Saturday, January 21, 2012

Lafran Pane

 Lafran Pane



Apakah anda kenal dengan salah satu tokoh intelektual Muslim Indonesia ini? Saia yakin hanya sebagian kecil dari kita saja yang kenal dengan sosok beliau. Lafran Pane adalah salah satu tokoh yang berpengaruh dalam pergerakan di Indonesia, karena beliau adalah pendiri organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Lafran Pane dilahirkan  di Sipirok-Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada tanggal 5 Februari 1922. Beliau merupakan putra dari  Sutan Pangurabaan Pane, seorang tokoh yang cukup berpengauh di Sumatera Utara terutama daerah Tapanuli Selatan. Sutan Pangurabaan Pane adalah seorang tokoh nasional, ia pernah aktif menjadi pimpinan Partai Indonesia atau PARTINDO. Semasa muda, tokoh pendiri HMI ini tumbuh dalam lingkungan nasionalis-muslim dan beliau pernah menganyam pendidikan di Pesantren, Ibtidaiyah, Wusta dan sekolah Muhammadiyah

Sebagai salah satu tokoh pemuda yang aktif dalam pergerakan nasional, Lafran Pane ikut ke dalam kelompok pemuda yang ikut memprakarsai Proklamasi 17 Agustus 1945 bersama Adam Malik, Sukarni, N. Nitimiharjo, Winaka, Chaerul Saleh, Pandu Wiguna, Kusnaeni, Darwis, Johar Nur, Armunanto, dan Hanafi. Pergolakan pemikirannya saat kuliah di STI (Sekolah Tinggi Islam) yang saat ini berubah menjadi UII Yogyakarta.  Pada saat itu, beliau memiliki sebuah pemikiran sebagai berikut:

Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya, yaitu agama Islam. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat.

Dan akhirnya HMI berdiri pada tanggal 5 Februari 1947 di salah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati). Ketika itu Lafran Pane berusia 25 tahun dan baru duduk di tingkat I STI. dan berhasil memotivasi mahasiswa STI khususnya mahasiswa di Yogyakarta, untuk mengerti dan memahami gagasannya untuk mendirikan HMI. 



Tuesday, January 17, 2012

Toilet Ekslusif untuk Dewan Pemikir Rakyat

Toilet Ekslusif  untuk Dewan Pemikir Rakyat



Sebelum membaca tulisan ini, perlu diketahui oleh teman-teman bahwa saia tidak sedang membahas kelakuan Dewan Perwakilan Rakyat yang katanya terhormat. Saia hanya ingin mengulas kelakuan dari Polit Biro perpolitikan di negara  yang bertajuk Republik Antah Barantah yaitu mereka yang dusuk di Dewan Pemikir Rakyat.

Berbeda dengan Dewan Perwakilan Rakyat yang ada di negara kita, DPR Republik Antah Barantah ini sangat menikmati kerja mereka sesuai dengan nama dan tupoksi yang sudah di atur yaitu memikirkan rakyat. Sebagai seorang Pejuang Pemikir dan pemikir pejuang, setiap hari mereka hanya di beri tugas untuk berfikir, berfikir dan berfikir saja. Semua permasalahan yang di hadapi rakyat langsung mereka pikirkan, baik secara sendiri maupun bersama-sama melalui sidang maupun rapat.

Dan perlu teman-teman ketahui, ternyata ada tempat yang paling sering digunakan oleh Dewan Pemikir Rakyat di negara Antah Barantah untuk bertugas yaitu TOILET. Rupanya dengan setiap hari merenung dan menghabiskan waktu di toilet, pemikiran mereka menjadi lebih tajam, aktual dan terpercaya. Berbeda dengan sidang-sidang yang biasa dilakukan oleh bangsa-bangsa di negara lain, hampir 90 % sidang yang dilakukan oleh DPR negara Antah Barantah dilakukan di tolet masing-masing dewan dengan mengandalkan teknologi teleconference.

Untuk mendukung kinerja mereka, Negara Antah Barantah membangun toilet yang mewah buat kerja Dewan Pemikir Rakyat ini. Lebih dari 5 Milyar uang yang dihabiskan untuk membangun toilet yang betul-betul bisa memanjakan pemikiran mereka. Belum termasuk biaya pemeliharaan yang harus dianggarkan tiap tahun agar toilet mewah tersebut bisa terjaga dan terpelihara dengan baik. 

Dan mungkin karena banyak pejabat-pejabat dari negara lain yang berkunjung untuk melakukan study banding ke negara Antah Barantah maka desain toilet mewah tersebut menjadi sumber inspirasi untuk di terapkan di negara masing-masing. Jadi jangan heran kalau pejabat di negara teman-teman menginginkan juga dibuatkan toilet mewah sebagai tempat berfikir dan mencari inspirasi demi kemajuan bangsa dan negaranya


Wednesday, January 11, 2012

11 Januari

11 Januari


Sebelas Januari Bertemu
Menjalani Kisah Cinta Ini
Naluri Berkata Engkaulah
Milikku

Bahagia Selalu Dimiliki
Bertahun Menjalani Bersamamu
Kunyatakan bahwa Engkaulah
jiwaku


Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
 Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu

Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu


Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu
 adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku
dengan lembut
Dengan sejuta warna


Wednesday, January 4, 2012

Kiat EsEmKa

 Kiat EsEmKa


Kali ini, blog Kata Hati tidak akan mengulas tentang mobil Kiat EsEmKa secara teknis karena saia tidak memiliki kempetensi dalam hal teknisi mobil seperti temen saia Benni. Saia juga tidak akan membahas Perang Koran antara Pak Jokowi dan Pak Bibit Waluyo yang kata koran sedang berseteru walaupun hanya dalam berita koran saja.

Kiat EsEmKa kalau kita merujuk pada ramalan Ki ronggo Warsito  sejarah mobil nasional bukanlah barang baru. Dulu sempat ada mobil nasional bernama Tumor Timor yang diprediksikan bisa menjadi titik awal bagi kemandirian bangsa dalam hal permobilan. Hanya saja, karena dukungan yang diberikan oleh pemerintah dan para pejabat pada saat itu hanya sekedar untuk menyenangkan Eyang Kakung, maka ketika Eyang Kakung pergi dukungan pejabat juga ikut lari.

Semoga saja kebijakan pemerintah bisa mendukung pengembangan Kiat EsEmKa sebagai mobil nasional, tanpa di ganggu oleh mafia2 produsen mobil yang saat ini menjadi penguasa pemerintah kita