Friday, January 24, 2014

Jepara (dikepung) Banjir

Kemarau mengalami kekeringan yang sangat, penghujan mengalami banjir. Suatu hal yang sebenarnya normal saja (di negara kita)  karena kalau terbalik justru akan sangat menakutkan. Air memang sumber penghidupan yang utama bagi manusia, namun jika jumlahnya berlimpah atau terbatas justru akan menjadi sumber penghancuran bagi manusia. 

Jepara, kota yang terkenal dengan mebel ukir sampai berbagai pelosok nusantara bahkan dunia pada pertengahan bukan Januari 2014 ini mengalami banjir yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tercatat, puluhan desa digenangi air karena banyak tanggul yang tidak kuat menahan arus sungai sehingga jebol menggenangi permukiman maupun persawahan. Meskipun banjir hanya terjadi di Jepara bagian timur dan selatan, namun mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu akses utama ke menuju kota-kota lainnya, maka menjadikan jepara terisolir. Jl Jepara - Semarang dan Jepara-Kudus tergenang air sampai hampir 1 meter.

Berdasarkan berbagai sumber, kawasan di Jepara (termasuk Kudus, dan Pati) yang saat ini terkena banjir pada jaman dahulunya merupakan selat yang memisahkan Gunung Muria dengan Pulau Jawa. Seiring dengan berjalannya waktu, selat tersebut lama kelamaan mengalami pendangkalan sehingga membentuk daratan (rendah) yang saat ini sudah ramai di huni oleh manusia.  Mungkin inilah yang disebut dengan hukum (keseimbangan) alam. Endapan tanah yang sebenarnya masih muda sudah digunakan untuk beraktivitas manusia, sehingga keseimbangan alamnya belum tercapai. 

Mungkin ini adalah isyarat dari Yang Maha Kuasa agar manusia bisa menghargai kondisi lingkungan tempat tinggalnya agar selalu tercipta keseimbangan. 


Monday, January 13, 2014

Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali

Usman bin Haji Muhammad Ali lahir di desa Tawangsari, Kelurahan Jatisaba, Kabupaten Purbalingga dari pasangan Haji Muhammad Ali dengan Rukiah pada 18 Maret 1943.  Usman dikenal dengan sebutan Janatin atau Usman Janatin.  Janatin berasal dari keluarga santri yang patuh kepada agama, disamping itu keluarga Djanatin ádalah merupakan pejuang bangsa yang gigih, salah seorang kakaknya telah gugur di dalam tugas mempertahankan kemerdekaan RI pada tahun 1949.  Tahun 1962 Djanatin mulai mengikuti pendidikan militer yang diadakan oleh Korps Komando Angkatan Laut RI. Djanatin mengikuti pendidikan selama 6 bulan dan diteruskan dengan latihan amphibi selama 4 minggu, selanjutnya Djanatin memasuki pendidikan khusus di Cisarua selama satu bulan. Setamat dari berbagai latihan niscaya Djanatin dan kawan-kawan seangkatannya merupakan prajurit pilihan yang serba mampu. Kemudian Djanatin terlibat dalam pelaksanaan Trikora pembebasan Irian Barat.

Pada saat memuncaknya ketegangan Indonesia dengan Malaysia, Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali mendapat tugas rahasia yang amat berat yakni menyusup ke Singapura yang waktu itu masuk dalam wilayah Malaysia dan membuat sabotase di sana bersama Harun Said dan Gani bin Arup. Dengan menggunakan perahu karet, mereka berangkat  dengan membawa 12,5 kilogram bahan peledak dengan perintah untuk melakukan sabotase terhadap sasaran-sasaran penting di kota Singapura.

Pada tanggal 10 Maret 1965 ketiga prajurit pemberani tersebut berhasil meledakkan bangunan Mac Donald House yang terletak di pusat kota Singapura sehingga  menimbulkan kegemparan dan kekacauan bagi masyarakat Singapura. Mengetahui aksinya berhasil membuat kekacauan di kota musuh, mereka bertiga melarikan diri, dimana Harun dan Usman melarikan diri bersama-sama melalui jalur laut dan Gani bin Arup memisahkan diri melalui jalan yang lain.

Menggunakan motor boat rampasan, Harun dan Usman berupaya melarikan diri dengan ,menyeberang ke Pulau Sambu yang masuk dalam wilayah RI. Namun sayang begitu sayang, di tengah perjalanan  motor boat mereka mengaalami kerusakan mesih sehingga dapat ditangkap oleh tentara musuh.  Setelah di adili, akhirnya kedua pahlawan kita tersebut divonis hukuman mati dengan cara digantung. Pemerintah Indonesia pun melakukan berbagai usaha untuk meminta pengampunan atau keringanan, hukuman, namun tidak berhasil
Akhirnya, pada tanggal 17 Oktober 1968, Harun dan Usman menjalani eksekusi hukuman  dan jenazah mereka dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Sebelum di eksekusi, Sersan KKO Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali menulis surat yang ditujukan untuk keluarganya di Indonesia. Berikut ini adalah isi Surat yang ditulis oleh  Sersan KKO Usman Janatin bin Haji Muhammad Ali
Changi Prison, 16 Oktober 1968.

Dihaturkan
Bunda ni Haji Mochamad Ali
Tawangsari.

Dengan ini anaknda kabarkan bahwa hingga sepeninggal surat ini tetap mendo'akan Bunda, Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Rodiijah + Tur dan keluarga semua para sepuh Lamongan dan Purbalingga Laren Bumiayu.

Berhubung tuduhan dinda yang bersangkutan dengan nasib dinda dalam rayuan memohon ampun kepada Pemerintah Republik Singapura tidak dapat dikabulkan maka perlu ananda menghaturkan berita duka kepangkuan Bunda dan keluarga semua di sini bahwa pelaksanaan hukuman mati ke atas ananda telah diputuskan pada 17 Oktober 1968 Hari Kamis Radjab 1388.

Sebab itu sangat besar harapan anaknda dalam menghaturkan sudjud di hadapan bunda, Mas Choenem, Mas Madun, Mas Chalim, Jur Rochajah, Ju Khodijah t Turijah para sepuh lainnya dari Purbolingga Laren Bumiayu Tawangsari dan Jatisaba sudi kiranya mengickhlaskan mohon ampun dan maaf atas semua kesalahan yang anaknda sengaja maupun yang tidak anaknda sengaja.

Anaknda di sana tetap memohonkan keampunan dosa kesalahan Bunda saudara semua di sana dan mengihtiarkan sepenuh-penuhnya pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.Anaknda harap dengan tersiarnya kabar yang menyedihkan ini tidak akan menyebabkan akibat yang tidak menyenangkan bahkan sebaliknya ikhlas dan bersukurlah sebanyak-banyaknya rasa karunia Tuhan yang telah menentukan nasib anaknda sedemikian mustinya.

Sekali lagi anaknda mohon ampun dan maaf atas kesalahan dan dosa anaknda kepangkuan Bunda Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Pualidi , Rodijah, Turiah dan keluarga Tawangsari Lamongan Jatisaba Purbolingga Laren Bumiayu.

Anaknda,
Ttd.

(Osman bin Hadji Ali)

Sunday, January 12, 2014

Harun Said

Harun bin Said alias Thohir merupakan salah satu Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.050/TK/Tahun 1968, tgl 17 Okt 1968 yang jarang disebut oleh masyarakat kita.  Pria yang lahir  pada tanggal lahir pada tanggal 14 April 1947 di Kepulauan Bawean Jawa Timur ini merupakan anggota KKO (kini Marinir) yang dianggap sukses membela Negara RI pada saat konfrontasi dengan Malaysia (termasuk Singapura).

Sebagai anak yang dibesarkan di daerah pesisir, kecintaannya terhadap dunia maritim tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, semenjak lulus SMA, Harun memutuskan untuk menjadi anggota sukarelawan Korps Komando Angkatan Laut (KKO) pada bulan Juni 1964. Saat itu, Harun ditugaskan untuk masuk ke dalam Tim Brahma I di Basis II Ops A KOTI di bawah Letnan KKO Paulus Subekti. Di sini ia bertemu dengan Usman alias Janatin bin H. Mohammad ALI dan Gani bin Aroep. Ketiga pemuda ini bergaul cukup erat, lebih-lebih setelah mereka sering ditugaskan bersama sama. Setelah Tohir memasuki Sukarelawan ALRI, yang tergabung dalam Dwikora dengan pangkat Prajurit KKO II (Prako II), dia mendapat gemblengan selama lima bulan, di daerah Riau daratan sejak tanggal 1 Nopember 1964 hingga akgurnya pangkatnya dinaikkan menjadi Kopral KKO I (Kopko I).

Pada saat memuncaknya ketegangan Indonesia dengan Malaysia, Harun mendapat tugas rahasia yang amat berat yakni menyusup ke Singapura yang waktu itu masuk dalam wilayah Malaysia dan membuat sabotase di sana bersama Usman bin Muhammad Ali dan Gani bin Arup. Dengan menggunakan perahu karet, mereka berangkat  dengan membawa 12,5 kilogram bahan peledak dengan perintah untuk melakukan sabotase terhadap sasaran-sasaran penting di kota Singapura.

Pada tanggal 10 Maret 1965 ketiga prajurit pemberani tersebut berhasil meledakkan bangunan Mac Donald House yang terletak di pusat kota Singapura sehingga  menimbulkan kegemparan dan kekacauan bagi masyarakat Singapura. Mengetahui aksinya berhasil membuat kekacauan di kota musuh, mereka bertiga melarikan diri, dimana Harun dan Usman melarikan diri bersama-sama melalui jalur laut dan Gani bin Arup memisahkan diri melalui jalan yang lain.

Menggunakan motor boat rampasan, Harun dan Usman berupaya melarikan diri dengan ,menyeberang ke Pulau Sambu yang masuk dalam wilayah RI. Namun sayang begitu sayang, di tengah perjalanan  motor boat mereka mengaalami kerusakan mesih sehingga dapat ditangkap oleh tentara musuh.  Setelah di adili, akhirnya kedua pahlawan kita tersebut divonis hukuman mati dengan cara digantung. Pemerintah Indonesia pun melakukan berbagai usaha untuk meminta pengampunan atau keringanan, hukuman, namun tidak berhasil
Akhirnya, pada tanggal 17 Oktober 1968, Harun dan Usman menjalani eksekusi hukuman  dan jenazah mereka dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Friday, January 3, 2014

Merayakan Tahun Baru dengan Kondom

Merayakan Tahun Baru dengan Kondom


Kembang api, terompet dan pesta merupakan beberapa hal yang identik dengan perayaan tahun baru. Ketiga hal tersebut biasanya menjadi rutinitas yang digelar hampir seluruh masyarakat baik itu secara aktif maupun pasif dengan menontonnya saja. Tak kurang trilyunan rupiah dana yang sudah dihabiskan oleh orang-orang di seluruh dunia "hanya" untuk merayakan tahun baru dalam beberapa jam saja. Di indonesiapun ada salah satu pemerintah propinsi yang mengaku menghabiskan dana ratusan juta rupiah dalam waktu belasan menit hanya untuk merayakan tahun baru dengan membakar uang kembang api. 

Akan tetapi, ada yang lebih heboh lagi. Ternyata ada fenomena baru yang menggejala di dalam hati dan sanubari remaja kita. Dalam perayaan tahun baru 2014 kemarin ternyata banyak apotik yang mengabarkan bahwa dagangan mereka yang berbentuk kondom laris manis bak kacang goreng. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jualan kondom lebih laris daripada terompet.

Kalau misalnya kondom yang dibeli para remaja tersebut di tiup untuk dijadikan semacam balon sich gak masalah. Hanya saja para remaja kita ternyata sudah mahir dalam menempatkan kondom sesuai dengan tupoksinya.

Semoga saja komitmen para remaja untuk berkondom ria tersebut tidak ada hubungannya dengan pembagian kondom gratis pada saat Pekan Zina Nasional beberapa waktu yang lalu.



Thursday, January 2, 2014

Ariel Tatum

Ariel Tatum

Salah satu artis muda yang dipandang akan melejit di Tahun 2014 ini adalah Ariel Tatum dengan diawali gebrakan tahun barunya yang dirayakan bersama Al Ghazali putra dari Presiden Republik Cinta, Ahmad DaniAriel Tatum yang juga merupakan cucu dari Murry salah satu personel Koes Plus ini memulai debutnya di dunia film layar lebar dengan membintangi film Ariel & Raja Langit pada tahun 2005, kemudian ikut bermain dalam film Oh Baby dan Kawin Laris.

Meskipun di kenal sebagai penyanyi dan model cantik muda yang cukup potensial, ternyata dar cantik kelahiran Jakarta 8 November 1996 ini telah membintangi beberapa sinetron, antara lain:
  • Abadi Untuk Selamanya (2006)
  • Cinderella Boy (2007)
  • Apa Ini Cinta
  • Nikita
  • Rafika (2009)
  • Dia Bukan Anakku (2010)
  • Cinta RockStar (2013)
  • Cinta Yang Sama
 Kita tunggu saja kiprah berikutnya dari Ariel Tatum di tahun 2014 ini, semoga tidak kalah dengan para politikus yang sebentar lagi juga akan unjuk gigi. 



Wednesday, January 1, 2014

Resolusi 2014

Resolusi 2014


15 detik sudah tahun 2013 berlalu, dan 15 detik pula 2014 datang dengan diiringi pekik terompet dan  sahdunya syair-syair kembang api.  Yang pasti, waktu pergantian tahun tidaklah sedramatis dengan waktu pergantian bulan yang ternyata sangat berpengaruh terhadap isi perdompetan. 

Bukan bermaksud latah, tapi tidak ada salahnya jika di awal tahun 2014 ini saia mencoba untuk ber-resolusi sebagai upaya peningkatan kualitas diri.  Resolusi sesuai berasal dari 2 penggalan kata, yaitu "re" dan "solusi", dimana "re" mengandung arti kembali dengan sifat yang berulang-ulang dan "solusi" merupakan cara untuk memecahkan suatu masalah.  Apabila kedua kata itu dirangkaikan akan menjadi sebuah pengukuhan bahwa kita harus selalu ber-resolusi yaitu selalu menjadi pemecah masalah yang selalu dihadapi oleh kita maupun orang-orang di sekeliling kita.

Kembali pada resolusi saia di tahun 2014, ada perihal utama yang harus dicapai yaitu resolusi itu sendiri. Berusaha untuk terus menjadi solusi bagi lingkungan sekitar, kapanpun dan dimanapun saia berada.

Bagaimana dengan anda? apakah resolusi di awal tahun ini...?