Sunday, June 28, 2009

Anak-anak Cabul

Anak-Anak Cabul


Seberapa cabulkah anda? Ungkapan tersebut merupakan salah satu misteri otak yang hanya bisa anda jawab sendiri.
Dan saya mengakui kalau 99,9% memang cabul.

Tapi tunggu dulu...!! Cabul disini bukan yg seperti teman-teman bayangkan. Cabul versi saya adalah 'cah bulusan' yaitu kumunitas teman2 satu kost di bulusan yang masuk hinterlandnya tembalang semarang. Sudah 9 tahun ada disini, dari jaman dibotakin ama senior, jalan2 tiap senin n kamis pake baju putih hitam berkalung jengkol hingga detik ini. Meskipun personilnya banyak berubah, tapi ternyata masih ada yang abadi. Yaitu semangat cari makan gratis.

Cabul suatu komunitas yang hidup 24 jam. Dari jam 6 pagi sampe pagi berikutnya pasti ada aktivitas. Dari ngetik tugas, belajar vb, bikin peta, bikin film 3gp, nggame sampai belajar SEO Para pemula.

Berbagai semangat selalu hadir disini. Dari 'malas pertanda cerdas' sampe 'sedikit belajar biar sedikit lupa'.

Semoga semangat cabul tetap membara dihati penghuninya.

Wednesday, June 24, 2009

Ketika Manusia bertasbih

Ketika Manusia Bertasbih


Ketika Manusia bertasbih, itu merupakan tanda manusia masih ingat dan hormat kepada penciptanya.
Ketika manusia bertasbih, bumi seisinya menunduk memohon kepada Tuhan agar manusia tersebut diberi berkah dan ampunan atas dosanya.
Ketika Manusia bertasbih, dia kan merasa rendah diri dalam melaksanakan suratan hidup, dijauhkan dari api kesombongan
Ketika manusia bertasbih, rasa takut akan berbuat dosa kan terus terpelihara sehingga segala amal perbuatannya terus terjaga
Ketika manusia bertasbih, LindunganNya kan selalu menyertai setiap langkah
Ketika Manusia bertasbih, kata hatinya kan selalu diterangi oleh pencerahan-pencerahan dari Sang Khalik.
Semoga Manusia selalu bertasbih kepadaNya, dari bangun di pagi hari, beraktivitas/bekerja pada siang hari termasuk Belajar SEO Para Pemula, hingga tidur di malam hari

Saturday, June 20, 2009

Pilpres 2009 Itu Lucu

Pilpres Itu Lucu


Fenomena Pemilihan Presiden Indonesia 2009-2014 telah mampu menyihir seluruh rakyat indonesia. Dari pejabat sampai rakyat terjebak untuk membahas fenomena itu. Dan dari berbagai pembicaraan yang berkembang dimasyarakat tercatat adanya kelucuan-kelucuan yang antara lain adalah sbb:

Ternyata sebagian besar ibu2 lebih senang SBY dari pada JK. Karena kata mereka LANJUTKAN lebih nikmat daripada LEBIH CEPAT LEBIH BAIK.

Prabowo lebih memilih Megawati daripada SBY karena apabila berduet dgn SBY hanya menghasilkan SUPRA, sedangkan apabila berduet dgn mega hasilnya lebih mantaf, yaitu MEGA PRO

... (silahkan lanjutkan sendiri)
Postingan ini tidak dibuat dalam rangka Belajar SEO Bagi Pemula yang sedang mewabah

Saturday, June 13, 2009

Seorang PNS Terancam Dipecat Akibat Tulisan di Facebook



Posting kali ini bukan berkaitan dengan Belajar SEO Para Pemula yang sedang ramai-ramainya, akan tetapi tentang berita buruk dari dunia internet di negara kita. Lagi-lagi seseorang didera masalah karena internet. Kalau kemarin Prita Mulyasari dituduh mencemarkan nama baik melalui email, maka sekarang Indra Sutiafi Pipil dikenai tuduhan yang sama berkaitan dengan tulisannya di facebook. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca dari artikel berita di bawah ini:

Seorang PNS Terancam Dipecat Akibat Tulisan di Facebook
Media Indonesia Selasa, 09 Juni 2009 17:07


MANADO--MI: Seorang PNS di Sulawesi Utara terancam dipecat gara-gara membuat tulisan tentang kejelekan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Kotamubagu, Sulut di facebook.

Indra Sutriafi Pipil, PNS yang mengajar di salah satu sekolah kejuruan, dituduh telah melakukan pencemaran nama baik Walikota Kotamubagu, Drs. Djelantik Mokodompit setelah menulis lewat blog-nya di facebook kalau Pemerintah Kota Kotamubagu telah melakukan "korupsi waktu".

Indra ketika dikonfirmasi di Kotamubagu, Selasa (9/6), mengatakan mengaku tidak menyangka kalau tulisannya itu membuat pemerintah kota menjadi gerang.

Sementara kabar yang beredar, kasus terebut telah masuk tahap satu dan saat ini sudah dilakukan pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, dengan menggunakan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman enam tahun penjara.

"Laporan sudah kami terima dan kasusnya telah dilimpahkan ke kejaksaan," ungkap Kapolsek Kotamubagu, Iptu. Muhammad Monoarfa,S.Sos.

Secara terpisah, Sekrrtaris Kota Kotamubagu, Muhamad Mokoginta, menyesalkan dengan adanya kejadian tersebut karena dinilai sangat merugikan pemerintah kota terutama pencemaran nama baik, dan dia pun mengakui kalau pihaknya telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian untuk diproses.

"Kami telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib sekitar sebulan yang lalu untuk ditindak lanjuti," katanya.(Ant/OL-04)


Sudah selayaknya kita lebih berhati-hati dalam berkomentar baik itu secara lesan mupun melalui media, termasuk media internet. Saya yakin, beberapa waktu yang akan datang semakin banyak diantara kita yang dijebloskan ke penjara gara-gara menulis komentar di internet. Semoga bisa dijadikan sebagai pencerah bagi kita semua.
Waspadalah...waspadalah...!!!!!

Belajar SEO Para Pemula

Belajar SEO Para Pemula

Sebuah kontes dibuka lagi, yaitu kontes yang berbaju SEO. Kalau dulu berkisah seputar tentang tukang nggame, tukang nggame dan sulumitsretsambew, sekarang berpaling menuju Belajar SEO bagi pemula. Karena kontes ini hanya untuk para pemula, maka perlu diketahui bahwa pesertanya harus pemula, atau yang bukan senior dalam bidang SEO yang sering disebut para master SEO (kata yang punya gawe yaitu ayomaju.com). Adapun syarat-syaratnya dapat dilihat di bawah ini:

  • Peserta adalah pemula, jika anda mengikuti kontes Belajar SEO para Pemula ini, maka anda harus rela disebut sebagai pemula.
  • Link dimesin pencari harus ke artikel bukan ke halaman utama blog, karena yang dilombakan halaman artikel.
  • Hasil pencarian menggunakan Google.co.id
  • Masa berlaku kontes Belajar SEO para Pemula 3 bulan (biar banyak waktu belajar bagi para pemula) yaitu mulai 17 mei 2009 sampai dengan 17 Agustus 2009.
  • Menjadi followers (google friend connect) blog ayomaju.com (widget disidebar) dan mem-favorite-kan ayomaju.com di technorati (Gunakan Link Ini untuk melakukannya, tentunya login dulu). Ini untuk membedakan peserta dengan blogger yang hanya mengacau SERP karena merasa sok master. Selain itu menjalin persahabatan.
  • Artikel yang diikutkan kontes Belajar SEO para Pemula ini harus melinkback ke halaman utama ayomaju.com dan ke artikel ini (Belajar SEO Para Pemula (Kontes SEO Untuk Para Pemula)). Ini juga untuk membedakan peserta dengan blogger yang hanya mengacau SERP karena merasa sok master.
  • Keyword yang dilombakan adalah "Belajar SEO Para Pemula"
Semoga kontes ini bermanfaat bagi para tukang SEO pemula (termasuk saya). Dan dengan ini saya mengumumkan kalau saya sedang mencoba untuk mengambil bagian dalam mengambil hati mbah gugel berkaitan dengan Belajar SEO para Pemula. Mohon doa restunya...!!!!!

Thursday, June 11, 2009

Kebetulan yang kebeneran

Kebetulan yang kebeneran



Yang namanya kebetulan memang tidak bisa diramalkan. Lebih misterius daripada rajanya misterius yang selalu datang tak diundang dan pulang minta diantar.

Beberapa hari yang lalu, berhubung mau nonton dah kehabisan tiket langsung saja meluncur ke gramedia buat TP-TP dengan buku baru yang cantik bin bahenol. Dan kebetulan mata ini tertarik pada satu buku tentang wirausaha yaitu The Power of Kepepet (Tepok) yang ditulis oleh Jaya Setiabudi. Secara kebetulan ane juga lagi ilfil ma kerjaan utama karena gaji yang gak muncul ke rekening (kemungkinan bulan depan baru diluncurkan).

Setelah dibaca dengan perasaan yang menggebu-gebu, secara kebetulan di buku itu tertulis ciri-ciri orang yang berbakat jadi bos:
1. Tidak suka bangun pagi
2. Tidak suka digaji pas-pasan
3. Tidak suka dimarahi bos
dan kalau yang ini memang bukan kebetulan kalau ternyata ane sesuai dengan ketiga ciri diatas, yang berarti saya memang memiliki bakat dasar untuk menjadi seorang bos.

Kebetulan yang selanjutnya adalah gaji belum keluar, pingin belajar berwirausaha, cari tambahan penghasilan dan ternyata eh ternyata ada teman yang mengajak untuk menjadi distributor pupuk hantu.
ngiklan sedikit ah : Pupuk hantu (Hormon tanaman unggul) merupakan hormon perangsang tumbuhan yang memiliki kasiat mempercepat pertumbuhan, memacu buah, dan berbagai kelebihan yang lain. Sehingga tidak heran kalau ada padi yang menghasilkan 14 ton/Ha, tanaman cabai yang tingginya 2 m, bengkoang berdiameter 30 cm, gambas panjangnya 1,3 m dan keanehan bin keajaiban yang lain.

Kebetulan yang terakhir adalah adanya sms dari teman lamaku yang ternyata sekarang memiliki bisnis online dengan bendera http://www.taspesta.com. Dari si empunya web dijelaskan bahwa Webstore ini menyediakan beragam produk berkualitas untuk mempercantik dan menyempurnakan penampilan anda. Beliau memberikan berbagai alternatif model, warna, dengan harga yang sangat kompetitif. Disini anda bisa memesan berbagai produk seperti sepatu pesta, tas rajut, tas kain serta aksesories hand made sesuai dengan keinginan anda.

Sekian laporan pandangan mata yang berasal dari setengah kata hati saya, semoga bisa dijadikan sebagai pencerahan bagi kita semua

Tuesday, June 9, 2009

Kota Tanpa Identitas

Kota Tanpa Identitas


Perkembangan suatu kota sangat berpengaruh terhadap masyarakat yang mendiaminya. Oleh karena itu, kita tidak perlu heran kalau struktur tata ruang kota bisa mempengaruhi perilaku makhluk yang bertempat tinggal, termasuk manusianya. Salah satu cara untuk membentuk manusia yang baik adaah dengan membangun tempat tinggal yang ideal. Salah satunya adalah dengan mempertahanan identitas dari suatu kota.

Kita semua tentu saja tahu bahwa Kota Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Pelajar. Dan apabila pemangku kotanya jeli, maka arah pembangunan kota Yogyakarta akan disesuaikan dengan identitasnya sebagai kota pelajar tadi dengan membangun sarana-sarana pendukung pendidikan. Akan tetapi, kenyataannya yang tumbuh dengan pesat adalah mall, cafe dan tempat-tempat hiburan lain yang justru bertolak belakang dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila Para orang tua sekarang takut kalau harus menyekolahkan atau mengkuliahkan anak-anaknya di kota tersebut.

Kontras sekali dengan kota yang berada di dekatnya yaitu Kota Solo. Disana arah pembangunan kotanya disesuaikan dengan identitas Kota Solo yang menjunjung tinggi kebudayaan dan keramahtamahan. Ruang-ruang publik dibuat senyaman dan seindah mungkin sehingga bisa dijadikan sebagai sarana bagi masyarakat untuk bersantai dan beramah-tamah dengan warga masyarakat yang lain. Meskipun pembangunan juga pesat, tetapi tetap memperhatikan faktor kebudayaan yang menjadi identitas kota tersebut.

Sekarang kita perhatikan pada kota yang kita tinggali. Menurut panjenengan identitas apa yang dimiliki oleh kota kita kita masing-masing..?. Apakah kota santri, kota pelajar, kota industri, kota wisata atau kota-kota yang lain. Dan saya yakin kebanyakan kota penjenengan belum memiliki identitas. Dan misalkan sudah memiliki identitas, kemungkinan besar arah pembangunannya tidak merujuk pada identitas tersebut.

Begitulah kota-kota jaman sekarang. Sudah tidak memiliki identitas yang jelas, justru ingin menghilangkan identitas yang sudah dimilikinya. Jadi jangan heran bila beberapa tahun mendatang Pasar Johar atau Lawang Sewu hilang dari bumi semarang, UGM bercerai dengan yogyakarta, atau bahkan istana negara pergi meninggalkan jakarta.

Semoga lekas muncul pemangku-pemangku kota yang berpendidikan dan berpikiran moderat, sehingga bisa membangun kota sesuai dengan identitas dan potensi yang dimilikinya. Dan saya berharap apabila dikemudian hari saya mendaftarkan diri sebagai calon bupati/walikota, gubernur atau bahkan presiden teman-teman blogger mendukung saya.


Thursday, June 4, 2009

Email Prita Mulyasari

Email Prita Mulyasari


Bermula dari email yang ditulis oleh ibu Prita Mulyasari yang berkeluh kesah tentang pelayanan yang dia terima di salah satu rumah sakit, akhirnya berbuntut masalah. Hampir semua media massa nasional memberitakan tentang kasus itu, sehingga berbagai tanggapan masyarakat juga bermunculan. Email dari Ibu Prita ini sengaja saya rilis ulang agar kita semua bisa membaca ulang dan mencermati bagian mana dari tulisan tersebut yang mencemarkan nama baik. Semoga bisa dijadikan sebagai pencerahan dan panduan bagi kita semua untuk mensikapi dan merenungi kasus iniBeginilah email yang di kirim oleh Ibu Prita Mulyasari kepada rekan-rekannya.


RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
Prita Mulyasari – suaraPembaca

Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com

081513100600


Sumber dari http://dosengoblog.wordpress.com

Monday, June 1, 2009

Mimpi tentang luar negeri

Mimpi tentang luar negeri:

Di luar negeri, kota memiliki masterplan dalam jangka waktu 25 tahun dan dijabarkan dalam rencana 5 tahunan. Perencanaan tersebut benar-benar dilaksanakan oleh keseluruhan pemangku kebijakan , dan tidak bisa diubah tanpa mengalami kajian yang mendalam.

Di luar negeri, penduduk suatu kota akan diberi tahu 8 tahun sebelumnya apabila rumah atau lahannya akan digusur untuk pembangunan.

Di luar negeri, permukiman yang berada di lahan terlarang tidak akan diberi fasilitas seperti listrik, air bersih, MCK, gas dan tidak akan dipungut pajak apapun. Sehingga penduduk yang bertempat tinggal di kawasan tersebut sadar bahwa mereka salah

Di luar negeri, pemerintah menjamin keselamatan setiap pengguna jalan baik itu sepeda sampai mobil

Di luar negeri, tempat masyarakat lebih mementingkan dirinya masing-masing, rasa disiplin dan keteraturan masih bisa dijaga. Bandingkan dengan negara kita yang masyarakatnya terkenal ramah, banyak senyum, memiliki rasa kegotongroyongan dan lain-lain.

Tanyalah dengan kata hati masing-masing, masih layakkah bangsa kita disebut sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat ? Layakkah bangsa kita dijadikan sebagai pencerah bagi komunitas umat manusia di dunia ?

Wallahu alam bisawab