Tuesday, May 25, 2010

Anas Urbaningrum dan Jose Mourinho.

Anas Urbaningrum dan Jose Mourinho.


Akhirnya melalui sebuah pemilihan yang bisa dibilang dramatis, Anas Urbaningrum terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat 2010-2015. Bang Anas, yang menjadi panggilan akrabnya berhasil mengungguli Marzuki Alie dan Andi Malarangeng yang sebelumnya diisukan menjadi kandidat yang paling direstui oleh SBY. Kemenangan Anas Urbaningrum atas pesaing-pesaingnya, terutama Andi Malarangeng membuktikan bahwa strategi yang di gunakan oleh Anas lebih efektif dan efisien. Tidak hanya mengandalkan materi dan pencitraan publik, tetapi sasaran yang dibidiknya lebih terfokus pada obyek-obyek lang berkaitan langsung yaitu pemilik hak suara. Sebagaimana kita ketahui, dalam  pemilihan ketua Umum partai Demokrat tersebut, pemegang hak suara adalah ketua DPD dan DPC, bukan seluruh kader partai. 

Dan yang tak kalah dramatisnya adalah kemenangan Inter Milan dalam Final Liga Champions atas Bayern Munich yang terjadi beberapa jam sebelum kemenangan Anas Urbaningrum. Sama-sama berbaju biru, tontonan strategi yang mereka suguhkan hampir sama fenomenalnya. Jose Mourinho Sang Arsitek Inter Milan mampu merancang strategi yang efektif dan efisien, sehingga hanya dengan beberapa peluang saja mampu menghempaskan sang jawara Jerman tersebut. Permainan yang ditunjukkan Inter Milan bukanlah permainan ultra defensif, tetapi juga tidan terlalu ofensif. Mereka mampu menjaga dengan baik obyek-obyek yang memiliki fungsi vital di dalam tim lawan. Permainan yang selalu ditekankan oleh Mourinho adalah permainan yang selalu mengikuti irama lawannya, sehingga strategi yang digunakan selalu berubah-ubah. 

Gaya Anas Urbaningrum dan Jose Mourinho dalam meracik strategi bukanlah kepandaian yang tiba-tiba turun dari langit, namun keterampilan yang didapat dan diolah secara bertahap dan ditingkatkan terus menerus. Anas, sudah berpengalaman berorganisasi semenjak duduk di bangku SMP, dan Mourinho juga bukan pelatih kemarin sore. dia telah malang melintang didunia sepakbola sejak lama. Semoga saja kita bisa mengambil hikmah atas kesuksesan yang diperoleh orang lain terutama kesuksesan yang didapat melalui perjuangan dan pembelajaran.

Sunday, May 9, 2010

Chelsea, Juara EPL 2009/2010

Chelsea, Juara EPL 2009/2010


Akhirnya setelah melalui penantian yang mendebarkan Juara English Primer League / EPL tahun 2009/2010 jatuh ke tangan Chelsea. Setelah melalui perjuangan yang heroik melawan Wigan, Chelsea mampu mengungguli Man United yang saat bersamaan sedang berjuang untuk merebut titel juara musim ini. 

Dan sungguh diakui memang musim ini merupakan musim yang mendebarkan di dunia sepakbola. Baik di EPL, Liga Italia maupun liga Spanyol, penentuan juara harus melalui saat-saat akhir kompetisi. Hal itu membuktikan bahwa peta perimbangan kekuatan tim-tim sepakbola dunia sudah begitu merata. 

Sungguh ironis sekali dengan sepakbola di negara kita. Para pemain kita hanya bisa menyaksikan para pemain Chelsea yang sedang bergembira karena menjadi juara Liga Inggris atau EPL tahun 2009/2010 sambil merenungi nasib mereka di kancah internasional. 

Semoga muncul lebih banyak lagi juara-juara sejati yang mampu berjuang dengan mempertontonkan sportifitas dan kebersamaan dalam dunia olahraga

Tuesday, May 4, 2010

Miringnya Gedung Kami

Miringnya Gedung Kami


[http://pencerah.blogspot.com] Kisah ini tidak akan meniru sebuah mahakarya "Robohnya Surau Kami", meskipun kehebohan yang ditimbulkan melebihi  maha karya tersebut. 
Alkisah di sebuah negara yang katanya berorientasi pada kerakyatan dikejutkan dengan adanya penelitian yang menyatakan bahwa otak gedung anggota DPR miring 7 derajat. Bukanlah suatu hal yang tabu apabila kejadian tersebut langsung ditindak lanjuti dengan usulan pembangunan untuk perbaikan otak gedung tersebut dengan mengajukan anggaran 1,8 Triliun. Hanya saja, usulan tersebut berbeda dengan usulan yang dikemukakan oleh anak-anak dengan seragam putih merah serta putih biru.

Meskipun anak-anak tersebut sudah banyak berkeluh kesah tentang "Robohnya sekolah kami", perlakuan yang mereka terima sungguh berbeda. Mereka harus dihadapkan pada prosedur yang rumit bin berbelit-belit untuk mendapatkan peninjauan atau pengecekan. Belum lagi tindak lanjut dari pengecekan tersebut masih memerlukan waktu yang lebih lama. 

Akankah hati nurani masih menghidupi pengambil kebijakan di negeri itu? Beranikah Presiden sampai bawahannya membuang noda yang berada di hati mereka? Ataukah kita yang harus berdoa agar hati orang-orang tersebut dihikangkan saja sekalian? 
Wallahu alam bisawab