Monday, March 30, 2009

Musibah yang Tak Tercegah

Musibah yang Tak Tercegah


Hidup di negara Indonesia yang katanya negeri indah bak Zamrud Khatulistiwa sebenarnya mengasyikkan plus mengenakkan. Negara yang kaya akan pulau dengan tanah-tanah yang subur, binatang yang indah banyak ragamnya serta pemandangan alam yang sangat indah. Kata Koes plus tongkat yang ditancapkan ke tanah saja bisa menjadi tanaman yang menghasilkan.

Hanya sayang, bangsa yang mendiaminya terlalu manja dan sibuk mementingkan diri sendiri. Dengan banyaknya karunia dan potensi yang dimiliki, membuat manusia-manusia indonesia tumbuh menjadi pemalas. Berbeda dengan manusia yang berasal dari belahan bumi lain. Karena keterbatasan yang dimiliki oleh negaranya, mereka terbiasa bekerja keras sehingga kejayaannya mampu melampaui negara yang sebenarnya kaya raya termasuk negara kita.

Terlalu terlenanya sehingga kita tidak menyadari kalau perilaku-perilaku manja dan egois tersebut mengancam kehidupan kita sendiri. Bencana-bencana yang seharusnya bisa diatasi tanpa sadari telah menggerogoti kehidupan kita sendiri. Bencana yang dahulu terjadi karena alam kini diciptakan sendiri oleh manusia, baik itu melalui perbuatan langsung maupun tidak langsung.

Banjir dan tanah longsor yang seharusnya tidak perlu terjadi, tiba-tiba datang seiring hilangnya pepohonan karena ditebang. Kekeringan di musim kemarau sudah menjadi trend masa kini, padahal jarang terjadi pada masa lalu. Pepohonan yang bisa menghasilkan uang justru dibakar demi tanah sebidang. Dan yang terakhir adalah runtuhnya tanggul bendungan yang memakan banyak korban.

Kapankah kita bisa belajar menghargai alam?
Kapankah musibah bisa dicegah ?
Apakah harus menunggu manusia-manusia bejat punah?
embuh ah......
Semoga tulisan ini bisa menjadi pencerah
Bagi manusia yang hatinya tergugah


Friday, March 27, 2009

Selamat Datang Kota Nganku

Selamat Datang Kota Nganku


Sebagai seorang yang mengaku petualang, saya sering sekali jalan-jalan dan jeng-jeng ke daerah atau lokasi baru. Meskipun belum ada 1% dari keseluruhan kota yang ada di indonesia, tapi lumayanlah bagi seorang pengaku-aku seperti saya.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keberadaan tugu yang berada di dekat batas kota. Ditugu itu biasanya terpampang ucapan selamat datang atau selamat jalan dengan tulisan yang cukup mencolok. Contohnya saat saya datang ke Kota Nganku. Sebelum masuk kota, ditugu saya lihat tulisan yang berbunyi SELAMAT DATANG-KOTA NGANKU. Dan saat akan keluar kota akan terpampang tulisan KOTA NGANKU-SELAMAT JALAN.

Wah, heran juga. Kenapa kota yang sebenarnya benda mati diberi ucapan selamat datang/tinggal. Alangkah baiknya kalau yang diberi ucapan adalah pengunjung kotanya. Jadi bunyinya kurang lebih akan seperti ini: SELAMAT DATANG PENGUNJUNG SEKALIAN atau misalnya kata-kata tadi terlalu panjang diubah menjadi SELAMAT DATANG DI KOTA NGANKU atau SELAMAT JALAN DARI KOTA NGANKU.

Tapi itu hanyah sekedar usulan saja loh. Kalau misalnya panjenengan atau sampeyan adalah bupati/wali kota, silahkan mengambil usulan pencerahan saya tadi. Dan tentunya tanpa bayar royalti ke saya

Monday, March 23, 2009

Kentongan dan Klakson

 Kentongan dan Klakson 


Bagi orang yang pernah bertempat tinggal di Jawa Tengah, pasti sudah pernah melihat suatu benda yang bernama kentongan. Barang yang biasanya berbentuk bulat, panjang dan gondal-gandul, tergantung di depan rumah tersebut merupakan media informasi/komunikasi  bagi sebagian besar masyarakat terutama di desa. Kentongan digunakan untuk memberi kabar kepada masyarakat berkaitan adanya peristiwa yang sangat penting, seperti orang meninggal dunia, pencurian, perampokan, pembunuhan, banjir, kebakaran dan lain sebagainya.

Pada saat saya masih kecil, banyak tetangga saya yang menggunakan kentongan sebagai sarana untuk mencari (memanggil) anak-anak mereka yang sedang bermain. Karena antara satu kentongan dengan kentongan yang lain memiliki bunyi yang berbeda-beda, maka setiap anak akan tahu kentongan yang berbunyi itu milik ayahnya atau bukan. Dan biasanya apabila mendengar kentongan ayahnya berbunyi anak-anak akan segera pulang.

Sedangkan klakson, tentu saja bukan barang yang asing bagi sebagian besar manusia di muka bumi ini. Hampir semua kendaraan bermesin memiliki klakson, karena merupakan salah satu syarat wajib yang berfungsi untuk memberi tanda kepada pengendara lain terutama yang berada didepan kita. Seperti halnya kentongan, klakson yang dibunyikan dengan irama tertentu ternyata juga memiliki arti sendiri-sendiri. Contohnya adalah sebagai berikut:

tit........................ : sory, kepencet dikit
tiiiiiit................... : Ayo jalan, lampunya dah hijau tuch
tit...tit................. : Saya mau mendahului anda, minggir dikit
tiiit...tiiit............. : Ayo jalan...cepet....saya mau meeting nich 
tit..tit..tit..tit..tit : Awas, ada kampanye
tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit : Maaf klakson saya kongslet


Untuk menggunakan klakson, ternyata ada juga etika yang harus dipatuhi. Sebagai contoh adalah dilarang membunyikan klakson di dekat rumah ibadah, rumah orang yang sedang berduka cita dan juga hindari membunyikan klakson di malam hari. 

Bagi teman-teman yang memiliki ti...tit eh klakson, mohon bisa memakai dan menggunakan dengan bijak. Jangan sampai barang teman-teman tersebut membuat masalah bagi pemiliknya atau penjenengan semua. 

Friday, March 20, 2009

Jakarta dan Hoollywood

Jakarta dan Hoollywood


Jakarta dan Hollywood merupakan dua buah kota besar didunia yang memiliki jarak ribuan kilometer dan terpisahkan oleh benua dan laut yang teramat luas. Layaknya dua remaja yang sedang dimabuk cinta, ternyata kedua kota tersebut meskipun jauh dimata tetap dekat dihati karena banyaknya kesamaan-kesamaan yang mereka miliki. Sehingga layak kalau kedua kota tersebut disebut twin city.

Jakarta dan Hollywood sama-sama menawarkan impian bagi sebagian besar manusia yang mengenal atau hanya mendengar namanya. Di Jakarta, orang-orang dari seluruh pelosok Indonesia mengejar impian berkaitan dengan pekerjaan dan kekayaan. Mereka datang dari desa masing-masing dengan membawa impian akan kemewahan hidup dan bekerja di ibukota negara kita tersebut. Demikian halnya Hollywood. Tempat itu adalah surga bagi orang-orang di seluruh penjuru dunia untuk mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpinya. Meskipun realisasi mimpi tersebut hanya terjadi didunia khayal yang disebut dengan film

Di Jakarta dan Holywood banyak sekali gambaran dari sifat-sifat manusia. Ada yang jahat, baik, ambisius, pendendam, pendengki, suka menolong dan lain sebagainya. Hanya saja, dalam penggambaran sifat manusia tersebut Jakarta berada diatas angin dibandingkan dengan Hollywood. Kalau di kota yang masuk dalam wilayah negara Paman Sam tersebut, sifat-sifat manusia yang tergambar hanya terjadi didunia film, sedangkan di jakarta, gambaran tersebut benar-benar nyata.

Di Hollywood, film-film laga yang mengisahkan tentang patriotisme, kepahlawanan seseorang merupakan makanan sehari-hari. Kita bisa melihat bagaimana Sang Penjahat melakukan kejahatan dengan berbagai cara dan alat. Ada yang main kucing-kucingan dengan mobil atau sepeda motor dengan aparat, ada yang tembak-menembak dengan orang lain, perampokan dari kelas teri samai kelas paus, pembunuhan dari yang tunggal sampai berantai dan lain sebagainya.

Dan ternyata, Jakarta tidak mau kalah dengan Hollywood. Hal-hal yang ada di film Hollywood sekarang dengan mudah dapat kita jumpai di Jakarta. Dari mutilasi, pembunuhan sadis, pemerkosaan, tembak-tembakan, pemerkosaan, perampokan, penipuan dan berbagai kejahatan yang lain dapat kita jumpai dalam dunia nyata.

Semoga tulisan yang merupakan opini saya pribadi ini bisa menjadi pencerah bagi kita semua. Saya yakin Bapak polisi yang merupakan pengayom bagi seluruh masyarakat akan mampu mengatasi ujian yang cukup berat ini.


Wednesday, March 18, 2009

Kita Peduli, Kita Bisa Atasi

Kita Peduli, Kita Bisa Atasi



Dua hari yang cukup melelahkan. Berkeliling dari satu rumah ke rumah lain untuk melihat-lihat kondisi rumah yang selesai direhab. Ada yang plesterisasi, rehab total, atau pembuatan jamban. Tapi rasa lelah akan segera hilang manakala melihat saudara-saudara kita yang kekurangan bisa tersenyum bahagia. Mereka yang dulunya tinggal di rumah yang hampir roboh atau lantai rumahnya yang dari tanah tergenang air selama beberapa hari saat banjir ataupun tidak memiliki jamban sudah sedikit lega karena kualitas kehidupan mereka sudah sedikit meningkat.









Plesterisasi lantai
(Doc Tim PNPM MP/P2KP Kab Pemalang)





Rasa bangga mereka juga muncul ketika menceritakan kepada kami karena dengan uang 1-1,5 juta sudah bisa mendirkan/memperbaiki rumah. Dan ternyata dari dana BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) PNPM Mandiri Perkotaan yang tidak seberapa tersebut bisa memunculkan swadaya dari mereka sampai dua kali lipat bahkan ada yang lebih. Memang swadaya mereka tersebut tidak hanya berbentuk uang , tetapi juga berupa barang (bahan bangunan), konsumsi dan juga dari gotong royong tetangga kiri kanan (tenaga).

Kerja keras yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat baik itu dari BKM, Perangkat Desa, KSM/Panitia dan juga unsur masyarakat yang lain sekarang bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.









Rehab/Bedah Rumah
(Doc Tim PNPM MP/P2KP Kab Pemalang)


Memang bukannya tanpa kendala, sebab ada beberapa masyarakat yang justru marah-marah. Mereka marah karena merasa dana yang diberikan tidak akan cukup untuk merehab rumah mereka bahkan membodoh-bodohkan kita. Dan itulah letak kesabaran kita sedang diuji.

Semoga saja dana-dana yang lain bisa mampir kembali baik itu yang berasal dari BLM (Pemerintah), perusahaan-perusahaan melalui CSR-nya dan juga dari pihak-pihak lain yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk membantu saudara-saudara kita. Karena sampai dengan saat ini kegiatan rehab rumah ini baru menyentuh kurang dari 10% dari rumah yang tidak layak huni. Bayangkan saja bila dalam satu desa ada sekitar 250 an rumah yang tidak layak huni (dari hasil pendataan yang dilakukan sendiri oleh perwakilan masyarakat, perangkat desa dan BKM melalui kegiatan Pemetaan Swadaya) dan baru 20-30 rumah yang sudah direhab baik itu berupa pembuatan jamban, plesterisasi lantai maupun rehab total.

Dan yang perlu diketahui, kegiatan rehab rumah hanya satu dari banyak Program Penanggulangan Kemiskinan yang sudah direncanakan oleh masyarakat selama satu tahun. Selain itu masih ada kegiatan lain seperti penyediaan air bersih, pavingisasi jalan, pembuatan drainase, pelatihan usaha produktif, sunatan masal, pemberian makanan bagi balita, ibu hamil serta menyusui dan lansia yang masuk dalam katagori keluarga miskin dan juga ada pinjaman modal bergulir bagi industri rumah tangga (maks pinjaman 500rb sesuai dengan jenis usaha masing-masing peminjam).

Untuk membiayai kegiatan tersebut memang membutuhkan dana yang cukup besar, dan BLM yang dikucurkan oleh pemerintah hanya mampu membiayai 25 % dari kebutuhan satu desa. Dan apabila ada teman-teman blogger yang mau menyumbang dipersilahkan dengan senang hati dan kami siap untuk menyalurkan serta mempertanggungjawabkan.


Monday, March 16, 2009

Ngeblog itu Candu

Ngeblog itu Candu


Pernahkah anda mendengar tentang orang yang kecanduan ngeblog? Atau Justru anda sendiri yang sedang kecanduan ngeblog?

Layaknya rokok, narkoba dan zat aditif lainnya, ngeblog juga bisa dikatagorikan sebagai candu. Hal itu terjadi karena pada umumnya orang yang sudah mulai mengenal blog, sedikit-demi sedikit dia akan merasakan nikmatnya ngeblog dan sampai pada taraf tertentu akan mengalami kecanduan ngeblog. Dan biasanya, orang yang sudah kecanduan ngeblog akan sulit untuk disembuhkan.


Dibawah ini, saya akan sedikit menguraikan tentang racun-racun yang terdapat dalam blog:

1. Menambah pengetahuan
Sebagai seorang blogger, selain menulis artikel di blog, kita juga dituntut untuk selalu mengunjungi ke blog orang lain (bahasa jawanya: blogwalking) dan pasti kita akan banyak membaca sehingga menambah pengetahuan. Selain itu, kita juga dituntut untuk selalu mengupdate informasi dan pengetahuan, memasang mata, telinga dan perasaan dengan tajam guna mencari inspirasi untuk tulisan kita. Dan itu telah terjadi pada saya. Semenjak belajar ngeblog, saya selalu memperhatikan kondisi di lingkungan sekeliling saya untuk mencari sumber inspirasi bagi tulisan saya. Dan itulah suatu prses yang bisa mengasah tingkat kecerdasan dan emosional kita (IQ dan EQ)


2. Memperbanyak kenalan dan saling bersilaturahmi
Seperti point 1 diatas, kunjungan kita ke blog orang lain (blogwalking) akan menambah kenalan bagi kita dan yang pasti akan menambah teman. Layaknya sebuah rumah, blog juga harus dirawat karena merupakan sarana kita menerima tamu online kita. Dengan bertamu dan menerima tamu secara rutin, maka kita sudah mengikuti sunah Rosul yaitu saling bersilaturahmi meskipun secara maya.

3. Ajang untuk mengekspresikan diri melalui tulisan
Blog yang kita buat bisa dijadikan sebagai ajang mengekpresikan diri bagi kita. Mau kita isi dengan postingan yang berisi tips dan trik, gosip tentang Luna Maya dan Sarah Amalia menikah atau hujatan dan sumpah serapah pada orang lain itu adalah hak kita. Mau kita lengkapi dengan fasilitas (widget) yang mewah atau sederhana, tidak akan dilarang oleh orang lain. Dan disini juga berlaku bahwa tampilan blog akan mampu menunjukkan "penampakan" pemiliknya.

4. Berpengaruh terhadap kesehatan
Kebanyakan ilmuwan dan dokter menyatakan bahwa ngeblog akan berpengaruh buruk bagi kesehatan apabila dilaksanakan 24 jam nonstop selama beberapa hari. Akan tetapi, ngeblog juga akan mampu meningkatkan kesehatan apabila dilaksanakan sesuai dengan aturan pakainya masing-masing sehingga menimbulkan rasa nyaman dan rilek bagi blogger itu sendiri.

5. Berpotensi menambah dan mengurangi penghasilan
Banyak sekali blogger yang mampu menambah pundi-pundi uangnya melalui blognya. Baik itu dengan menjual barang & jasa, memasang iklan, melakukan review atau dengan mengikuti kontes-kontes yang sering diadakan. Akan tetapi, ngeblog juga berpotensi mengutangi pendapatan anda karena membengkaknya biaya bandwich, biaya pulsa atau biaya ke warnet seperti saya.

Mengingat banyaknya racun yang terkandung saat kita ngeblog, maka saya sangat menghimbau kepada pemerintah agar mengeluarkan peringatan akan efek dari ngeblog. Dan Alangkah baiknya kalau pemerintah menyediakan tempat ngeblog secara khusus dan gratis terutama di tempat-tempat strategis seperti mall, stasiun, bandara, terminal dan perkantoran agar blogger tidak ngeblog di sembarang tempat.

Diposting untuk kompetisi fajarseraya

Sunday, March 15, 2009

Kompetisi menulis artikel Fajarseraya

Kompetisi menulis artikel Fajarseraya

Informasi lomba kali ini bukan berkaitan dengan kontes SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 atau kisah si Tukang Nggame, melainkan kompetisi menulis blog dari Fajarseraya. Sesuai dengan judul diatas, Blog ini menyelenggarakan lomba Blog Untuk semua kalangan. “Kompetisi Fajarseraya” yang kali ini bertema BLOG FOR FUN, nah syaratnya pun gampang kok, bila ada kesulitan silahkan hubungi Ym jar ato di alamat email lomba ini daftarkontes@yahoo.com

Syarat dan ketentuan kontes ini

  1. Untuk Mengikuti kontes ini silahkan mendaftar dan kirimkan artikel anda ke email daftarkontes@yahoo.com
  2. Email yang dikirim isikan dengan data kalian yang lengkap, Terutama URL Blog kalian.

Aturan Penulisan Artikel

  1. Sesuai dengan tema yaitu BLOG FOR FUN maka peserta bebas membuat artikel yang ada hubungannya dengan BLOG. Contoh : Tips-tips, Trik-trik, Cerita anda tentang Blog, Cerita mendapatkan uang dari Blog, Pengalaman setelah menjadi Blogger dll (Asalkan berhubungan dengan BLOG). Hal ini dilakukan agar lomba Sportif sesuai dengan keahlian menulis Peserta.
  2. Semua artikel Peserta akan diposting di fajarseraya.com (Blog ini). Langsung setelah Peserta mengirimkan artikel.
  3. Bebas mengirimkan artikel sebanyak-banyaknya.
  4. Max mendaftarkan 2 BLOG.

PENILAIAN

  1. Cerita original dan tidak Copas.
  2. Buatlah artikel dengan Gaya bahasa Tersendiri (Namun masih bisa dimengerti).

TENTANG KOMPETISI FAJARSERAYA

  1. KOMPETISI FAJARSERAYA” diadakan mulai 1 Maret - 30 April 2009 (2 Bulan)
  2. Pemenang ditentukan oleh fajar dan tidak dapat di ganggu gugat.
  3. Pemenang diumumkan 30 April.

TIPS MEMPEROLEH TAMBAHAN NILAI PADA KONTES

  1. Meriview kontes ini dengan Anchor Text : Kompetisi Fajarseraya ke link http://fajarseraya.com/kompetisi-fajarseraya
  2. Mengirimkan artikel sebanyak-banyaknya ke email daftarkontes@yahoo.com, untuk meningkatkan peluang untuk memenangkan kompetisi ini.
  3. Memasang banner dibawah ini :

fajarelagiiiUpdate : Scriptnya ada pada sidebar Blog ini

Hadiah Pemenang

I. Pemenang Utama

  1. Juara 1 : Domain .com + Paket Hosting Etamhost(Paket Starter)
  2. Juara 2 : Domain .com
  3. Juara 3 : Paket Hosting Etamhost(Paket Starter)

Pemenang Kategori (Masing-masing domain web.id)

  1. Pemula terbaik
  2. Tulisan bermanfaat
  3. Tulisan terunik
  4. Artikel Komentar terbanyak

NB :HADIAH TIDAK DAPAT DIUANGKAN

PENDAFTARAN SEKARANG DILAKUKAN MELALUI EMAIL…MOHON MAAP SEBELUMNYA YANG SUDAH DAFTAR MELALUI REGISTER…SILAHKAN MENDAFTAR MELALUI EMAIL daftarkontes@yahoo.com

sinchan SILAHKAN MENCOBA sinchan

Bagi teman-teman yang ingin mencoba peruntungan dengan membuat postingan pencerahan berkaitan dengan Blog for Fun, saya mengucapkan selamat bertanding. Semoga menang

Thursday, March 12, 2009

Personal Marketing

Personal Marketing


Ketika mendengar kata marketing, ada sebagian diantara kita yang merasa tidak suka, benci bahkan antipati. Hal itu terjadi karena bagi mereka, kata marketing identik dengan salesman/salesgirl yang memang memiliki tugas menjual barang dagangan door to door (dari pintu ke pintu). Bagi orang yang tidak paham, memang sah-sah saja apabila menganggap dunia marketing merupakan dunia gelap, dimana orang menggunakan berbagai cara, memutus urat kemaluan untuk memasarkan barang yang mereka jual/tawarkan. Padahal marketing merupakan suatu kegiatan yang mutlak harus dilakukan oleh manusia.


Salah satu kegiatan marketing yang tanpa kita sadari sudah kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari adalah personal marketing. Semua orang pasti berusaha agar dirinya bisa diterima oleh orang-orang dilingkungannya baik itu keluarga, saudara, sahabat, teman, rekan kerja, dan lain sebagainya. Agar bisa diterima oleh orang lain tentu saja kita akan berusaha untuk menonjolkan kelebihan dan menyembunyikan kekurangan kita. Dan itulah yang disebut dengan personal marketing.

Kegiatan personal marketing akan lebih kentara lagi apabila kita akan mencari pekerjaan. Pertama kali tentu saja kita ingin mencari informasi berkaitan dengan lowongan pekerjaan yang ada. Kondisi tersebut juga terjadi pada perusahaan dagang yang berusaha mencari informasi berkaitan dengan kebutuhan pasar (konsumen) berkaitan dengan barang dagangan yang akan dia jual.

Setelah memperoleh informasi, pencari kerja dan perusahaan dagang akan segera membuat suatu penawaran berupa iklan. Hanya saja, penawaran yang dilakukan oleh mereka berbeda. Pencari kerja akan membuat surat lamaran kerja dan Curriculum Vitae yang berisi potensi baik itu kepintaran, kepiawaian dalam melakukan pekerjaan, pengalaman kerja dan lain-lain. Sedangkan perusahaan dagang akan membuat iklan berkaitan dengan kelebihan dari produk-produk yang mereka pasarkan.

Selanjutnya adalah tahap eksekusi, dimana pencari kerja akan datang ke perusahaan yang membuka lowongan dan perusahaan dagang menjual barang dagangan ke konsumen. Dari kegiatan tersebut akan bisa dilihat hasil dari kegiatan marketing yang mereka laksanakan.

Dibawah ini, saya mencoba menyusun tips-tips untuk melaksanakan personal marketing dalam kehidupan sehari-hari:

1. Membuat daftar potensi/kelebihan dan kekurangan/permasalahan yang ada pada diri kita.
2. Memanfaatkan potensi yang kita miliki baik untuk mencapai tujuan kita atau untuk poin ke-3
3. Berusaha untuk menghilangkan atau minimal mengurangi kekurangan dan permasalahan yang ada pada diri kita
4. Terbuka untuk menerima masukan bagi orang lain
5. Selalu bijak dalam mensikapi suatu kejadian
6. Selalu positif thinking
7. Berusaha memahami keinginan orang lain
8. dst

Semoga tips-tips tersebut bisa dijadikan sebagai pertimbangan dan pencerahan bagi teman-teman semua dalam melakukan kegiatan personal marketing dalam kehidupan sehari-hari.



Tuesday, March 10, 2009

Jalan

Jalan


Jalan menurut anak jalanan adalah suatu tempat untuk hidup, berekspresi dan mencari nafkah bagi kehidupannya

Jalan menurut sopir adalah sebentang lahan yang harus dilewati untuk mencari dan mengais rejeki setiap hari

Jalan menurut pemilik toko adalah suatu akses yang memungkinkan pengunjung untuk mendatangi toko mereka

Jalan menurut pengamen dan pengemis adalah tempat bertumpah ruahnya rejeki dari orang-orang yang lewat

Jalan menurut polisi (lalu lintas) adalah ruang yang menjadi tanggung jawab mereka untuk ditertibkan baik itu lingkungan dan penggunanya

Jalan menurut seniman merupakan panggung terbuka yang bisa difungsikan sebagai ajang untuk menggelar pertunjukan seni

Jalan menurut sebagian orang (bodoh) adalah tempat sampah terutama untuk membuang bangkai-bangkai tikus

Jalan menurut penjambret adalah tempat yang paling bagus dan strategis untuk mencari sasaran

Jalan menurut (sebagian) pejabat pemerintah merupakan ladang korupsi yang cukup berpotensial, terutama saat pembuatan dan perbaikannya.

Jalan menurut petani adalah prasarana untuk mengangkut hasil pertanian mereka menuju gudang, rumah atau pasar dan pembeli

Jalan menurut anda sekalian sebenarnya apa sech.....?

Saturday, March 7, 2009

Masuk Angin

MASUK ANGIN


Sudah beberapa hari ini badan gak enak, kepala pusing, agak demam dan capek-capek smua. Meskipun begitu, dengan sedikit pemerkosaan sampe juga dirumah. Naik motor Pemalang-Semaran dan Semarang-Klaten selama dua hari (lama banget cing... eh iya, ngapel dulu di Semarang ding he...he...he...) seakan tidak terasa.

Sampe rumah, perjalananku berujung dikasur depan tipi yang menjadi tempat favorit tuk merajut mimpi indah. Dengan kata lain, tepar seharian. Dan alhamdulilah, selama 'mlungker' dikasur tidak ada yang mengganggu. Padahal biasanya adik ponakanku gak terima kalo ada makhluk yang tidur didepan tipi.
Sore harinya, dokter keluargaku memvonis aku kena penyakit 'masuk angin' dengan stadium 2. Langsung saja aku bantah vonis itu karena dalam perjalanan aku mingkem terus. Jadi kecil kemungkinan kalo angin sampe masuk dan tersesat dalam tubuhku. Akan tetapi, demi menjaga agar masuk angin stadium 2-ku tidak mewabah, maka dokter keluargaku langsung memberikan tindakan lanjutan. Tindakan lanjutan yang menurut beliau bebas dari malpraktik adalah kerikan. Maklum saja, dokter keluargaku adalah ibuku yg sehari-hari pegang kapur tulis, pulpen dan pensil.

Namun tindakan medis berupa kerikan yang dilakukan ibuku ternyata memberikan efek samping yaitu kentut yang berkelanjutan (sustainable gassing :-)). Jadi mohon maaf kalo postingan saya kali ini belum maksimal. Saya takut untuk menuliskan pencerahan-pencerahan kepada kawan semua karena saat ini yang berproses bukan kata hati, tetapi perut saya.
Skali lagi maafkan saya ya...!!!?

Wednesday, March 4, 2009

Perpustakaan Keliling

Perpustakaan Keliling


Muter ke Balai Desa untuk menyambangi perangkat desa adalah salah satu tugasku. Kemarin waktu berada di salah satu balai desa, tanpa sengaja aku bertemu dengan Perpustakaan Keliling. Suatu pemandangan yang sebelumnya memang tidak lazim dijumpai di daerah ini (setidaknya menurutku) Suatu nilai tambah yang cukup bagus bagi Pemkab Pemalang dengan adanya mobil penjaja buku keliling ini.

Begitu mobil datang, langsung saja perangkat desa dan beberapa orang warga desa mengerumuni untuk mengembalikan dan memilih buku yang akan mereka pinjam. Otakku yang memang berisi buku langsung saja sok sibuk ikut memilih milih buku yang dijajakan. Meskipun tadak ada keinginan untuk meminjam (hehehehe)

Menurut petugas yang ada disana, fasilitas perpustakaan keliling itu memang baru dua bulanan diadakan dan itupun mobilnya baru satu, sehingga bisa kembali ke desa itu satu bulan kemudian. Karena sosialisasinya juga belum maksimal, maka peminjam buku itu sampai saat ini masih sebatas perangkat desa dan warga lain yang memiliki hobi nongkrong di balai desa.Untuk kedepannya sudah dipersiapkan lagi satu mobil, sehingga kinerja perpustakaan keliling tersebut dapat ditingkatkan.

Salut juga dengan keberadaan mobil perpustakaan keliling tersebut, meskipun satu bulan sekali tapi bisa menjadi oase bagi orang-orang yang kehausan untuk mencari pencerah dari sebuah bacaan bermutu. Semoga saja seluruh warga desa bisa antusias dalam memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai ajang untuk mengasah kata hati dan pengetahuan

Monday, March 2, 2009

Klaten

KLATEN



16 tahun hidup di suatu tempat belum cukup untuk meyakinkan kita betapa beruntungnya kita bisa bertempat tinggal di daerah tersebut. 16 tahun sudah aku bernaung di Klaten, sebuah kota "kecil" yang berada diantara kota besar yaitu Jogja-Solo, dari kecil sampai sekolah akhir. Dan selama itu pula aku masih merasa biasa saja hidup di daerah klaten tersebut. Setelah mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya aku baru sadar, ternyata ada yang istimewa dengan kotaku yang harusnya tercinta itu.

Jika di Semarang (bawah) tiap hari langganan rob dan tiap tahun mengalami banjir, alkhamdulillah aku baru mengalami bencana itu di Klaten sekali saja, dan itupun hanya setengah jam

Saat di Kedungjati aku bisa merasakan masyarakatnya sulit untuk menanam padi, di klaten aku bisa melihat ayahku dan tetangga-tetanggaku bisa menanam padi 2 atau 3 kali setahun.

Kalau di Pemalang untuk mendapatkan air minum yang sehat harus dengan mengebor tanah 80-120 m, di Gunung Kidul bahkan orang tidak perlu menggali karena memang tidak ada air di bawah tanah, sedangkan di klaten hanya dengan menggali3-4 meter saja air jernih sudah memancar

Di daerah Comal untuk membangun rumah harus menggunakan pasir dan batu kali kelas dua, Di rumahku sana pasir dan batu muntahan Merapi seakan terhampar tinggal menggali

Dan banyak sekali sebenarnya sebutan bagi Klaten yang berasal dari orang-orang daerah lain seperti Pengekspor Guru (karena banyak sekali warga yang menjadi guru), kawasan subur (karena berkah Merapi), Kampung Kucingan/angkringan (karena kebanyakan pemilik warung kucing berasal dari Klaten), penghasil beras (delanggu) dan jangan heran kalau di Klaten banyak Coklat (Cowok Klaten) yang manis-manis sehingga banyak menjadi incaran kaum wanita.

Semoga Klaten tetap bisa menjadi inspirasi dan pencerah bagi orang-orang yang mendiaminya