Wednesday, October 24, 2012

Lemper

Lemper


Kalau bicara masalah perlindungan terhadap sesuatu yang sudah, nyaris maupun dikhawatirkan punah, banyak sekali tokoh yang bisa dijadikan rujukan. Ada Kang Alamendah yang konsen melindungi flora dan fauna, Pak Sawali yang setia melestarikan sastra dan budaya, Pakdhe Marsudiyanto yang selalu setia menjaga kelucuan dan spontanitas, Om Andy sebagai penjaga anak-anak melalui IFK, Om Totok sang pelestari budaya dan etawa di Gunung Kelir, Kang Achoy sang penjaga cinta dan juga teman-teman yang lain.  Dan pagi ini sesuai dengan kondisi perut yang sedang ndangdutan saia akan mencoba mengulas tentang makanan yang dikhawatirkan segera punah karena kalah dengan makanan-makanan modern.

Jaman saia masih kecil, setiap ada orang hajatan pasti makanan dari ketan yang diisi abon ini pasti terhidang di meja yang punya gawe. Dengan bentuk yang bulat agak besar dan panjang tentu saja akan menarik mata para tamu terutama ibu-ibu untuk segera menikmatinya. Lemper adalah salah satu jajanan tradisional yang menjadi favorit pada jamannya. 
 
Dan konon katanya apabila di suatu hajatan tidak ada makanan yang bernama lemper ini, hajatan akan terasa cemplang dan kurang greget. Dan entah mengapa isi yang terkandung di dalam lemper dari dulu sampai sekarang tidak mengalami perkembangan yang berarti, hanya berkutat pada abon atau daging kecil-kecil. Mungkin kalau di isi sayur takut dikira sanwich, diisi kentang dan ayam dikira arem-arem, diisi pisang dikira molen dan diisi pulsa dikira HP.

Ada yang tahu filosofi tentang lemper? kalau ada mbok saia diberitahu karena memang saya belum tahu heheheh.....

Tuesday, October 23, 2012

Satu-Satu (Iwan Fals)

Satu satu daun berguguran
Jatuh ke bumi dimakan usia
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda

Satu satu tunas muda bersemi
     Mengisi hidup gantikan yang tua
     Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda

Waktu terus bergulir
     Semuanya mesti terjadi
        Daun daun berguguran
            Tunas tunas muda bersemi

            Satu satu daun jatuh kebumi
       Satu satu tunas muda bersemi
   Tak guna menangis tak guna tertawa
Redalah reda

Waktu terus bergulir
Kita akan        pergi dan ditinggal pergi
Redalah              tangis redalah tawa
Tunas                   tunas muda bersemi

Waktu                 terus bergulir
Semuanya        mesti terjadi
Daun daun berguguran
Tunas tunas muda bersemi

Tuesday, October 9, 2012

Hilangnya Kesaktian Mbah Google

Hilangnya Kesaktian Mbah Google



Konon, mbah Google adalah seorang paranormal yang paling pintar dan paling tahu di seluruh penjuru dunia, tak kurang ratusan bahkan ribuan orang-orang jenius dan pintar bergabung dalam tim sapu jagat ini. Bertahun-tahun lamanya kesaktian mbah Google dimanfaatkan oleh banyak orang yang beraktifitas di dunia maya.

Akan tetapi, ternyata kesaktian dan kepintaran Mbah Google sudah mulai ternoda dengan keluarnya surat talak kepada blog ini gara-gara saia suka main di Gang Bang. Mungkin karena laporan dari anak buah Mbah Google yang ABS, maka tanpa melalui cross chek di lapangan surat cerai langsung dilayangkan.

Dan keyakinan akan orang-orang pinter yang berada di jajaran Mbah Google musnah sudah karena ternyata dan ternyata orang-orang pintar itu digantikan sebuah robot yang hanya mau melakukan penginderaan jauh saja. Semoga Mbah Google lebih sadar lagi kalau usianya sudah tua sehingga sisi kemanusiaan robotnya bisa ditingkatkan.