Monday, September 27, 2010

Pulau Jawa Nyaris Tenggelam

Pulau Jawa Nyaris Tenggelam


[http://pencerah.blogspot.com] Alkisah, Pulau Jawa merupakan salah satu pulau dengan beban paling tinggi di dunia. Beban yang utama tentu saja adalah banyaknya jumlah penduduk  yang selanjutnya akan menimbulkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh penghuninya. Menurut pujangga-pujangga jaman dahulu, Pulau Jawa merupakan Pulau yang gemah ripah loh jinawi karena tanahnya yang sangat subur serta banyak mengandung sumberdaya alam lainnya. Tak heran jika pada saat itu mulai banyak orang yang tertarik untuk datang dan mendiami Pulau Jawa.

Seiring makin banyaknya penduduk yang mendiami, beban yang ditanggung oleh Pulau Jawa semakin berat. Apalagi yang mendiami Pulau Jawa adalah makhluk-makhluk unik yang berbeda dengan makhluk di belahan dunia yang lain. Kalau pada jaman dahulu orang jawa dikenal dengan kesabaran dan kemampuan survival tinggi (konon bangsa zahudi saja takut terhadap kemampuan tersebut) maka, saat ini mulai bergeser. Kesabaran orang-orang yang mendiami pulau ini mulai terkikis menjadi keserakahan yang semakin membudaya.

Maka tidaklah mengherankan jika besarnya beban tersebut membuat Pulau Jawa saat ini mengalami penurunan dalam pengertian yang sebenarnya. Penurunan permukaan tanah sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun, hanya saja orang yang menyadari baru segelintir saja. Orang-orang mulai terhenyak ketika ada sepenggal ruas jalan di ibukota yang ambles karena penurunan permukaan tanah. Padahal, peristiwa tersebut akan lebih kelihatan nyata kalau kita berjalan-jalan di sekitar pelabuhan besar seperti daerah Jakarta, semarang, Surabaya,  dan tempat-tempat lainnya. Dan sebentar lagi penurunan permukaan tanah secara ekstrim akan terjadi di sekitar Sidoharjo seiring dengan adanya semburan lumpur panas yang terus bertahan sampai saat ini.

Sebagai manusia yang dikaruniai akal dan fikiran sadarkah kita kalau peristiwa tersebut disebabkan oleh kesalahan kita sendiri? Saya yakin, setidaknya mulai saat ini banyak masyarakat yang mulai tersadar. Akan tetapi sadar saja tidak cukup, karena kesadaran kita hanya kesadaran pasrah tanpa ingin mengimplementasikannya ke dalam perbuatan nyata.

Yang saat ini saya takutkan, beberapa saat lagi Pulau Jawa beserta isinya (termasuk saya) akan menjadi sejarah bagi beradaban bangsa di seluruh dunia yang diceritakan turun temurun seperti Benua Atlantis yang hilang karena tenggelam. Semoga ketakutan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjaga dan memelihara lingkungan di sekitar kita masing-masing.

Wednesday, September 22, 2010

Pulau-Pulau yang Menyeramkan di dunia

Pulau-Pulau yang Menyeramkan di dunia


[http://pencerah.blogspot.com] Tahukah anda pulau yang paling menyeramkan didunia? jawabannya bukan pulau Komodo atau Pulau Nusakambangan. Silahkan saja simak uraian berikut ini:

1. Pulau Fiji


Pulau Fiji memiliki kisa yang sangat menyeramkan, dari kanibalisme terhadap anak-anak, pembunuhan, penyiksaan anak-anak dan lain-lain. Pada tahun 1840, ada misionaris yang pernah menulis tentang pulau ini. Katanya, di pulai ini tinggal para kanibal sadis yang suka menangkap orang dewasa terlebih anak kecil dari laut dan pantai.

Anak kecil yang ditangkapnya itu kemudian digantung menjadi hiasan bendera, sampai akhirnya anak itu meninggal karena mabok laut.

Atau, anak-anak yang ditangkap itu, dibawah hidup hidup dan dijadikan contoh bagi anak-anak penduduk setempat tentang seni perang. Anak-anak hasil tangkapan itu dipanah, dipukulin pakai tongkat sampai mati.

2. Pulau Sampah Pasifik
Pulau ini disebut pulau sampah karena pulau ini terbentuk dari sampah-sampah terutama plastik yang dibuang oleh orang Amerika dan Cina. Jadi, tiap kali Amerika atau Cina membuang sampah ke laut, sampah itu kemudian terkumpul di tempat yang sama, namanya North Pacific Gyre.

Makin lama, sampahnya makin numpuk dan sekarang sampah itu sudah menjadi seperti pulau dengan ukuran sebesar Texas.

Sampah plastik tentunya tidak bisa terurai, tapi bisa ancur sampe kecil-kecil hingga seukuran plankton. Dan ikan yang mengira sampah plastik itu plankton, tentu akan memakannya. Kemudian, kita memakan ikan dimaksud.

Sejumlah peneliti pernah mengambil sampel air laut dari daerah pulau sampah dan hasilnya, jumlah kandungan plastik 6x lebih banyak daripada jumlah plankton.

Meski sampah itu sudah membentuk sebuah pulau, namun jangan coba-coba berdiri di atas pulau sampah ini. Soalnya kita bakal langsung kejeblos ke laut, dan kita akan tertutup sama sampah lagi.

3. Pulau Izu
Pulau Izu, letaknya di wilayah Jepang. Pulau ini udaranya dipenuhin ama gas sulfur dengan konsentrasi tertinggi di seluruh dunia. Tapi sampai saat ini, masih ada sejumlah orang yang menetap disana, namun terus menggunakan masker.

Di tengah malem, sirene bakalan bunyi karena konsentrat gas sulfurnya parah dan jika sampai dihirup maka bisa mati lemas. Orang-orang disana menghabiskan hidupnya dengan cara ini.

Di pulau ini juga ada lempengan tektonik yang bisa ngehasilin gempa superdahsyat.

4. Pulau Ramree
Tahun 1945, jaman Perang Dunia II, ada sekitar 900 tentara Jepang dikirim ke Pulau Ramree. Waktu lagi keliling, jalannya kehalang sama rawa. Mereka kemudian masuk saja ke rawa-rawa itu. Dan akhirnya 500 dari 900 tentara itu hilang.

Pulau ini banyak dihuni oleh nyamuk malaria, kalajengking yang mematikan, dan buaya laut. Tentara yang selamat dari pulau itu mayoritas mengalami luka parah sampai sekarat.

Kejadian ini kemudian masuk Guinness Book of World Records’ “Greatest disaster suffered from animals.”

5. Pulau Poveglia
Pulau Poveglia berada di daerah perairan Venice, Italia. Pulau ini terbentuk saat orang-orang Romawi jaman dulu, dengan baik hati mencari tempat untuk mengkarantinakan orang-orang yang kena virus mematikan di jaman itu. Pulau Poveglia ini akhirnya dipenuhi oleh ribuan orang sakit yang akhirnya mati bareng-bareng di sana.

Beberapa abad kemudian, virus Bubonic nyerang Eropa, dan pulau ini kembali ke masa ‘kejayaan’ nya, sebagai tempat piknik terakhir buat orang-orang sekarat.

Waktu virusnya makin parah, akhirnya semua orang yang mengalami sakit sedikit langsung dikirim ke Pulau Poveglia. Total jumlah kematian di pulai inipun jadi sekitar 160.000 nyawa. Seolah belom cukup serem, taon 1922 di pulau berbau mayat penyakitan ini dibangun RSJ. Gosipnya dokter2 jiwa disana itu suka menyiksa pasiennya dengan menaruh mereka di atas tower, hingga mereka mati.

Kabar selanjutnya, dokter-dokter disana akhirnya juga mati semua dan dilempar dari tower sama hantu penyakitan. Lewat beberapa tahon, ada segerombol orang dikirim buat tinggal disana. Tapi besoknya, pada balik lagi karena katanya setiap mereka mendengar banyak suara orang jerit-jerit dan ada sejumlah penampakan.

Jadi, sampe sekarang tidak ada lagi yang nempatin Pulau Poveglia.

6. Ilha de Queimada Grande Alias Pulau Ular

Pulau ini dipenuhin oleh ular. Pernah ada nelayan yang nyasar kesana, trus pulang dan perahunya dipenuhi darah. Ular yang memenuhi pulau ini jenisnya Golden Lancehead. Racun ular ini termasuk salah satu yang terganas, bisa bikin daging busuk ampe ke tulang. Ular jenis ini cuma ada di pulau itu.
 
 

Sunday, September 19, 2010

Amblesnya Jalan Kami

Amblesnya Jalan Kami


[http://pencerah.blogspot.com]. Cerita ini tidak akan mengisahkan tentang Ontorejo yang suka ambles ke bumi, tapi sebuah realitas yang sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun, tapi baru disadari oleh sebagian besar orang yang berkepentingan. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat opera van indonesia berikut ini:

Alkisah, di suatu tempat di wilayah ibukota negara Indonesia ada sepenggal ruas jalan yang ambles sampai kedalaman 7 meter. Suatu hal yang aneh (menurut sebagian besar orang) karena jalan tersebut baru saja diperbaiki yaitu dengan dibeton sehingga mampu menahan beban berat yaitu truk-truk kontainer yang setiap hari terseok-seok melewati jalan tersebut. 

Suatu hal yang memalukan rupanya terjadi lagi. Kegiatan perkerasan jalan yang menelan uang rakyat Milyaran rupiah tersebut rupanya  dikerjakan oleh "tukang sulap", sehingga dengan segala trik yang dipunyai tiba-tiba langsung berwujud jalan beton dengan permukaan yang kelihatannya bagus. Sungguh berbeda apabila proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor atau setidaknya orang yang mengerti proyek konstruksi.

Dan yang lebih menarik lagi, para pengawas yang seharusnya memonitor pelaksanaan pekerjaan tersebut berubah menjadi penonton saja (maklum yang bekerja adalah tukang sulap dan tukang sirkus). Dengan pandangan takjub dan terheran-heran mereka terpukau oleh keahlian si tukang sulap. Mereka yang katanya berasal dari instansi pemerintah (pusat) bagaikan terhipnotis hanya bisa terbengong-bengong, sehingga mereka yang sebenarnya pintar tampak bodoh (kebalik gak ya...?)
Tapi bagaimanapun itu sudah terjadi. Dan kalau dibandingkan dengan kasus-kasus lain itu hanyalah kasus yang sangat kecil. Kasus yang sangat besar seperti Lumpur Lapindo-pun akhirnya bisa dialihkan menjadi  Kesalahan Tuhan dengan dalih bencana alam, apalagi kasus amblesnya jalan ini. Saya yakin Tuhan masih mau dijadikan biang kesalahan dengan dalih bencana alam sehingga kelalaian manusia bisa dihapuskan. Setidaknya sampai mereka itu menyadari akan kebodohan dan kelalaiammya.

Monday, September 6, 2010

Arsitektur Gedung Parlemen

Arsitektur Gedung Parlemen


[http://pencerah.blogspot.com]Sebuah seni arsitektur baru (atau sebenarnya lama, cuma orang-orang pintar saja yang tahu) telah muncul. Demi menjaga keselamatan gedung bertingkat dari bahaya kebakaran, mulai saat ini harus dibangun kolam renang sebagai antisipasi apabila pemadam kebakaran terlambat datang mencapai lokasi.

Terlepas dari benar dan tidaknya teori tersebut, apabila di semua gedung bertingkat benar-benar memiliki kolam renang (dan tentu saja berstandar internasional) akan berdampak signifikan terhadap perkembangan olahraga renang di negara kita. Atlet maupun calon atlet renang akan punya banyak pilihan tempat berlatih sehingga mereka tidak akan bosan untuk berprestasi. Belum lagi banyaknya penghuni/pengguna gedung yang akan meningkat kesehatannya karena tiap hari bisa berenang di gedung yang mereka tempati.

Trend arsitektur tersebut rupanya ingin menyaingi trend sebelumnya yaitu diperlukannya spa, panti pijat dan fitnes centre di gedung-gedung megah. Kalau hal ini sebenarnya sudah lazim bagi gedung-gedung apartemen yang mulai marak didirikan di kota-kota besar. Dan akan lebih bagus lagi kalau fasilitas-fasilitas tersebut dibangun di kantor-kantor pemerintahan maupun gedung parlemen

Di gedung parlemen, para wakil rakyat akan langsung bisa istirahat setelah sehari semalam tidak tidur bersidang membahas permasalahan negara. Beban kerja mereka yang sangat besar, yaitu bekerja 24 jam sehari 6 hari seminggu tentu akan menguras fisik dan mental mereka, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh beristirahat memanjakan diri. Dan mungkin kebutuhan yang sebentar lagi perlu dimasukkan di rancangan gedung parlemen adalah poliklinik yang  sebagian besar diisi psikiater atau dokter jiwa.

Semoga saja dengan adanya gedung parlemen yang anti kebakaran serta menjunjung tinggi harkat dan martabat anggota dewan kondisi negara kita semakin bertambah baik. Anggota dewan akan semakin enak dan nyaman dalam beristirahat bekerja sebagai upaya menunaikan janji mereka kepada kita semua.