Wednesday, December 18, 2013

Perlukah Kolom Agama di KTP Dihapus?

Perlukah Kolom Agama di KTP Dihapus?



 A : “Bro, tahu belum? Ada wacana kolom agama di KTP mau dihilangkan lho.”
B : “Emang kenapa? Katanya negara berketuhanan, kok malah hilangkan agama?”
A: “Katanya sih, kolom agama itu bisa mengakibatkan diskriminasi. Lagian agama juga urusan pribadi. Nggak usahlah dicantumkan di KTP.”

 
B : “Nah, ntar ada juga orang yang ngaku mendapat perlakuan diskriminasi gara-gara jenis kelamin ditulis. Berarti kolom jenis kelamin juga harus dihapus dong. Laki-laki dan perempuan kan setara. ”

 
C : “Eh, jangan lupa. Bisa juga lho perlakuan diskriminasi terjadi karena usia. Jadi hapus juga kolom tanggal lahir.”

 
D : “Eit, ingat juga. Bangsa Indonesia ini juga sering fanatisme daerahnya muncul, terlebih kalau ada laga sepak bola. Jadi mestinya, kolom tempat lahir dan alamat juga dihapus.”

 
B : “Ada juga lho, perlakuan diskriminasi itu gara-gara nama. Misal nih, ada orang dengan nama khas agama tertentu misalnya Abdullah, tapi tinggal di daerah yang mayoritas agamanya lain. Bisa tuh ntar dapat perlakuan diskriminasi. Jadi kolom nama juga wajib dihapus.”

 
B: “Kalau status pernikahan gimana? Perlu gak dicantumkan?”

 
A : “Itu harus dihapus. Nikah atau tidak nikah itu kan urusan pribadi masing-masing. Saya mau nikah kek, mau pacaran kek, itu kan urusan pribadi saya. Jadi kalau ada perempuan hamil besar mau melahirkan di rumah sakit, nggak usah ditanya KTP-nya, nggak usah ditanya sudah nikah belum, nggak usah ditanya mana suaminya. Langsung saja ditolong oleh dokter.”

 
D : “Sebenarnya, kolom pekerjaan juga berpotensi diskriminasi. Coba bayangkan. Ketika di KTP ditulis pekerjaan adalah petani/buruh, kalau orang tersebut datang ke kantor pemerintahan, kira-kira pelayanannya apakah sama ramahnya jika di kolom pekerjaan ditulis TNI? Nggak kan? Buruh biasa dilecehkan. Jadi kolom pekerjaan juga harus dihapus.”

 
C: “Kalau golongan darah gimana? Berpotensi diskriminasi nggak?”

 
A : “Bisa juga. Namanya orang sensitif, apa-apa bisa jadi bahan diskriminasi.”

 
E : “Lha terus, isi KTP apa dong?
Nama : dihapus
Tempat tanggal lahir : dihapus
Alamat tinggal : dihapus
Agama : dihapus
Status perkawinan : dihapus
Golongan darah : dihapus

 
Berarti, KTP isinya kertas kosong doang….”


Sumber: dari facebook

Friday, December 6, 2013

Nelson Mandela dan 10 Quote yang tak terlupakan

Nelson Mandela dan 10 Quote yang tak terlupakan

 
Tokoh anti apartheid asal Afrika Selatan, Nelson Mandela menghembuskan nafasnya yang terakhir pada Kamis malam 5 Desember 2013. Kondisi Mandela sebelumnya sempat kritis setelah beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Dunia kehilangan salah satu tokoh yang paling berpengaruh terhadap peradaban umat manusia. Banyak orang yang menganggap bahwa Nelson Mandela adalah Guru/mentor, saudara serta sahabat yang bisa menginspirasi serta memberi suri tauladan yang baik. Berikut ini 10 quote dari Nelson Mandela yang tidak akan terlupakan sebagaimana dilangsir dari detik.com


1.    Rasis
I hate race discrimination most intensely and in all its manifestations. I have fought it all during my life; I fight it now, and will do so until the end of my days.
Aku sangat benci diskriminasi ras dan segala bentuknya. Saya sudah memperjuangkannya selama hidup saya. Saya akan memperjuangkannya sekarang, dan akan melakukannya sampai akhir

2.    Kesulitan
Difficulties break some men but make others. No axe is sharp enough to cut the soul of a sinner who keeps on trying, one armed with the hope that he will rise even in the end.
Kesulitan bisa menghancurkan orang, tetapi juga bisa membentuk kepribadian. Tidak ada kapak yang cukup tajam untuk memotong jiwa seorang yang berdosa yang terus mencoba, seseorang yang dipersenjatai dengan harapan ia akan bangkit sampai akhir.

3.    Kematian
Death is something inevitable. When a man has done what he considers to be his duty to his people and his country, he can rest in peace. I believe I have made that effort and that is, therefore, why I will sleep for the eternity'.
Kematian adalah sesuatu yang tak terelakkan. Ketika seseorang telah melakukan apa yang dia anggap sebagai kewajiban kepada rakyat dan negerinya, ia dapat beristirahat dalam damai. Saya percaya saya telah membuat usaha itu, maka dari itu, saya akan tidur dalam keabadian.

4.    Moral
Those who conduct themselves with morality, integrity and consistency need not fear the forces of inhumanity and cruelty.
Mereka yang berbuat dengan moralitas, integritas dan konsistensi tidak perlu takut akan tindakan tak manusiawi dan kekejaman

5.    Keberanian
I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it.... The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.
Saya belajar bahwa keberanian timbul bukan karena tidak adanya rasa takut, tapi kemenangan atas (rasa takut) itu.... Orang pemberani bukanlah orang yang tidak merasa takut, tapi dia yang mengalahkan ketakutan.

6.    Perjuangan
During my lifetime I have dedicated myself to this struggle of the African people. I have fought against white domination, and I have fought against black domination. I have cherished the ideal of a democratic and free society in which all persons live together in harmony and with equal opportunities. It is an ideal which I hope to live for and to achieve. But if needs be, it is an ideal for which I am prepared to die.
Selama hidup saya, saya telah mendedikasikan diri saya berjuang untuk rakyat Afrika. Saya telah berjuang melawan dominasi kulit putih, dan saya telah berjuang melawan dominasi kulit hitam. Saya menghargai demokrasi yang ideal dan masyarakat yang bebas, di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dan kesempatan yang sama. Ini adalah hal ideal yang saya siapkan untuk mati.

7.     Penjara
Prison itself is a tremendous education in the need for patience and perseverance. It is above all a test of one's commitment.
Penjara adalah tempat pendidikan yang luar biasa untuk melatih kesabaran dan ketekunan. Ini adalah ujian komitmen seseorang.

8.    Musuh
If you want to make peace with your enemy, you have to work with your enemy. Then he becomes your partner.
Jika ingin berdamai dengan musuh, kita harus bekerja sama dengan mereka. Maka musuh bisa jadi sekutu.

9.    Kebencian
No one is born hating another person because of the color of his skin, or his background, or his religion. People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite.
Tidak seorang pun yang terlahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya. Orang harus belajar untuk membenci, dan jika mereka dapat belajar untuk membenci, mereka dapat diajarkan untuk mencintai, karena cinta datang lebih alami ke hati manusia daripada kebalikannya.

10. Kebebasan
Only free men can negotiate, prisoners cannot enter into contracts. Your freedom and mine cannot be separated.
Hanya orang bebas yang dapat bernegosiasi, tahanan tidak bisa masuk ke dalam perjanjian. Kebebasan Anda dan saya tidak dapat dipisahkan.

Monday, December 2, 2013

Pekan Zina Nasional

Pekan Zina Nasional


Bukan bermaksud menyindir kegiatan Ibu Ndoro Mentri Kondom Kesehatan di negeri Ketoprak,  tapi event ini memang benar-benar layak untuk di laksanakan. Apalagi kalau sudah dianggarkan dan menjelang akhir tahun. Bayang-bayang uang yang dikhawatirkan melayak kembali ke pundi-pundi negara membuat pihak-pihak yang berkepentingan untuk segera merealisasikannya.

Dengan berbekal sebuah Bus yang didesain sedemikian rupa, Panitia Pekan Zina Nasional berkeliling ke tempat-tempat strategis untuk menyebarkan kartu diskon yang dapat digunakan di semua lokalisasi. Kegiatan ini tidak lain dan tidak bukan bertujuan agar para laki-laki yang hidungnya tidak mulus tidak jajan di sembarang tempat, tapi di lokalisasi yang sudah ditunjuk. Selain itu juga untuk mengenalkan kepada para remaja lokasi yang aman dan nyaman untuk berlokalisasi.

Adakah yang terarik untuk membuat pekan-pekan yang lain?