa 2, Desa Petekeyan, Tahunan, Jepara, saia diberi kesempatan untuk bertemu dan berkumpul dengan seorang budayawan dan motivator yang cukup terkenal dan insya allah juga sholeh Mas Prie GS

Semoga saja kesuksesan  dan kemampuan Mas Prie GS bisa menular ke orang disebelahnya, meskipun hanya 90 atau 99,99% sehingga saia dapat laku seperti beliau. Aamiien.

Thursday, February 6, 2014

KRI Usman Harun

KRI Usman Harun

 
Seiring dengan komitmen yang pernah di kemukakannya,  Presiden SBY di akhir pemerintahannya banyak melakukan pembelian alutsista untuk memperkuat TNI sebagai garda terdepan dalam upaya pertahanan dan keamanan negara kita. Dari pembelian MBT, pesawat tempur berbagai jenis, salah satunya Super Tucano, hingga kapal laut.

Salah satu pembelian alutsista terbaru yang banyak dibicarakan adalah pembelian tiga kapal fregat yang dari Inggris. Bukan karena kehebatannya, tapi penamaan salah satu dari ketiga kapal tersebut yang mendatangkan keberatan dari pihak Singapura yaitu KRI Usman Harun.  Layaknya kapal-kapal yang lain, pemberian nama menggunakan nama pahlawan adalah hal yang wajar baik itu di indonesia, maupun di luar negeri. Dan nama Usman Harun diambil dari dua orang Pahlawan Nasional RI  bernama Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali  dan Harun Said. Usman Janatin dan Harun Said merupakan anggota Korps Komando Angkatan Laut (KKO) yang sukses melaksanakan tugas negara pada saat konfrontasi dengan Malaysia.

Pada tanggal 10 Maret 1965 Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali, Gani bin Arup  dan Harun Said berhasil meledakkan bangunan Mac Donald House yang terletak di pusat kota Singapura sehingga  menimbulkan kegemparan dan kekacauan bagi masyarakat Singapura. Mengetahui aksinya berhasil membuat kekacauan di kota musuh, mereka bertiga melarikan diri, dimana Harun dan Usman melarikan diri bersama-sama melalui jalur laut dan Gani bin Arup memisahkan diri melalui jalan yang lain. Menggunakan motor boat rampasan, Harun dan Usman berupaya melarikan diri dengan ,menyeberang ke Pulau Sambu yang masuk dalam wilayah RI. Namun sayang begitu sayang, di tengah perjalanan  motor boat mereka mengaalami kerusakan mesih sehingga dapat ditangkap oleh tentara musuh.  Setelah di adili, akhirnya kedua pahlawan kita tersebut divonis hukuman mati dengan cara digantung. Pemerintah Indonesia pun melakukan berbagai usaha untuk meminta pengampunan atau keringanan, hukuman, namun tidak berhasil

Penamaan KRI Usman Harun membuat Pemerintah Singapura melakukan protes karena  penamaan ini akan melukai perasaan rakyat Singapura, terutama keluarga korban dalam peristiwa pengeboman MacDonald House di Orchard Road, Singapura. 

Dan kalau dicermati, protes dari pemerintah Singapura ini tidak berdasar. Selain merupakan salah satu bentuk intervensi terhadap tatanan, aturan, prosedur dan kriteria penilaian sendiri untuk menentukan seseorang mendapat kehormatan sebagai pahlawan. Selain itu, kalau protes ini di tanggapi dan di laksanakan oleh pemerintah RI, bisa jadi pemerintah Belanda di kemudian hari juga akan melakukan protes terhadap penamaan alutsista RI yang menggunakan nama pahlawan karena sebagian besar pahlawan RI merupakan musuh bagi pemerintah Belanda pada saat itu

Akhirnya kita harus mengucapkan selamat datang pada KRI Usman Harun, KRI Bung Tomo dan KRI John Lie

Sunday, February 2, 2014

67 Tahun HMI


HMI berdiri pada tanggal 5 Februari 1947 di salah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati). Ketika itu Lafran Pane berusia 25 tahun dan baru duduk di tingkat I STI. dan berhasil memotivasi mahasiswa STI khususnya mahasiswa di Yogyakarta, untuk mengerti dan memahami gagasannya untuk mendirikan HMI.